Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

Intip Saham Batubara Bayan Resources yang Jadikan Low Tuck Kwong Orang Terkaya di Indonesia

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 26 Desember 2022 | 13:04 WIB
Intip Saham Batubara Bayan Resources yang Jadikan Low Tuck Kwong Orang Terkaya di Indonesia
Bayan Resources

Suara.com - Low Tuck Kwong kini menjadi sosok orang paling kaya di Indonesia versi Forbes dengan total kekayaanya mencapai US$25,2 miliar atau setara Rp378 triliun (asumsi kurs Rp15.000 per dolar AS).

Low Tuck Kwong mengalahkan duo Hartono Bersaudara yang selama belasan tahun menduduki peringkat nomer wahid alias orang paling kaya di Indonesia.

Kekayaanya Low Tuck Kwong melejit cukup tinggi sepanjang tahun ini berkat harga komoditas khususnya batubara yang merangkak naik. Dia sendiri adalah pendiri emiten tambang batubara PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Pada hari Senin (26/12/2022) saham BYAN sendiri bergerak cukup menjanjikan. Sepanjang sesi I ini BYAN menguat cukup signifikan yakni sebesar 4,85 persen atau telah menguat bertamabah 900 basis poin ke level Rp19.475 per lembar saham.

Sejak pembukaan tadi pagi saham BYAN memang terlihat terus merangkak naik dari pembukaan awal di level Rp18.500 hingga mencapai level tertingginya di Rp19.800 per lembar saham.

BYAN sendiri sudah ditransaksikan sebanyak 1,4 juta saham dengan nilai mencapai Rp26,85 miliar dengantotal frekuensi perdagangan sebanyak 3.510 kali.

Sebelumnya, Low Tuck Kwong tak pernah bermimpi jadi orang paling kaya se Tanah Air usai kekayaanya melejit cukup tinggi sepanjang tahun ini berkat harga komoditas yang merangkak naik.

Mengutip real time Forbes, Senin (26/12/2022) kini kekayaan pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menembus US$25,2 miliar atau setara Rp378 triliun (asumsi kurs Rp15.000 per dolar AS),

Dengan kekayaan tersebut sudah cukup untuk dirinya menempati orang paling tajir se-Indonesia, dia menyalip posisi Hartono bersaudara yang harus puas di peringkat ke-2 dan ke-3.

Tak hanya karena harga batubara yang core utama bisnis BYAN, Low Tuck Kwong juga diketahui tercatat sebagai pengendali di perusahaan energi terbarukan Singapura, Metis Energy yang sebelumnya dikenal sebagai Manhattan Resources dan memiliki kepentingan di The Farrer Park Company, Samindo Resources, dan Voksel Electric.

Kwong juga menjadi pendukung utama SEAX Global untuk membangun sistem kabel laut bawah laut untuk konektivitas internet yang menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia.

Keputusannya membeli tambang itulah yang membawanya saat ini menjadi orang terkaya nomor satu di Indonesia. Jumlah kekayaannya juga terpantau cukup jauh dari Hartono bersaudara.

Budi Hartono menjadi orang terkaya nomor dua dengan harta US$22,1 miliar atau Rp331,5 triliun.

Kemudian, Michael Hartono bergeser menjadi orang terkaya nomor tiga di Indonesia dengan kekayaan US$21,3 miliar atau Rp319,5 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkah Harga Tambang Membuat Low Tuck Kwong Jadi Oang Paling Tajir di RI

Berkah Harga Tambang Membuat Low Tuck Kwong Jadi Oang Paling Tajir di RI

Bisnis | Senin, 26 Desember 2022 | 11:42 WIB

IHSG Dibuka Menguat, Tengok Saham-saham Menarik di Pekan Terakhir Tahun 2022

IHSG Dibuka Menguat, Tengok Saham-saham Menarik di Pekan Terakhir Tahun 2022

Bisnis | Senin, 26 Desember 2022 | 09:10 WIB

Hartono Bersaudara Tergeser,  Ini Sosok Baru Orang Terkaya di Indonesia

Hartono Bersaudara Tergeser, Ini Sosok Baru Orang Terkaya di Indonesia

Bisnis | Senin, 26 Desember 2022 | 08:03 WIB

Terkini

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:23 WIB

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:12 WIB

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10 WIB

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB

Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil

Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB

PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional

PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:59 WIB

Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794

Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51 WIB

Kolaborasi 7 BUMN di Lampung Selatan Dorong Pelestarian Terumbu Karang dan Penguatan Ekonomi Pesisir

Kolaborasi 7 BUMN di Lampung Selatan Dorong Pelestarian Terumbu Karang dan Penguatan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51 WIB

Pengusaha Sambut Bos Baru BEI, Berharap Ini Terjadi

Pengusaha Sambut Bos Baru BEI, Berharap Ini Terjadi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:28 WIB

Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%

Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:21 WIB