Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

Alasan Malaysia Ajak Indonesia Hentikan Ekspor CPO ke Eropa: Ruwet, Bikin Rugi Melulu

M Nurhadi

Minggu, 15 Januari 2023 | 07:32 WIB
Alasan Malaysia Ajak Indonesia Hentikan Ekspor CPO ke Eropa: Ruwet, Bikin Rugi Melulu
Sawit di kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan [Suara.com/Tasmalinda]

Suara.com - Malaysia kini tengah mempertimbangkan untuk menghentikan ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak sawit dan produk turunannya ke Eropa. Negeri Jiran mengajak Indonesia, yang juga eksportir sawit ke Eropa, untuk melakukan hal serupa. Alasannya, Uni Eropa baru saja meneken undang-undang baru yang mengatur penjualan produk perkebunan dengan lebih ketat. Sawit dan produk turunannya masuk karena komoditas ini dipandang sebagai penyebab utama deforestasi di kawasan Asia Tenggara. 

Mengutip Antara, Menteri Komoditas Fadillah Yusof mengatakan Malaysia dan Indonesia akan membahas undang-undang baru yang menyebutkan bahwa impor kelapa sawit dilarang di Uni Eropa, kecuali para importir bisa membuktikan bahwa produk-produk tersebut dalam proses produksinya tidak merusak hutan. 

Indonesia dan Malaysia sebagai penghasil kelapa sawit utama untuk negara-negara Uni Eropa memprotes kebijakan tersebut. Padahal kedua negara ini telah membuat standar sertifikasi keberlanjutan wajib untuk semua perkebunan kelapa sawit. 

Fadillah menegaskan Malaysia akan melawan kebijakan ini, termasuk dengan melibatkan para ahli apabila dibutuhkan. Jika tidak berhasil, ekspor ke negara-negara Uni Eropa akan dihentikan. Malaysia hanya akan fokus ke negara-negara lain dengan kebijakan yang tidak berbelit-belit. 

Fadillah juga mengajak anggota Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit (CPOPC) bekerja sama menentang undang-undang tersebut, yang hanya menjadi tudingan tidak berdasar dalam pengelolaan lingkungan. 

Menanggapi hal ini, Duta Besar Uni Eropa untuk Malaysia, Michalis Rokas, mengatakan pihaknya tidak melarang impor minyak sawit dari negara tersebut ke negaranya. Undang-undang deforestasi tidak dimaksudkan untuk menciptakan hambatan aktivitas ekspor Malaysia.

Namun, undang-undang tersebut memang bertujuan untuk memastikan bahwa produksi komoditas tertentu tidak mendorong deforestasi dan degradasi hutan.

Peraturan yang sama juga berlaku di internal negara-negara Uni Eropa. Kendati demikian, Rokas tak menampik bahwa permintaan sawit ke Uni Eropa akan menurun dalam sepuluh tahun terakhir.

Meskipun saat ini Uni Eropa adalah konsumen sawit terbesar ketiga di dunia. Menurut data Dewan Minyak Sawit Malaysia, Uni Eropa menyumbang 9,4 persen ekspor minyak sawit dari Malaysia atau sekitar 1,47 juta ton pada 2022. Angka ini turun sekitar sepuluh persen dari tahun sebelumnya. 

Di Indonesia, industri kelapa sawit menjadi penyumbang devisa negara terbesar. Angkanya mencapai 25,60 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp358 triliun.

Dengan besar devisa itu, industri sawit juga telah membuat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus 21,70 miliar dolar.Kelapa sawit bahkan jadi penyumbang devisa negara terbesar dalam 20 tahun. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Malaysia Open 2023: Tekuk Wakil Korsel, Fajar/Rian Maju ke Final

Hasil Malaysia Open 2023: Tekuk Wakil Korsel, Fajar/Rian Maju ke Final

Sport | Sabtu, 14 Januari 2023 | 23:39 WIB

Hasil Semifinal Malaysia Open 2023: Fajar/Rian Menang, Ranking 1 Dunia Semua Sektor ke Final

Hasil Semifinal Malaysia Open 2023: Fajar/Rian Menang, Ranking 1 Dunia Semua Sektor ke Final

Ranah | Sabtu, 14 Januari 2023 | 23:21 WIB

Tak Mampu Lanjutkan Pertandingan, Fadia Alami Cedera Ligamen Pergelangan Kaki Kanan

Tak Mampu Lanjutkan Pertandingan, Fadia Alami Cedera Ligamen Pergelangan Kaki Kanan

Purwokerto | Sabtu, 14 Januari 2023 | 19:43 WIB

Fadia Cedera, Apriyani/Fadia Gagal ke Final Malaysia Open 2023

Fadia Cedera, Apriyani/Fadia Gagal ke Final Malaysia Open 2023

Purwokerto | Sabtu, 14 Januari 2023 | 19:23 WIB

Fadia Alami Cedera Ligamen Pergelangan Kaki di Semifinal Malaysia Open 2023

Fadia Alami Cedera Ligamen Pergelangan Kaki di Semifinal Malaysia Open 2023

Sport | Sabtu, 14 Januari 2023 | 18:39 WIB

Perjalanan Karier Dejan/Gloria Sebelum Jadi Semifinalis Malaysia Open 2023

Perjalanan Karier Dejan/Gloria Sebelum Jadi Semifinalis Malaysia Open 2023

Your Say | Sabtu, 14 Januari 2023 | 17:39 WIB

Terkini

Transformasi Berbuah Manis, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun untuk Negara pada 2025

Transformasi Berbuah Manis, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun untuk Negara pada 2025

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:03 WIB

Mendag Pastikan HET Minyakita Tak Naik, Pilih Fokus Distribusi Stok ke Pasar Rakyat

Mendag Pastikan HET Minyakita Tak Naik, Pilih Fokus Distribusi Stok ke Pasar Rakyat

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:57 WIB

Berlaku 1 Juli, BBM Jenis Baru B50 Masuk Tahap Evaluasi Akhir

Berlaku 1 Juli, BBM Jenis Baru B50 Masuk Tahap Evaluasi Akhir

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:44 WIB

Perdamaian AS - Iran Tekan Harga Minyak Dunia, Risiko Krisis Energi Mulai Mereda

Perdamaian AS - Iran Tekan Harga Minyak Dunia, Risiko Krisis Energi Mulai Mereda

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:08 WIB

Siap-siap! Ada Raksasa BUMN Asuransi yang Baru Akan Dibentuk

Siap-siap! Ada Raksasa BUMN Asuransi yang Baru Akan Dibentuk

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:08 WIB

Aturan Kemasan Polos Rokok Dinilai Bisa Bikin Pendapatan Pedagang Makin Seret

Aturan Kemasan Polos Rokok Dinilai Bisa Bikin Pendapatan Pedagang Makin Seret

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:58 WIB

Inflasi Pangan Berpotensi Mereda, Harga Cabai hingga Beras Kompak Turun

Inflasi Pangan Berpotensi Mereda, Harga Cabai hingga Beras Kompak Turun

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:46 WIB

IHSG Dibuka Merah ke Level 6.191, Cek Saham yang Wajib Dipantau

IHSG Dibuka Merah ke Level 6.191, Cek Saham yang Wajib Dipantau

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:36 WIB

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:35 WIB

Lingkar Dalam Prabowo Bikin Investor Waswas, Rupiah dan IHSG Kena Tekanan

Lingkar Dalam Prabowo Bikin Investor Waswas, Rupiah dan IHSG Kena Tekanan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:29 WIB