Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.458,496
LQ45 746,470
Srikehati 349,085
JII 516,664

Ciptakan Pertanian Berkelanjutan, Pandawa Agri Indonesia Hadirkan Sustainability Report

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 19 Januari 2023 | 11:47 WIB
Ciptakan Pertanian Berkelanjutan, Pandawa Agri Indonesia Hadirkan Sustainability Report
PAI satu-satunya perusahaan dengan inovasi berupa reduktan pestisida, menghadirkan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) bertajuk Akselerasi Pertanian Berkelanjutan (Accelerating Sustainable Agriculture).

Suara.com - Pandawa Agri Indonesia (PAI), satu-satunya perusahaan dengan inovasi berupa reduktan pestisida, menghadirkan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) bertajuk Akselerasi Pertanian Berkelanjutan (Accelerating Sustainable Agriculture).

Laporan ini memuat kinerja PAI dalam menjalankan prinsip-prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG) selama tahun 2022 dalam rangka mempercepat transisi pertanian Indonesia menjadi sektor yang lebih berkelanjutan.

PAI mengedepankan komitmen 3 PRO yaitu Protecting the Environment atau menjaga kelestarian lingkungan, Prospering the People atau menyejahterakan masyarakat dan karyawan, dan Promoting Responsible Business atau menjalankan bisnis secara bertanggung jawab.

Dalam Sustainability Report perusahaan yang disampaikan pada Rabu, 18 Januari 2023 lalu, PAI mencatat kontribusinya dalam mengurangi lebih dari 1,5 juta liter penggunaan pestisida di lebih dari 2 juta hektar lahan perkebunan di Indonesia dan Malaysia. Dari angka ini, lebih dari 16.500 pekerja semprot dan petani telah terhindar dari paparan berlebih bahan kimia berbahaya yang berasal dari pestisida.

“Agrikultur merupakan salah satu sektor terbesar di Indonesia dan berperan penting dalam krisis iklim yang terjadi karena menghasilkan 19-29% emisi Gas Rumah Kaca secara global. Pengurangan penggunaan pestisida dengan reduktan yang kami lakukan ini telah berkontribusi dalam mengurangi hampir 5.000 ton emisi karbon dioksida. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk dapat mengurangi emisi karbon sebanyak 31,89 persen dengan usaha sendiri dan 43,2 persen dengan bantuan internasional di tahun 2030 mendatang,” kata Kukuh Roxa, CEO Pandawa Agri Indonesia.

Selain menciptakan terobosan reduktan, PAI juga mengembangkan ekosistem petani swadaya (smallholders) untuk semakin mendorong terciptanya sektor pertanian yang berkelanjutan.

"Kami membentuk ekosistem petani yang end-to-end: di hulu kami memfasilitasi petani dengan teknologi PPAI dan di hilir kami mendampingi petani dengan manajemen pasca panen yang terintegrasi. Saat ini PAI telah mengembangkan ekosistem petani padi di Nagekeo, petani kopi di Pagar Alam, dan petani cabe di Banyuwangi.” kata Kukuh.

Sejumlah petani dampingan PAI mengalami peningkatan produktivitas hasil panen hingga 53% dan pendapatannya meningkat karena hasil panen dibeli dengan harga yang kompetitif. PAI juga turut menggandeng Rabo Foundation guna memperkuat inklusi keuangan melalui penyaluran pendanaan produktif dengan bunga yang rendah.

Kukuh menambahkan, lebih dari Rp 5 miliar total pembiayaan telah difasilitasi ke petani swadaya dalam bentuk kredit produktif dan product off-taking.

Diva Tanzil selaku Impact Finance Consultant dari Rabo Foundation menjelaskan, “Kami memiliki misi untuk meningkatkan kemajuan ekonomi, sosial, dan ekologi di negara berkembang. Kami melihat inisiatif dan inovasi yang dijalankan PAI dalam menumbuhkan sektor pertanian yang berkelanjutan sejalan dengan rencana kami untuk menciptakan pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim yang ada.”

Diva juga mengapresiasi kerjasama yang telah berjalan sejak 2022 lalu. Kolaborasi ini memungkinkan Rabo Foundation memperluas jangkauan layanan dan memberikan dampak positif bagi petani kecil di daerah pedesaan yang memiliki akses keuangan terbatas.

Pembiayaan yang diberikan diharapkan dapat terus memberi kemudahan bagi petani dan mendongkrak angka inklusi keuangan di daerah tersebut.

Langkah strategis yang dilakukan oleh PAI ini juga diapresiasi oleh Dr. Ir. Musdhalifah Machmud, M.T., Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Dr. Machmud mengatakan, “Kinerja PAI sangat mendukung rencana pemerintah dalam menerapkan ekonomi hijau sebagai salah satu strategi utama dalam transformasi ekonomi. Hal ini juga mendukung percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, serta mendorong terciptanya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.”

Dengan terus berfokus dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat pertanian, karyawan, serta menjaga tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), PAI optimis dapat mempercepat realisasi pertanian yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

“Dengan terus memperluas jangkauan reduktan pestisida dan inisiasi pengembangan ekosistem smallholders, kami siap mengakselerasi pertanian Indonesia menjadi lebih sehat, aman bagi lingkungan, dan berkelanjutan,” tutup Kukuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Ah, Itu Kan Urusannya Presiden' Syahrul Yasin Limpo Ogah Ambil Pusing Soal Isu Reshuffle

'Ah, Itu Kan Urusannya Presiden' Syahrul Yasin Limpo Ogah Ambil Pusing Soal Isu Reshuffle

News | Selasa, 17 Januari 2023 | 13:16 WIB

Didesak Mundur dari Jabatan Mentan oleh Ketua DPP PDIP, Syahrul Yasin Limpo: Aku Peluk-pelukan Sama Djarot

Didesak Mundur dari Jabatan Mentan oleh Ketua DPP PDIP, Syahrul Yasin Limpo: Aku Peluk-pelukan Sama Djarot

News | Senin, 16 Januari 2023 | 17:57 WIB

Hasil Pertanian di Purworejo Meningkat Hingga 3 Kali Panen Berkat Bantuan Pompa Air Tenaga Surya dari Ganjar

Hasil Pertanian di Purworejo Meningkat Hingga 3 Kali Panen Berkat Bantuan Pompa Air Tenaga Surya dari Ganjar

Bisnis | Minggu, 08 Januari 2023 | 14:05 WIB

Terkini

Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal

Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 14:10 WIB

Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU

Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 13:34 WIB

Ketahanan Energi RI Naik Jadi Hampir 30 Hari, Bahlil: Target 1 Bulan Segera Tercapai

Ketahanan Energi RI Naik Jadi Hampir 30 Hari, Bahlil: Target 1 Bulan Segera Tercapai

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 12:34 WIB

Pasar Global Makin Ketat, KKP Dorong Transparansi Rantai Pasok Ikan

Pasar Global Makin Ketat, KKP Dorong Transparansi Rantai Pasok Ikan

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 11:56 WIB

JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit

JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 11:55 WIB

Selat Hormuz Masih Tertutup, Ranjau Laut Iran Ganggu Pasokan Energi Global

Selat Hormuz Masih Tertutup, Ranjau Laut Iran Ganggu Pasokan Energi Global

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 11:14 WIB

WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU,Menteri Dody Ungkap Alasan Tugas

WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU,Menteri Dody Ungkap Alasan Tugas

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 09:10 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 07:24 WIB

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 22:53 WIB

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:13 WIB