Ciptakan Pertanian Berkelanjutan, Pandawa Agri Indonesia Hadirkan Sustainability Report

Iwan Supriyatna

Kamis, 19 Januari 2023 | 11:47 WIB
Ciptakan Pertanian Berkelanjutan, Pandawa Agri Indonesia Hadirkan Sustainability Report
PAI satu-satunya perusahaan dengan inovasi berupa reduktan pestisida, menghadirkan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) bertajuk Akselerasi Pertanian Berkelanjutan (Accelerating Sustainable Agriculture).

Suara.com - Pandawa Agri Indonesia (PAI), satu-satunya perusahaan dengan inovasi berupa reduktan pestisida, menghadirkan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) bertajuk Akselerasi Pertanian Berkelanjutan (Accelerating Sustainable Agriculture).

Laporan ini memuat kinerja PAI dalam menjalankan prinsip-prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG) selama tahun 2022 dalam rangka mempercepat transisi pertanian Indonesia menjadi sektor yang lebih berkelanjutan.

PAI mengedepankan komitmen 3 PRO yaitu Protecting the Environment atau menjaga kelestarian lingkungan, Prospering the People atau menyejahterakan masyarakat dan karyawan, dan Promoting Responsible Business atau menjalankan bisnis secara bertanggung jawab.

Dalam Sustainability Report perusahaan yang disampaikan pada Rabu, 18 Januari 2023 lalu, PAI mencatat kontribusinya dalam mengurangi lebih dari 1,5 juta liter penggunaan pestisida di lebih dari 2 juta hektar lahan perkebunan di Indonesia dan Malaysia. Dari angka ini, lebih dari 16.500 pekerja semprot dan petani telah terhindar dari paparan berlebih bahan kimia berbahaya yang berasal dari pestisida.

“Agrikultur merupakan salah satu sektor terbesar di Indonesia dan berperan penting dalam krisis iklim yang terjadi karena menghasilkan 19-29% emisi Gas Rumah Kaca secara global. Pengurangan penggunaan pestisida dengan reduktan yang kami lakukan ini telah berkontribusi dalam mengurangi hampir 5.000 ton emisi karbon dioksida. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk dapat mengurangi emisi karbon sebanyak 31,89 persen dengan usaha sendiri dan 43,2 persen dengan bantuan internasional di tahun 2030 mendatang,” kata Kukuh Roxa, CEO Pandawa Agri Indonesia.

Selain menciptakan terobosan reduktan, PAI juga mengembangkan ekosistem petani swadaya (smallholders) untuk semakin mendorong terciptanya sektor pertanian yang berkelanjutan.

"Kami membentuk ekosistem petani yang end-to-end: di hulu kami memfasilitasi petani dengan teknologi PPAI dan di hilir kami mendampingi petani dengan manajemen pasca panen yang terintegrasi. Saat ini PAI telah mengembangkan ekosistem petani padi di Nagekeo, petani kopi di Pagar Alam, dan petani cabe di Banyuwangi.” kata Kukuh.

Sejumlah petani dampingan PAI mengalami peningkatan produktivitas hasil panen hingga 53% dan pendapatannya meningkat karena hasil panen dibeli dengan harga yang kompetitif. PAI juga turut menggandeng Rabo Foundation guna memperkuat inklusi keuangan melalui penyaluran pendanaan produktif dengan bunga yang rendah.

Kukuh menambahkan, lebih dari Rp 5 miliar total pembiayaan telah difasilitasi ke petani swadaya dalam bentuk kredit produktif dan product off-taking.

baca juga

Diva Tanzil selaku Impact Finance Consultant dari Rabo Foundation menjelaskan, “Kami memiliki misi untuk meningkatkan kemajuan ekonomi, sosial, dan ekologi di negara berkembang. Kami melihat inisiatif dan inovasi yang dijalankan PAI dalam menumbuhkan sektor pertanian yang berkelanjutan sejalan dengan rencana kami untuk menciptakan pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim yang ada.”

Diva juga mengapresiasi kerjasama yang telah berjalan sejak 2022 lalu. Kolaborasi ini memungkinkan Rabo Foundation memperluas jangkauan layanan dan memberikan dampak positif bagi petani kecil di daerah pedesaan yang memiliki akses keuangan terbatas.

Pembiayaan yang diberikan diharapkan dapat terus memberi kemudahan bagi petani dan mendongkrak angka inklusi keuangan di daerah tersebut.

Langkah strategis yang dilakukan oleh PAI ini juga diapresiasi oleh Dr. Ir. Musdhalifah Machmud, M.T., Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Dr. Machmud mengatakan, “Kinerja PAI sangat mendukung rencana pemerintah dalam menerapkan ekonomi hijau sebagai salah satu strategi utama dalam transformasi ekonomi. Hal ini juga mendukung percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, serta mendorong terciptanya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.”

Dengan terus berfokus dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat pertanian, karyawan, serta menjaga tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), PAI optimis dapat mempercepat realisasi pertanian yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

“Dengan terus memperluas jangkauan reduktan pestisida dan inisiasi pengembangan ekosistem smallholders, kami siap mengakselerasi pertanian Indonesia menjadi lebih sehat, aman bagi lingkungan, dan berkelanjutan,” tutup Kukuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Ah, Itu Kan Urusannya Presiden' Syahrul Yasin Limpo Ogah Ambil Pusing Soal Isu Reshuffle

'Ah, Itu Kan Urusannya Presiden' Syahrul Yasin Limpo Ogah Ambil Pusing Soal Isu Reshuffle

News | Selasa, 17 Januari 2023 | 13:16 WIB

Didesak Mundur dari Jabatan Mentan oleh Ketua DPP PDIP, Syahrul Yasin Limpo: Aku Peluk-pelukan Sama Djarot

Didesak Mundur dari Jabatan Mentan oleh Ketua DPP PDIP, Syahrul Yasin Limpo: Aku Peluk-pelukan Sama Djarot

News | Senin, 16 Januari 2023 | 17:57 WIB

Hasil Pertanian di Purworejo Meningkat Hingga 3 Kali Panen Berkat Bantuan Pompa Air Tenaga Surya dari Ganjar

Hasil Pertanian di Purworejo Meningkat Hingga 3 Kali Panen Berkat Bantuan Pompa Air Tenaga Surya dari Ganjar

Bisnis | Minggu, 08 Januari 2023 | 14:05 WIB

Terkini

Ibam Unggah Arsip Rahasia di X, Pengacara: Bukan Ancaman untuk Proses Hukum

Ibam Unggah Arsip Rahasia di X, Pengacara: Bukan Ancaman untuk Proses Hukum

News | Senin, 14 September 2026 | 11:25 WIB

9 Cara agar Nasi Tahan Lama di Rice Cooker, Hindari Buka Tutup Terlalu Sering

9 Cara agar Nasi Tahan Lama di Rice Cooker, Hindari Buka Tutup Terlalu Sering

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:25 WIB

Prajurit TNI AU Diduga Tewas Dianiaya Senior, DPR Desak Kasus Diusut Tuntas

Prajurit TNI AU Diduga Tewas Dianiaya Senior, DPR Desak Kasus Diusut Tuntas

News | Senin, 14 September 2026 | 11:24 WIB

Persija Bungkam Persib di SUGBK, Shayne Pattynama Malah Kecewa Berat

Persija Bungkam Persib di SUGBK, Shayne Pattynama Malah Kecewa Berat

Bola | Senin, 14 September 2026 | 11:24 WIB

7 Pilihan HP Warna Pink di Bawah Rp5 Juta, Performa Stabil dan Desain Stylish

7 Pilihan HP Warna Pink di Bawah Rp5 Juta, Performa Stabil dan Desain Stylish

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 11:22 WIB

Arab Saudi Luncurkan 50 Serangan Gempur Yaman Usai Houthi Bom Pangkalan Udara Sharurah

Arab Saudi Luncurkan 50 Serangan Gempur Yaman Usai Houthi Bom Pangkalan Udara Sharurah

News | Senin, 14 September 2026 | 11:21 WIB

Kualitas Udara Pekanbaru Masih Buruk, Siswa Pulang Lebih Awal

Kualitas Udara Pekanbaru Masih Buruk, Siswa Pulang Lebih Awal

Riau | Senin, 14 September 2026 | 11:20 WIB

Meditasi dan Mindfulness Apakah Sama? Begini Penjelasan Lengkapnya

Meditasi dan Mindfulness Apakah Sama? Begini Penjelasan Lengkapnya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:19 WIB

Tak Hanya Soal Asap, Vape Sekali Pakai Jadi Ancaman Baru bagi Lingkungan: Kenapa?

Tak Hanya Soal Asap, Vape Sekali Pakai Jadi Ancaman Baru bagi Lingkungan: Kenapa?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:17 WIB

5 Jurnalis Masih Hilang di Selat Sunda, Pencarian Hari Ketujuh Memasuki Penentuan

5 Jurnalis Masih Hilang di Selat Sunda, Pencarian Hari Ketujuh Memasuki Penentuan

News | Senin, 14 September 2026 | 11:17 WIB

×