Emas Perhiasan Tersingkir, Kini Masyarakat Lebih Senang Beli Logam Mulia

Jum'at, 20 Januari 2023 | 16:33 WIB
Emas Perhiasan Tersingkir, Kini Masyarakat Lebih Senang Beli Logam Mulia
Aktivitas Jual Beli Emas di Toko Emas/ist

Suara.com - Minat investasi masyarakat saat ini mulai bergeser. Kini masyarakat lebih senang membeli logam mulia ketimbang emas perhiasan di toko emas.

Founder Toko Semanggi Gold & Jewelry, Rici Rinaldy mengakui, banyak pelanggan yang justru mencari logam mulia dibanding emas perhiasan. Alasannya, jelas dia, karena masyarakat belajar dari pengalaman dalam investasi emas.

"Lebih saving, lebih gampang jualnya lebih cepat. Jadi nggak harus ke toko yang bersangkutan, ke mana aja bisa,tetangga pun kalau urgent kita pinjem lah, lebih fleksibel. Kalau emas perhiasan masih tapi nggak kayak biasanya," ujar Rici di Jakarta, Jumat (20/1/2023).

Menurutnya, naiknya harga emas perhiasan juga menjadi alasan, masyarakat lebih memilih logam mulia. Saat ini, ungkap Rici, harga emas perhiasan dengan kadar 22 karat dibanderol sebesar Rp 800 per gram.

Selain itu, ongkos potong pada emas perhiasan juga menjadi pertimbangan masyarakat lebih banyak membeli logam mulia.

"Kalau berbentuk perhiasan sebenernya sama, cuma cost buat potongan ongkos kerja lebih gede daripada batangan. Harga emas Rp 800 ribu, terakhir Rp 780 ribu, naikknya dikit-dikit itu untuk emas 22 karat," imbuh dia.

Diburu masyarakat meski harga mahal

Rici juga mengungkapkan fakta yang mengejutkan, pasalnya harga logam mulia yang saat ini masih tinggi, masih diburu masyarakat.

Menurutnya, kondisi ini berbeda sebelum adanya pandemi yang justru berbondong-bondong menjual harga emasnya, ketika harga sedang naik.

Baca Juga: Kinclong, Harga Emas Makin Terbang Tinggi Tahun Ini

"Kalau kita lihat sih berbeda yah, sebelum pandemi emas naik banyak yang jual. Sekarang nggak, malah rumor logam mulia naik banyak yang beli logam mulia," ucap dia.

Rici menambahkan, saat ini para masyarakat telah banyak berpikir untuk lebih banyak menabung emas logam mulia dibanding harus menjual ketika harga tengah tinggi.

"Kalau mereka nggak urgent banget mereka nggak bakal jual. Mereka bisa beli lagi nggak dengan harga segitu, kayaknya sekarang pola pikir kesitu, kalau dulu jual langsung," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI