Dirut Indonesia Re: BUMN dan SP BUMN Berperan Signifikan dalam Pencapaian Indonesia Emas 2045

Iwan Supriyatna

Jum'at, 10 Februari 2023 | 12:57 WIB
Dirut Indonesia Re: BUMN dan SP BUMN Berperan Signifikan dalam Pencapaian Indonesia Emas 2045
Direktur Utama PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re, Benny Waworuntu.

Suara.com - Badan Usaha Milik Negara bersama para pekerjanya yang bersatu di bawah Serikat Pekerja BUMN dinilai memiliki peran yang signifikan dalam membantu pencapaian target visi Indonesia Emas 2045.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re, Benny Waworuntu, saat menjadi pembicara dalam Kongres III Serikat Pekerja BUMN.

Benny menjelaskan, BUMN dengan nilai aset mencapai Rp9.000 triliun dan ekosistem usaha yang sangat beragam tentu memainkan peran penting dalam mewujudkan visi tersebut.

Dia mencontohkan, di sektor asuransi saja, BUMN memiliki perusahaan yang bergerak di sektor asuransi jiwa, asuransi umum, dan reasuransi, serta layanan usaha berbasis syariah.

“Jadi, BUMN memainkan peranan yang sangat penting sebagai driver dan katalisator untuk ikut mendorong pencapaian target-target yang ada di Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Tak hanya sebagai organisasi usaha, BUMN juga didukung oleh ratusan ribu sumber daya manusia atau SDM yang kuat di bawah Serikat Pekerja (SP) BUMN yang menjadi aset atau modal utama sebagai agen perubahan di Nusantara. Para pekerja, jelas dia, bisa berkontribusi baik sebagai individu maupun pekerja dalam organisasi usaha.

Dengan begitu, BUMN bisa menjadi penggerak utama baik sebagai keseluruhan maupun masing-masing organisasi usaha di bidangnya.

“BUMN dan SP BUMN bisa memainkan peranan penting sebagai agen perubahan baik secara individu maupun organisasi dalam menjalankan peran berdasarkan core value kami, AKHLAK [amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif].”

Tantangan BUMN

baca juga

Untuk membantu perwujudan visi Indonesia Emas 2045, Benny mengungkapkan ada sejumlah tantangan yang dihadapi oleh BUMN dan SP BUMN. Pertama adalah dari sisi organisasi, sedangkan yang kedua dari sisi SDM.

Terkait organisasi, Benny menjelaskan bahwa BUMN harus bisa terus mengkaji organisasi agar dapat memaksimalkan produktivitas dari karyawan dan proses bisnis.

Dia memerinci saat ini ekosistem BUMN sudah mengerucut dengan 41 perusahaan inti. Dengan kondisi itu, BUMN perlu terus mengkaji apakah bentuk atau ekosistem yang sudah terbentuk itu sudah cukup efektif untuk bisa berkembang dan saling melengkapi.

“Artinya, apakah organisasi yang ada sekarang itu bisa lebih suportif untuk bisa memaksimalkan produktivitas dari karyawan dan proses bisnis? Demikian juga dengan organisasi yang ada di dalam masing-masing BUMN itu sendiri; apakah sudah cukup linier dan bisa lebih lincah dalam menyikapi perubahan yang harus dilakukan untuk bisa mencapai target yang ada di dalam Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Sementara dari sisi SDM, sambung Benny, kesiapan pekerja perlu menjadi perhatian setiap BUMN. BUMN, jelasnya, harus bisa memastikan bahwa pengembangan SDM bisa berjalan optimal.

Selain itu, Benny menegaskan bahwa setiap pekerja BUMN harus memiliki inisiatif untuk melakukan pengembangan diri baik di dalam organisasi maupun secara mandiri.

“Artinya pekerja itu tidak boleh hanya menggantungkan pengembangan dari organisasi atau tempat dia bekerja, tapi dia harus punya juga keinginan untuk mengembangkan diri untuk bisa berkontribusi secara maksimal pada organisasi BUMN tempat dia bekerja yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas dari BUMN tersebut.”

Benny menambahkan, Indonesia Re sebagai BUMN di bidang reasuransi, terus berupaya untuk mengimplementasikan hal tersebut. Visi yang telah disepakati bersama antara Pemerintah RI, selaku pemegang saham, dan direksi serta komisaris terus dikomunikasikan dengan terperinci kepada seluruh SDM di Indonesia Re.

Dengan begitu, jelas Benny, setiap individu pekerja yang ada di Indonesia Re mengetahui dan memahami target pencapaian masing-masing.

“Sehingga setiap orang sudah jelas targetnya apa, bagaimana dia bisa berkontribusi, yang pada akhirnya berdampak pada kinerja organisasi (perusahaan).” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efisiensi Jadi Salah Satu Faktor Kunci Keberhasilan BRI Dalam Menjaga Bottom Line Kinerja Perusahaan

Efisiensi Jadi Salah Satu Faktor Kunci Keberhasilan BRI Dalam Menjaga Bottom Line Kinerja Perusahaan

Sulsel | Jum'at, 10 Februari 2023 | 12:00 WIB

Erick Thohir: Kementerian akan Terus Dorong Perusahaan BUMN Beri Kontribusi Lebih Besar pada Negara

Erick Thohir: Kementerian akan Terus Dorong Perusahaan BUMN Beri Kontribusi Lebih Besar pada Negara

Jogja | Jum'at, 10 Februari 2023 | 11:30 WIB

Raup Laba Rp51,4 Triliun, Menteri BUMN Apresiasi Keberhasilan BRI Lakukan Efisiensi

Raup Laba Rp51,4 Triliun, Menteri BUMN Apresiasi Keberhasilan BRI Lakukan Efisiensi

Bisnis | Jum'at, 10 Februari 2023 | 11:05 WIB

Terkini

Terdiri dari 15 Pasal, RUU Pengaturan Reforma Agraria Siap Disahkan Jadi UU di Paripurna

Terdiri dari 15 Pasal, RUU Pengaturan Reforma Agraria Siap Disahkan Jadi UU di Paripurna

News | Senin, 21 September 2026 | 13:54 WIB

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

News | Senin, 21 September 2026 | 13:53 WIB

Warga Batu Aji Ngeluh Krisis Air, Rawat Mertua Stroke dengan Tisu Basah

Warga Batu Aji Ngeluh Krisis Air, Rawat Mertua Stroke dengan Tisu Basah

Batam | Senin, 21 September 2026 | 13:52 WIB

KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor Terkait Kasus ATR/BPN

KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor Terkait Kasus ATR/BPN

News | Senin, 21 September 2026 | 13:52 WIB

Menuntut Dampak Nyata BRICS: Mampukah QRIS dan UPI India Berkolaborasi demi Pedagang Kaki Lima?

Menuntut Dampak Nyata BRICS: Mampukah QRIS dan UPI India Berkolaborasi demi Pedagang Kaki Lima?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:51 WIB

Daemons of the Shadow Realm Umumkan Season 2, Kisah Yuru dan Asa Berlanjut

Daemons of the Shadow Realm Umumkan Season 2, Kisah Yuru dan Asa Berlanjut

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:50 WIB

Siap-siap Amerika Boncos! Iran Mau Luncurkan Rudal Lagi Kalau Ini Terjadi

Siap-siap Amerika Boncos! Iran Mau Luncurkan Rudal Lagi Kalau Ini Terjadi

News | Senin, 21 September 2026 | 13:49 WIB

KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor, Apa yang Dicari?

KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor, Apa yang Dicari?

News | Senin, 21 September 2026 | 13:46 WIB

5 Penyebab HP Cepat Panas, Ketahui untuk Mencegah Kerusakan Fatal

5 Penyebab HP Cepat Panas, Ketahui untuk Mencegah Kerusakan Fatal

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 13:42 WIB

Sempat Berkali-kali Hilang, Nusron Wahid Akhirnya Nongol di DPR Bahas RUU Reforma Agraria

Sempat Berkali-kali Hilang, Nusron Wahid Akhirnya Nongol di DPR Bahas RUU Reforma Agraria

News | Senin, 21 September 2026 | 13:41 WIB

×