Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Qodari Sebut AHY Sulit Tandingi Erick Thohir Sebagai Cawapres Terkuat di Pilpres 2024

Iwan Supriyatna

Jum'at, 24 Maret 2023 | 20:21 WIB
Qodari Sebut AHY Sulit Tandingi Erick Thohir Sebagai Cawapres Terkuat di Pilpres 2024
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (kanan). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]

Suara.com - Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menilai pengaruh presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pilpres 2024 tidak begitu kuat, apalagi dengan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hal itu dikatakan Qodari merespon polemik soal nama menteri BUMN Erick Thohir sebagai cawapres terkuat di Pilpres 2024. Ada pengamat lain yang membandingkan nama Erick dengan AHY sebagai cawapres terkuat, sebab AHY merupakan anak mantan presiden dan memiliki partai politik.

Menurut Qodari, tidak bisa membandingkan nama sekaliber SBY dengan AHY dan Erick Thohir dengan AHY. Sebab, mereka memiliki latar belakang pengalaman dan nasib yang berbeda. Misalkan antara SBY dan AHY, keduanya punya profil yang berbeda baik dalam pemerintahan maupun karir di militer.

“Pertama, SBY bukan AHY dan AHY bukan SBY. Memang keduanya pernah Ketum Partai Demokrat, walaupun harus dikatakan juga bahwa AHY itu bisa jadi Ketum Demokrat karena faktor pak SBY. Sementara Pak SBY jadi Ketum Demokrat karena faktor dirinya sendiri,” kata Qodari, Jumat (24/3).

Kedua, kata Qodari, profil SBY dengan AHY sangat jauh berbeda. Sehingga tidak bisa disamakan, misalkan SBY yang punya latar belakang militer sebagai jenderal, sementara AHY mentok sampai mayor.

"Kemudian pak SBY pernah jadi menteri, AHY gak pernah menteri. SBY bertarung di pemilihan langsung, dia menang dua kali, AHY bertarung di pilkada kalah putaran pertana tahun 2017,” ungkapnya

Dasar ini, kata Qodari, membuat publik menilai jika SBY berbeda dengan AHY dan tidak bisa disamakan keduanya. Bahkan, pengaruh SBY juga tidak memberikan dampak signifikan kepada AHY.

“Jadi persepsi orang kepada AHY tidak bisa disamakan dengan persepsi orang ke SBY, elektabilitas AHY tidak mungkin sama dengan elekrabilitas SBY," jelas Qodari

Lanjut Qodari, dalam survei Indo Barometer, nama Erick Thohir muncul sebagai cawapres terkuat di Pilpres 2024 karena meraih elektabilitas tinggi diantara nama yang lainnya. Maka, membandingkan Erick Thohir dengan AHY juga menurutnya kurang tepat karena profil keduanya berbeda.

baca juga

Pasalnya, variabel penunjang peningkatan elektabilitas Erick Thohir terdongkrak oleh kinerja cemerlangnya di BUMN. Qodari mencontohkan dalam beberapa tahun terakhir ini, Erick berhasil mengukir prestasi dengan menindak tegas para koruptor di tubuh BUMN, dari Garuda hingga Jiwasraya.

“Kemudian kalau bicara Erick Thohir tidak seperti AHY. Erick Thohir sudah menjabat menteri BUMN, kemudian hasil-hasil kerjanya sudah kelihatan menindak tegas penyelundupan harley dan brompton di pesawat Garuda oleh direksi Garuda, kemudian menindak tegas penyalahgunaan di Jiwasraya, bahkan dana dari nasabah itu diupayakan untuk dikembalikan, ini terobosan, biasanya cuma ditindak tegas tetapi tidak dikembalikan,” jelasnya.

Lebih jauh kata Qodari, BUMN ditangan Erick Thohir mampu meningkatkan laba dari tahun ke tahun. Menariknya lagi, dalam kerja-kerja sosial di BUMN, Erick Thohir melibatkan Nahdlatul Ulama (NU) dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dan pesantren demi kemandirian dalam ekonomi.

“Lalu tren laba BUMN juga mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, itu kan semua prestasi ditambah kegiatan kegiatan Erick Thohir yang juga melibatkan 'kolam suara' yang besar misalnya NU," papar Qodari

Qodari menjelaskan, meskipun posisi AHY sebagai ketua umum partai, tetapi dalam konteks basis suara, Erick Thohir saat ini sudah jadi bagian keluarga Nahdliyin, sehingga anggota kehormatan Ansor/Banser itu punya basis massa yang luar biasa.

"Ya memang AHY Ketua Partai Demokrat tapi kalau kita melihat organisasi partai dan ormas dalam konteks sebagai kolam suara, maka NU juga tidak kalah besarnya bahkan lebih besar. Berbagai riset menunjukkan bahwa yang menjadi anggota NU kalau disurvei itu angkanya 40-an persen ke atas, jadi besar sekali,” ungkapnya.

Faktor lain yang membuat elektabilitas Erick Thohir jauh dari AHY adalah, Erick Thohir saat ini menjabat Ketua Umum PSSI yang mana memiliki basis dukungan yang besar dan luas. Namun, buat Qodari, sosok capres atau cawapres harus memiliki pengalaman di pemerintahan.

“Kemudian sekarang Erick Thohir juga aktif di PSSI yang juga punya pendukung yang luas karena sepakbola adalah olahraga paling populer di Indonesia. Tetapi poin terbesarnya adalah ketika kita bicara Pilpres, maka posisi presiden dan wakil presiden itu seyogyanya ditempati oleh mereka yang punya pengalaman senior di pemerintahan,” paparnya.

“Dan menurut saya pengalaman di pemerintahan itu identik dengan jabatan menteri, atau misalnya pimpinan di DPR, di lembaga legislatif. Jadi dalam konteks itulah kemudian AHY ini punya problem atau kendala terbesar, yaitu ada pada track record pengalaman pemerintahannya yang sangat terbatas, pernah di militer tetapi sebatas mayor,” jelasnya lagi.

Qodari juga menyinggung soal duet antara Anies Baswedan dan AHY yang belum juga jelas, karena Partai Demokrat sendiri meminta agar Anies memilih AHY sebagai cawapres, sementara PKS sendiri mau mengusul kadernya untuk mendampingi Anies Baswedan sebagai Cawapres di Pilpres 2024.

“Inipun dalam konteks calon Anies Baswedan menurut saya rumit, kerumitan pertama itu karena Demokrat mengusulkan AHY sebagai cawapres, tetapi PKS juga mengusulkan nama lain misalnya Aher sebagai cawapres. Kalau AHY dipilih sebagai cawapres, mungkin PKS lari atau sebaliknya, biasanya kalau terjadi situasi seperti ini maka kemudiam capresnya mencari calon lain yang notabenenya bukan orang partai agar bisa lebih diterima oleh kedua belah pihak,” paparnya.

Bahkan, soal sosok cawapres pun Anies Baswedan dengan terang-terangan mengakui punya kriteria tersendiri, artinya peluang untuk berpasangan dengan AHY sangat kecil karena kriteria-kriteria tersebut belum dipenuhi oleh AHY.

“Kedua Anies pernah mengatakan dia punya kriteria pemenangan yang saya ingat dan relevan atas pertanyaan ini adalah soal pemenangan dia ingin calon yang bisa membantu pemenangan. Mungkin mas Anies itu khawatir ya kalau wakilnya AHY, maka nanti akan diserang oleh minimnya pengalaman di pemertintahan sehingga dianggap tidak layak untuk memimpin menahkodai kapal yang sangat besar bernama bangsa indonesia,” bebernya.

Menurut Qodari, Anies juga akan menimbang kekhawatiran dari para senior TNI yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan psikologis, kalau mislanya AHY yang menjadi cawapres dan nanti ketemu dengan Panglima TNI dan petinggi TNI lainnya.

“Tentu ini kita tidak hanya melihat sesuatu dari segin formal tapi kita melihat dari segi informal. Bahkan mohon maaf sekretaris militer itu sendiri ya presiden dan wapres kan, itu pangkatnya setahu saya kan bintang dua Mayjen, jadi kendala-kendala itu kemudian AHY punya,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Erick Thohir Temui Prabowo di Kantor Kemenhan, Dahnil Anzar: Cuma Bahas Masalah Kebangsaan

Erick Thohir Temui Prabowo di Kantor Kemenhan, Dahnil Anzar: Cuma Bahas Masalah Kebangsaan

News | Jum'at, 24 Maret 2023 | 19:44 WIB

Publik Dorong Hasani Abdulgani Gantikan Yunus Nusi sebagai Sekjen PSSI

Publik Dorong Hasani Abdulgani Gantikan Yunus Nusi sebagai Sekjen PSSI

Joglo | Jum'at, 24 Maret 2023 | 17:20 WIB

4 Kontroversi Hendi Prio Santoso, Tunjuk Diri Jadi Komisaris BUMN Hingga Ogah Lapor LHKPN

4 Kontroversi Hendi Prio Santoso, Tunjuk Diri Jadi Komisaris BUMN Hingga Ogah Lapor LHKPN

Bisnis | Jum'at, 24 Maret 2023 | 15:53 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×