Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.620.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Inflasi Lebaran Kali Ini Lebih Landai Dibandingkan Tahun Lalu, BPS Ungkap Faktornya

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 02 Mei 2023 | 13:05 WIB
Inflasi Lebaran Kali Ini Lebih Landai Dibandingkan Tahun Lalu, BPS Ungkap Faktornya
Lju inflasi ini ternyata lebih rendah dibandingkan dengan momen ramadhan dan lebaran tahun lalu.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan telah terjadi inflasi sebesar 0,33 persen pada bulan April 2023 atau usai momen bulan ramadhan dan lebaran. Tapi laju inflasi ini ternyata lebih rendah dibandingkan dengan momen ramadhan dan lebaran tahun lalu.

"Lebaran memang berpengaruh terhadap peningkatan permintaan barang dan jasa dan perubahan harga di konsumen. Tetapi kali ini lebih rendah dibandingkan lebaran 2023," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konfrensi pers virtualnya, Selasa (2/5/2023).

Diketahui pada momen ramadhan dan lebaran tahun lalu, laju inflasi menembus 0,40 persen.

Menurut Margo ada dua faktor yang menyebabkan inflasi pada lebaran kali ini lebih rendah. Pertama karena pasokan komoditas hortikultura yang relatif terjaga. Dia mengatakan kondisi tersebut ditopang oleh aktifitas panen sepanjang Maret sampai April 2023. Hal ini tercermin dari deflasi cabai merah dan cabai rawit yang meredam tingkat inflasi umum.

Kedua, inflasi turun dibandingkan pada Lebaran 2022 lantaran harga komoditas pangan. Ia berujar kenaikan beberapa komoditas pangan pada April 2023 relatif lebih rendah dibandingkan momen Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya.

Diketahui sektor yang menjadi penyumbang terbesar pada inflasi tahunan pada April 2023 adalah transportasi seiring musim mudik Lebaran dengan andil 1,45 persen.

Sementara berdasarkan komoditas, inflasi tahunan pada April 2023 disebabkan kenaikan bensin (0,91 persen), beras (0,37 persen), dan rokok kretek filter (0,21 persen).

Margo mengungkapkan penyumbang inflasi merupakan kelompok transportasi dengan inflasi sebesar 0,84 persen dan andil inflasi sebesar 0,11 persen.

Sedangkan berdasarkan komoditasnya, tarif angkatan udara menjadi penyumbang terbesar pada inflasi bulan ini dengan andil sebesar 0,06 persen. Kemudian diikuti angkutan antarkota (0,03 persen), emas perhiasan (0,02 persen), daging ayam ras (0,02 persen), beras (0,02 persen), dan rokok kretek filter 0,02 persen.

baca juga

Dari 90 kota yang dipantau BPS, 77 kota mengalami inflasi dan 13 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi ada di Kota Jayapura sebesar 1,22 persen dan deflasi terdalam Kota Meulaboh yang minus 0,70 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Atasi Rasa Bosan Pascalebaran, Lakukan 4 Kegiatan Ini agar Tetap Produktif

Atasi Rasa Bosan Pascalebaran, Lakukan 4 Kegiatan Ini agar Tetap Produktif

Your Say | Selasa, 02 Mei 2023 | 12:26 WIB

Berbeda Halnya dengan Nursyah, Keluarga Arie Kriting Justru Sambut Hangat Kedatangan Indah Permatasari

Berbeda Halnya dengan Nursyah, Keluarga Arie Kriting Justru Sambut Hangat Kedatangan Indah Permatasari

Sumedang | Selasa, 02 Mei 2023 | 11:50 WIB

Kabupaten Sumedang Diserbu Puluhan Wisatawan, Ada Apa?

Kabupaten Sumedang Diserbu Puluhan Wisatawan, Ada Apa?

Sumedang | Selasa, 02 Mei 2023 | 11:41 WIB

Terkini

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:18 WIB

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

×