Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Komisi X Optimis Erick Thohir Mampu Ciptakan Kompetisi Liga 1 Lebih Sehat

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Kamis, 04 Mei 2023 | 14:30 WIB
Komisi X Optimis Erick Thohir Mampu Ciptakan Kompetisi Liga 1 Lebih Sehat
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. [dok. PSSI]

Suara.com - Liga 1 2023/2024 rencananya akan mulai bergulir awal Juli 2023 mendatang. Kesepakatan agenda Liga 1 tersebut sudah disepakati oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator beberapa waktu lalu.

Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir tengah berupaya untuk membersihkan praktik mafia skor dalam pertandingan kompetisi sepak bola nasional. Langkah Erick itu diwujudkan dengan membentuk dua Satuan Tugas (Satgas) untuk menjadikan PSSI lebih transparan dan akuntabel.

Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati mengatakan, gerak cepat Erick Thohir membentuk satgas khusus menjelang pertandingan Liga 1 Indonesia menjadi momentum yang sangat tepat untuk menciptakan iklim kompetisi lebih sehat.

Selain itu, Dewi meyakini langkah strategis Erick Thohir tersebut akan mampu membersihkan praktik korupsi dan mafia pengaturan skor di dalam kompetisi sepakbola nasional.

“Saya yakin ketika praktik korupsi sudah hilang, iklim kompetisi persepakbolaan kita akan menjadi jauh lebih maju. Karena korupsi seperti misalnya dalam pengaturan skor dan perwasitan, memiliki multiplier effect yang luar biasa, tidak hanya perihal perjudian dan menang kalah, tetapi juga kepada iklim kompetisi sepak bola secara menyuluruh, dan juga prestasi sebuah club dan pemainnya,” kata Dewi Coryati kepada wartawan, Kamis (4/5).

Bahkan, kata Dewi, praktik-praktik kotor tersebut akan berpengaruh pada anarkisme suporter di lapangan, karena suporter melihat langsung ada praktik kecurangan dalam sebuah pertandingan. Untuk itu, langkah Erick Thohir membentuk dua Satgas untuk mengaudit keuangan PSSI dan PT LIB adalah langkah yang tepat.

“Belum lagi jika kita bicara kerukunan suporter. Saat ini suporter kita bisa pecah salah satu faktornya karena adanya ketidakpercayaan terhadap hasil pertandingan karena isu korupsi ini. Saya percaya kepada mas Erick Thohir,” ungkapnya.

Lanjut Dewi, pemberantasan korupsi dan mafia pengaturan skor merupakan jalan yang panjang di tubuh PSSI. Ia menyebut dua masalah tersebut membuat citra buruk di tubuh PSSI selama ini dan juga merusak iklim sepak bola Indonesia.

“Pemberantasan korupsi merupakan jalan yang panjang termasuk di PSSI. Bukan hanya pada pengaturan skor dan perwasitan saja, PSSI harus banyak berbenah, tapi memang 2 hal ini yang paling membuat citra PSSI saat ini buruk di masyarakat, karena dampaknya langsung kepada sehatnya iklim kompetisi persepakbolaan kita,” ujarnya

Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga meyakini, Erick Thohir mempunyai kemampuan dalam menciptakan sepak bola yang bersih dan berprestasi. Hal itu karena melihat pengalaman mantan bos Inter Milan itu dalam mengelola manajemen organisasi sepak bola, sebagaimana yang pernah dilakukan di klub papan atas Eropa.

“Saya sangat mengapresiasi pembentukan 2 Satgas ini, saya yakin di tangan seorang Erick Tohir yang memang sudah lama berkecimpung di dunia persepakbolaan, PSSI akan mengalami kemajuan. Tentunya kami di DPR khususnya komisi X juga akan terus mengawal, dan juga saya mengajak masyarakat juga ikut mengawal,” ucapnya.

Dikatakan politisi asal Bangkulu ini, Erick Thohir merupakan sosok yang tepat dalam membenahi sepak bola Indonesia. Hal itu tak lepas dari kecintaan dia terhadap dunia sepak bola, dan dia (Erick Thohir-red) memiliki visi yang jauh ke depan soal kemajuan sepak bola Indonesia.

“Beliau merupakan seorang yang sangat cinta kepada persepakbolaan Indonesia, beliau juga seorang negarawan yang berdedikasi dan berintegritas tinggi, seorang yang punya visi jauh ke depan, dan kapasitas manajemen yang sudah tidak perlu diragukan lagi,” akuinya.

“Tugas kita semua hanya tinggal mengawal, karena tugas ini adalah tugas yang berat, butuh keterlibatan semua pihak termasuk para suporter dan masyarakat,” sambungnya.

Dewi juga optimis, jika kerja-kerja satgas bentukan Erick Thohir ini berhasil membersihkan praktik korupsi dan pengaturan skor di tubuh PSSI, maka sudah dipastikan Indonesia bisa bersaing di kancah internasional.

“Terkait untuk bisa bersaing di kancah internasional tentunya itu adalah cita-cita kita semua yang harus dicapai secara bertahap,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Poin Utama dalam Rencana Erick Thohir Terkait Perampingan BUMN

5 Poin Utama dalam Rencana Erick Thohir Terkait Perampingan BUMN

Bisnis | Kamis, 04 Mei 2023 | 14:14 WIB

CEK FAKTA: Indonesia Dapat Slot Bertanding di Piala Dunia U-20 2023 Setelah Negosiasi dengan FIFA?

CEK FAKTA: Indonesia Dapat Slot Bertanding di Piala Dunia U-20 2023 Setelah Negosiasi dengan FIFA?

| Kamis, 04 Mei 2023 | 13:50 WIB

Erick Thohir Tak Habis Fikir Lift Bandara Kualanamu Medan Makan Korban

Erick Thohir Tak Habis Fikir Lift Bandara Kualanamu Medan Makan Korban

Bisnis | Kamis, 04 Mei 2023 | 12:24 WIB

Terkini

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:23 WIB