Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Kisah Nanik Jatuh Bangun Kembangkan UMKM Dawet Sehat, Kini Omzet Belasan Juta dari Toko Online

M Nurhadi

Rabu, 17 Mei 2023 | 22:47 WIB
Kisah Nanik Jatuh Bangun Kembangkan UMKM Dawet Sehat, Kini Omzet Belasan Juta dari Toko Online
Nanik saat memamerkan produknya di salah satu event di Kabupaten Sleman (Ist)

Suara.com - Nanik Suryani memulai usaha Es Dawet Ireng usai dirinya dilanda kebimbangan saat masih menjadi seorang pekerja perusahaan elektronik di negeri jiran.

Gaji besar tidak mengobati rasa rindunya kepada keluarga. Rasa kangen terhadap kampong halaman menjadi motivasi dirinya memulai usaha secara mandiri.

“Tahun 2005, saya pulang ke Jogja. Suatu ketika ketemu sama kenalan asal Klaten yang punya usaha cendol,” kata Nanik saat ditemui Suara.com, Selasa (16/5/2023).

Mendirikan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dari nol, Nanik awalnya berjualan di pinggir jalan tidak jauh lokasi yang nantinya menjadi cikal bakal dari Rumah Sakit JIH. Modal usaha Es Dawet Wong Ndeso, kata Nanik, tidak lebih dari Rp1 juta.

“Saya ingat, pertama kali jualan itu omzet saya 43 gelas dengan harga per gelasnya Rp1.000,” kenang Nanik kembali melanjutkan ceritanya. Saat ini, ia bisa memproduksi hingga 100 gelas untuk momen-momen tertentu.

Perjuangan Nanik membesarkan usaha es dawet miliknya tidak mudah. Meski kerap laris, tidak jarang Nanik merasakan kerasnya dunia usaha karena jualannya tidak laku.

Es Dawet Wong Ndeso saat mengikuti Circular Economy Expo DIY 2022 lalu (Ist)
Es Dawet Wong Ndeso saat mengikuti Circular Economy Expo DIY 2022 lalu (Ist)

“Selain itu, saya belasan kali pindah tempat karena kerap digusur. Jadi setiap kali baru mulai rame punya langganan. Eh, digusur,” kata Nanik.

Nanik tak mau putus asa. Ia lantas berusaha mendaftarkan usahanya secara legal agar mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Setelah pontang-panting saat itu, akhirnya bisa daftar NIB,” ungkapnya.

baca juga

Berkembang Pesat saat Pandemi COVID-19

Usaha Nanik yang terus berkembang, bersama dengan aturan baru seiring pembangunan RS JIH memaksa dia harus pindah ke Janti, Kota Yogyakarta.

“Waktu itu lumayan rame. Cukup lama juga di lokasi itu. Namun, terpaksa harus tutup karena COVID-19 ketika awal tahun 2020 kemarin,” ucap dia.

“Ketika pandemi itu, tutup semua outlet saya. Usaha benar-benar terpukul saat itu,” sambungnya.

Setahun sebelum Pandemi Virus Corona ditemukan pertama kali di Indonesia, Nanik mengakui ia sudah mulai menjual produknya secara online.

Nanik saat mendapatkan sertifikasi halal LPPOM MUI untuk produk Es Dawet Wong nDeso (Ist)
Nanik saat mendapatkan sertifikasi halal LPPOM MUI untuk produk Es Dawet Wong nDeso (Ist)

“Tahun 2018 semakin berkembang. Saya juga rekrut karyawan untuk bantu jualan via online. Jadi, sebelum wabah COVID-19 itu sebenarnya kita sudah mengincar untuk jual secara online,” kata Nanik.

Strategi bisnisnya tersebut berbuah manis. Pasalnya, meski tokonya harus tutup karena kebijakan PPKM guna menekan penyebaran Virus Corona. Ia justru bisa menjangkau pelanggan lebih luas dan potensial saat berjualan secara online melalui akun Instagram dawet_ireng_wongndeso.

Usahanya juga tidak bisa terhindar dari pukulan yang diakibatkan oleh pandemi. Namun, pada masa-masa inilah Nanik menyadari, menjual es dawet secara online memungkinkan fleksibilitas waktu dan tempat.

Ia tidak perlu lagi repot menyewa lahan atau berpanas-panasan di tengah tingginya kasus kematian akibat Pandemi COVID-19 kala itu. Ia justru bisa menjalankan bisnis ini dari rumah dengan menyiapkan es dawet sesuai dengan target penjualan.

Nanik saat memamerkan produknya di depan rukonya di Kalasan, Sleman (Suara.com/Hadi)
Nanik saat memamerkan produknya di depan rukonya di Kalasan, Sleman (Suara.com/Hadi)

“Saya jemput bola. Semua grup-grup Facebook saya masuki untuk jualan,” ucap Nanik.

Es dawet yang ia jual juga tidak sembarangan karena 100 persen terbuat dari bahan-bahan organik bebas bahan kimia.

“Saya pastikan bebas bahan kimia. Saat ini, Es Dawet Wong Ndeso juga sudah memiliki sertifikasi halal dari LPPOM MUI,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan bahan-bahan untuk Es Dawet. Nanik mendapatkan pasokan berbagai olahan aren dan kelapa dari para petani di Magelang dan Purworejo.

“Dulu pernah kesulitan mendapatkan pemasok ketika ramai pembeli. Sekarang Alhamdulillah sudah ada petani aren dari Magelang dan Purworejo yang memasok bahan alami dawet,” kata Nanik.

Hal ini cukup beralasan, pasalnya Nanik ingin selalu memastikan bahwa bahan dasar cendolnya tidak mengandung gluten dan 100 persen alami. Cendol yang ia sajikan merupakan ekstrak dari buah aren, dilengkapi dengan gula aren dan air santan alami.

Ketekunan Berbuah Manis

Ketekunan Nanik selama menjalankan usaha secara online dengan menghadirkan inovasi dalam produk es dawet memudahkan dirinya dalam berinteraksi langsung dengan pelanggan sekaligus membangun loyalitas.

“Langganan saya sekarang itu dulu rata-rata orang yang saya sama sekali tidak kenal. Lha wong, orang pemkab sampai BUMN sering pesan ke saya. Ya cuma gara-gara sering posting di Instagram itu,” kata dia.

Nanik mengakui, banyak belajar digital marketing dari berbagai tempat. Salah satunya dengan menjadi anggota Rumah Kreatif BUMN BRI Yogyakarta.

Dengan modal kurang dari Rp1 juta, Es Dawet Wong Ndeso saat ini memiliki omzet mencapai Rp7 juta dalam satu bulan.

“Kalau lagi ramai pesanan. Bisa sampai dua hingga tiga kali lipat,” ungkapnya.

Belasan tahun mempertahankan usahanya di tengah masifnya inovasi minuman tren kekinian. Nanik mengaku tak ambil pusing dengan hal itu. Menurutnya, minuman nikmat dengan bahan alami gluten free akan selalu memiliki tempat di hati penikmatnya.

“Harus yakin. Mau hujan, panas sekalipun harus tetap produksi. Terus positive thinking, pasarkan produk secara online secara terus menerus. Karena saya sendiri merasakan, saya jualan dari Jogja tapi pembeli saya ada yang dari Jakarta. Semua itu karena jualan lewat online,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Sukses Produsen Susu Kurma dan Roti Maryam di Purbalingga, Punya 53 Reseller

Cerita Sukses Produsen Susu Kurma dan Roti Maryam di Purbalingga, Punya 53 Reseller

Purwokerto | Rabu, 17 Mei 2023 | 22:34 WIB

Cerita Selebgram Cecillia Conellius Bantu UMKM Hingga Berujung Punya Bisnis Sendiri

Cerita Selebgram Cecillia Conellius Bantu UMKM Hingga Berujung Punya Bisnis Sendiri

Entertainment | Rabu, 17 Mei 2023 | 16:42 WIB

Pelatihan IT dan Coding untuk Pengembangan UMKM Pertanian dan Perikanan Dimulai di Solo, Kolaborasi Indosat dan Kadin

Pelatihan IT dan Coding untuk Pengembangan UMKM Pertanian dan Perikanan Dimulai di Solo, Kolaborasi Indosat dan Kadin

Semarang | Rabu, 17 Mei 2023 | 14:38 WIB

OTO Proteksi Maksima Jadi Inovasi Baru BRI untuk Nasabah Private dan Prioritas

OTO Proteksi Maksima Jadi Inovasi Baru BRI untuk Nasabah Private dan Prioritas

Surakarta | Rabu, 17 Mei 2023 | 14:00 WIB

Produk Asuransi OTO Proteksi Maksima Diluncurkan BRI untuk Nasabah Private & Prioritas

Produk Asuransi OTO Proteksi Maksima Diluncurkan BRI untuk Nasabah Private & Prioritas

Banten | Rabu, 17 Mei 2023 | 13:30 WIB

BRI Group Luncurkan Produk Asuransi Oto Proteksi Maksima, Ini Sejumlah Manfaatnya

BRI Group Luncurkan Produk Asuransi Oto Proteksi Maksima, Ini Sejumlah Manfaatnya

Jogja | Rabu, 17 Mei 2023 | 13:00 WIB

Terkini

Legalisasi Sumur Minyak Rakyat Dinilai Jadi Titik Balik Industri Migas

Legalisasi Sumur Minyak Rakyat Dinilai Jadi Titik Balik Industri Migas

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:43 WIB

Ekonomi Jakarta Melaju 5,59 Persen, Ini Strategi Pramono Menuju 50 Kota Global

Ekonomi Jakarta Melaju 5,59 Persen, Ini Strategi Pramono Menuju 50 Kota Global

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:56 WIB

Bulog Tindak Lanjuti Laporan Warga Sekitar Gudang, Pastikan Kenyamanan Lingkungan Tetap Terjaga

Bulog Tindak Lanjuti Laporan Warga Sekitar Gudang, Pastikan Kenyamanan Lingkungan Tetap Terjaga

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:36 WIB

Kabar Tokopedia PHK Ribuan Karyawan, GOTO Bilang Begini

Kabar Tokopedia PHK Ribuan Karyawan, GOTO Bilang Begini

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:28 WIB

Harga Emas Pegadaian Naik di Sabtu 4 Juli 2026

Harga Emas Pegadaian Naik di Sabtu 4 Juli 2026

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:44 WIB

Harga Emas Antam Stabil di Sabtu 4 Juli, Tapi

Harga Emas Antam Stabil di Sabtu 4 Juli, Tapi

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:32 WIB

Ekspor Indonesia Terancam Melambat, Tarif AS dan Harga Komoditas Bayangi Semester II 2026

Ekspor Indonesia Terancam Melambat, Tarif AS dan Harga Komoditas Bayangi Semester II 2026

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:44 WIB

Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda

Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:12 WIB

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:04 WIB

Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap

Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:35 WIB

×