Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Sensus Pertanian 2023 Demi Masa Depan Pertanian Indonesia

Iwan Supriyatna

Selasa, 06 Juni 2023 | 14:36 WIB
Sensus Pertanian 2023 Demi Masa Depan Pertanian Indonesia
Sektor pertanian berperan penting dalam kehidupan, pembangunan, dan perekonomian Indonesia.

Suara.com - Sektor pertanian berperan penting dalam kehidupan, pembangunan, dan perekonomian Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa pertanian merupakan sektor yang strategis dan melibatkan hajat hidup orang banyak. Dengan demikian, Presiden menegaskan perlunya akurasi data dalam sensus pertanian untuk menghasilkan kebijakan yang akurat.

Maka dari itu, pada tanggal 1 Juni 2023 sampai 31 Juli 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan Sensus Pertanian 2023 (ST2023) di seluruh Indonesia.

ST2023 merupakan Sensus Pertanian ketujuh yang dilaksanakan BPS, sejak dimulai pada tahun 1963.

Sensus Pertanian dilakukan setiap sepuluh tahun sekali di tahun berakhiran tiga sesuai amanat Undang-undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Pelaksanaan ST2023 juga mengacu pada program badan pangan dunia (Food and Agriculture Organization/FAO).

Berbagai inovasi pun dilakukan dalam ST2023, salah satunya dalam hal metode pendataan. ST2023 menggunakan multimode pendataan, yaitu dengan metode Paper Assisted Personal Interviewing (PAPI), Computed Assisted Personal Interviewing (CAPI), dan Computer Assisted Web Interviewing (CAWI).

Adapun pelaksanaan ST2023 telah dicanangkan oleh Presiden pada 15 Mei 2023 lalu di Istana Negara, Jakarta.

“Saya mendukung pelaksanaan ST2023 agar sensus ini betul-betul menghasilkan data yang akurat, terkini, dan terpercaya," kata Presiden Jokowi.

ST2023 dirancang untuk memperoleh hasil berstandar internasional menggunakan panduan dari FAO. Dengan demikian, diharapkan ST2023 dapat menghasilkan akurasi data yang lebih baik dari sensus sebelumnya.

baca juga

Yang berbeda pula, ST2023 mampu menangkap isu strategis pertanian nasional, seperti urban farming, petani milenial, modernisasi pertanian, dan pendapatan petani sebagai proxy kesejahteraan petani.

Dalam acara Apel Siaga ST2023 pada 30 Mei 2023 lalu, Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto menyampaikan bahwa pelaksanaan ST2023 diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif terkait kondisi pertanian di Indonesia sampai wilayah terkecil.

Data hasil ST2023 juga digunakan sebagai kerangka sampel survei pertanian dan sebagai tolak ukur statistik pertanian yang ada saat ini.

“Yang terpenting, data ST2023 diharapkan mampu menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan strategis sektor pertanian, sehingga meningkatkan kualitas desain kebijakan yang diformulasikan,” tegas Atqo.

Menjawab isu strategis

Pelaksanaan 2023 bertujuan untuk menyediakan data struktur pertanian, terutama untuk unit-unit administrasi terkecil, menyediakan data yang dapat digunakan sebagai tolok ukur statistik pertanian saat ini, serta menyediakan kerangka sampel untuk survei pertanian.

Sementara itu, manfaat dari Sensus Pertanian tersebut yakni menghasilkan data yang sangat diperlukan untuk menjawab isu strategis terkini di sektor pertanian. Hasil ST2023 juga dapat dimanfaatkan untuk mengetahui potensi terkait petani milenial dan modernisasi adopsi teknologi di sektor pertanian.

Nantinya, data yang dihasilkan dari Sensus Pertanian berupa struktur pertanian Indonesia, data petani gurem, indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) pertanian, data petani skala kecil sesuai standar FAO, geospasial statistik pertanian, serta data manajemen pertanian (kelembagaan, adopsi teknologi informasi, komunikasi, dan lain-lain).

Kebutuhan data pertanian yang akurat menjadi salah satu cara menjawab berbagai isu strategis di bidang pertanian baik global maupun domestik, salah satunya isu ancaman ketahanan pangan.

Ancaman ketahanan pangan berasal dari kelangkaan pupuk yang saat ini melanda dunia, termasuk Indonesia.

Di Tanah Air, kelangkaan pupuk memang sempat menjadi permasalahan beberapa petani belakangan ini, baik permasalahan harga maupun kesediaan barang, terutama pupuk subsidi. Padahal, kebutuhan pupuk nasional saat ini mencapai 13,5 juta ton, sedangkan yang baru terpenuhi hanya 3,5 juta ton.

Pupuk yang langka berpotensi mengganggu ketahanan pangan domestik. Maka dari itu, Deputi Bidang Statistik Produksi BPS Habibullah mengatakan data hasil Sensus Pertanian 2023 akan menjawab ancaman ketahanan pangan yang merupakan salah satu isu pangan strategis global saat ini.

Selain ketahanan pangan, isu pertanian global lainnya yang akan dijawab ST2023 yaitu kualitas dan keamanan pangan serta keberlanjutan.

Dalam isu keberlanjutan, BPS akan memetakan dengan pendataan terhadap usia serta latar belakang petani yang lebih detail, seperti pendidikan. Hal ini bertujuan untuk memetakan jumlah petani yang saat ini diketahui lebih banyak berada di usia tua, sehingga dibutuhkan regenerasi untuk mempertahankan produksi pangan.

Partisipasi

Pengambilan kebijakan di sektor pertanian berbasis data yang akurat penting dilakukan demi mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Namun untuk mencapai tujuan tersebut, BPS tidak bisa sendirian dalam melakukan Sensus Pertanian 2023.

BPS memang telah mendapatkan dukungan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam pelaksanaan Sensus Pertanian 2023.

Meski telah mendapatkan dukungan dari kementerian maupun lembaga, ST2023 tak lepas dari dibutuhkannya peran pelaku usaha pertanian.

Seluruh pelaku usaha pertanian dimaksud yakni Usaha Pertanian Perorangan (UTP)
seperti petani perorangan, Usaha Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum (UPB), serta Usaha Pertanian Lainnya (UTL) seperti kelompok tani.

Para pelaku usaha pertanian tersebut diharapkan menerima kedatangan petugas sensus dan menjawab pertanyaan dengan benar serta jujur.

Sebanyak 190 ribu petugas di seluruh Indonesia dikerahkan BPS untuk mendata para pelaku usaha pertanian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bupati Garut Jawab Tak Tahu Terkait Tudingan Mahasiswa Soal Proyek Fiktif Izin Usaha Pertanian

Bupati Garut Jawab Tak Tahu Terkait Tudingan Mahasiswa Soal Proyek Fiktif Izin Usaha Pertanian

Garut | Senin, 05 Juni 2023 | 21:02 WIB

Badan Pusat Statistik akan Gelar Sensus Pertanian, Begini Ajakan dari Wakil Bupati Sumedang

Badan Pusat Statistik akan Gelar Sensus Pertanian, Begini Ajakan dari Wakil Bupati Sumedang

Sumedang | Senin, 05 Juni 2023 | 10:25 WIB

Kementan Ajak Tiga Kementerian Lain Jaga Pangan Nasional

Kementan Ajak Tiga Kementerian Lain Jaga Pangan Nasional

Bisnis | Rabu, 31 Mei 2023 | 16:02 WIB

Terkini

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:52 WIB

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:42 WIB

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:34 WIB

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:59 WIB