Tenun Lurik Tradisional Bantarjo: Potensi UMKM Tak Lekang Oleh Zaman

M Nurhadi

Kamis, 22 Juni 2023 | 12:40 WIB
Tenun Lurik Tradisional Bantarjo: Potensi UMKM Tak Lekang Oleh Zaman
Udjik Sudaryanti saat memamerkan produk usahanya di Bazaar UMKM BRILian di BRI Cik di Tiro Yogyakarta, Jumat (16/6/2023) [Suara.com/Hadi]

Suara.com - Mendirikan usaha sejak tahun 2017, Udjik Sudaryati, penggerak dari UMKM Tenun Lurik Tradisional Bantarjo mengatakan, dirinya menyadari potensi para penenun yang berada di wilayahnya belum maksimal.

“Saat itu, wilayah kami memang banyak yang berprofesi sebagai penenun. Saat itu, dengan niat naik kelas, saya bersama teman-teman mengajukan proposal ke Dinas Koperasi dan UMKM Kulon Progo,” kata Udjik, saat diwawancarai Suara.com pada Jumat (16/6/2023) di sela-sela Bazaar UMKM BRILian yang diadakan oleh Kantor BRI Cik di Tiro Yogyakarta.

Dalam proposal itu, ia mengajukan bantuan alat untuk kelompok tenun Bantarjo. Nama Bantarjo terinspirasi dari nama dukuh di mana Udjik dan anggota kelompok tenun tersebut menjalankan usaha.

Gayung bersambut, tidak butuh waktu lama untuk proposal itu disetujui oleh pemerintah setempat.

Para perajin di Bantarjo kemudian menerima dukungan berupa 10 unit alat tenun bukan mesin (ATBM) dari Pemkab Kulon Progo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah memberikan bantuan 10 unit ATBM kepada Kelompok Tenun Bantarjo.

Udjik Sudaryanti memamerkan produk dari Lurik Bantarjo [Ist]
Udjik Sudaryanti memamerkan produk dari Lurik Bantarjo [Ist]

Tidak hanya itu, Udjik mengatakan, para perajin di kelompoknya itu juga mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari Tenun Mumbul Kalibawang.

Selain itu, pengembangan tenun lurik tradisional dari Desa Banguncipto, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta itu juga meningkat pesat ketika Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, mewajibkan para ASN di wilayah tersebut untuk mengenakan pakaian tradisional gaya Jawa Yogyakarta setiap Kamis Pahing menurut penanggalan Jawa.

“Momen itu juga jadi salah satu yang kami lihat ada peluang besar agar tenun lurik tradisional bisa semakin berkembang. Di dukuh kami (Bantarjo) masyarakat sudah terampil dalam menenun menggunakan ATBM,” ujar dia.

Perlahan tapi pasti, kelompok tenun Bantarjo terus berkembang. Beberapa kali, mereka juga berpartisipasi dalam pameran, dari tingkat kabupaten hingga nasional guna mempromosikan produk.

baca juga

Dukungan juga terus mengalir guna mendukung perkembangan UMKM Lurik Bantarjo. Salah satunya dari BRI yang membuka kesempatan Lurik Bantarjo untuk mengenalkan produknya ke masyarakat secara luas.

Selain itu, pendampingan oleh mantra BRI juga berperan dalam pertumbuhan usaha Lurik Bantarjo.

"Perlahan pesanan terus naik, baik untuk pakaian ASN di DIY maupun di luar daerah. Produk dari Tenun Bantarjo lantas semakin banyak dikenal," ujar Udjik.

Udjik mengakui, pesanan melalui offline saat ini masih menjadi salah satu sumber pemasukan usaha terbesar dibandingkan dengan online.

Pasalnya, kelompok tenun Bantarjo sejak awal dikenal oleh kalangan ASN dan perusahaan-perusahaan swasta berdasarkan mulut ke mulut.

“Kami sekarang lagi ngerjain pesanan yang cukup banyak dari Puskesmas Nanggulan, PKK Tayuban, dan banyak lagi,” kata dia.

Harga lurik Bantarjo berkisar Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per meter. Sedikit lebih mahal dibandingkan dengan lurik dari daerah lain seperti Klaten. Penyebabnya, kata Udjik, karena lurik Bantarjo dibuat dengan menggunakan ATBM.

"Lurik Bantarjo mungkin sedikit lebih mahal dari daerah lain. Penyebabnya karena penggunaan ATBM dalam pembuatannya, sehingga kita harus mengeluarkan biaya produksi untuk perajin lurik ATBM," ujar dia.

Meskipun dihargai lebih mahal, tenun yang dibuat dengan ATBM lebih awet, memiliki varian motif, nilai estetik tinggi, serta secara kualitas benang dan pewarnaannya tidak akan memudar meski berpuluh-puluh tahun.

Lurik tradisional Bantarjo, kata Udjik, hingga kini terus berusaha untuk menjaga kualitas dengan produksi secara tradisional tanpa mesin. Alasannya, selain kualitas yang baik, juga menjaga tradisi dari para pendahulu.

Dengan kualitas yang terjaga ini, banyak pula kalangan yang suka dengan batik lurik Bantarjo. Udjik menceritakan, pesanan terbanyak yang pernah ia terima dalam satu bulan hampir 5.000 pcs.

“Ketika pesanan membludak, kita juga buka lowongan untuk pekerja lepas. Biasanya teman-teman dari para perajin setempat agar pesanan bisa tetap tepat waktu,” kata Udjik.

Dengan harga berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per meter. Omzet yang pernah diterima Udjik selama enam tahun menjalankan usahanya mencapai Rp120 juta dalam satu bulan.

Sedangkan rata-rata omzet yang dihasilkan Kelompok Tenun berada di angka Rp30 juta dalam sebulan.

“Tapi, kita juga pernah dalam beberapa bulan sama sekali tidak ada pemasukan. Itu saat kasus COVID-19 di Yogyakarta sedang tinggi,” kata Udjik.

Ledakan kasus wabah Virus Corona pada tahun 2021 silam berdampak cukup signifikan terhadap usaha lurik Bantarjo.

“Ada klaster COVID-19 di kampung kami yang membuat usaha terpaksa berhenti karena takut tertular. Hampir satu tahun saya berhenti menjalankan usaha,” kata dia.

Dukungan dari para penenun dan hubungan baik dengan para pembeli, kata Udjik, memiliki peran penting untuk Tenun Bantarjo untuk kembali bangkit hingga bertahan sampai sekarang.

“Saat itu ada konsumen yang berkali-kali minta agar kami kembali jualan,. Dengan segala pertimbangan, akhirnya kami kembali dan bisa bertahan hingga saat ini.," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emak-emak di Jakarta Ramai-ramai Ikuti Pelatihan Personal Branding untuk UMKM

Emak-emak di Jakarta Ramai-ramai Ikuti Pelatihan Personal Branding untuk UMKM

Bisnis | Kamis, 22 Juni 2023 | 12:12 WIB

Bazar Sembako Murah Dari Relawan Sandi Uno Lamongan, Ringankan Beban Ekonomi di Tengah Harga yang Semakin Melambung

Bazar Sembako Murah Dari Relawan Sandi Uno Lamongan, Ringankan Beban Ekonomi di Tengah Harga yang Semakin Melambung

Bisnis | Kamis, 22 Juni 2023 | 07:35 WIB

Kemenag Purwakarta Siapkan 6.490 Sertifikat Halal Gratis Untuk Pelaku UMKM

Kemenag Purwakarta Siapkan 6.490 Sertifikat Halal Gratis Untuk Pelaku UMKM

Purwasuka | Selasa, 20 Juni 2023 | 16:53 WIB

Sebut Erick Thohir Sosok yang Dibutuhkan Sepak Bola Indonesia, Suporter Argentina dari Vietnam: Negara Kamu Sangat Beruntung

Sebut Erick Thohir Sosok yang Dibutuhkan Sepak Bola Indonesia, Suporter Argentina dari Vietnam: Negara Kamu Sangat Beruntung

Cianjur | Selasa, 20 Juni 2023 | 14:25 WIB

Dukung UMKM Naik Kelas, Tahun Ini Pemkot Medan akan Bangun Rumah Kemasan

Dukung UMKM Naik Kelas, Tahun Ini Pemkot Medan akan Bangun Rumah Kemasan

News | Selasa, 20 Juni 2023 | 14:17 WIB

Kelompok Industri Jenang Barokah: Emak-emak Berdaya Jaga Kualitas UMKM dengan Metode Lawas

Kelompok Industri Jenang Barokah: Emak-emak Berdaya Jaga Kualitas UMKM dengan Metode Lawas

Bisnis | Selasa, 20 Juni 2023 | 13:12 WIB

Terkini

Laba Bersih Samator Indo Gas (AGII) Melonjak Hampir 80 Persen, Pendapatan Rp2,38 Triliun

Laba Bersih Samator Indo Gas (AGII) Melonjak Hampir 80 Persen, Pendapatan Rp2,38 Triliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak

Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:09 WIB

My Tomorrow, Your Yesterday: Ketika Hari Pertama Kita Jadi Hari Terakhirnya

My Tomorrow, Your Yesterday: Ketika Hari Pertama Kita Jadi Hari Terakhirnya

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Polda Metro Jaya Bakal Dalami Teh Kemasan Kotak Berbusa di Aksi 28 Oktober

Polda Metro Jaya Bakal Dalami Teh Kemasan Kotak Berbusa di Aksi 28 Oktober

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Air di Sejumlah Wilayah Medan-Deli Serdang Mati, Ternyata karena Ini

Air di Sejumlah Wilayah Medan-Deli Serdang Mati, Ternyata karena Ini

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Daihatsu Gran Max Kuasai Pasar Kendaraan Niaga di Jateng hingga Nusa Tenggara

Daihatsu Gran Max Kuasai Pasar Kendaraan Niaga di Jateng hingga Nusa Tenggara

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:05 WIB

2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak

2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Ulasan Novel Festival Hujan, Belajar Menerima Diri dari Sebuah Kehilangan

Ulasan Novel Festival Hujan, Belajar Menerima Diri dari Sebuah Kehilangan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Igor Tolic Ungkap Rahasia Persib Bandung Sapu Bersih Tiga Laga di ACL 2

Igor Tolic Ungkap Rahasia Persib Bandung Sapu Bersih Tiga Laga di ACL 2

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Diduga Bawa Petasan dan Sajam Saat Demo 28 Oktober, 19 Orang Ditangkap Polisi

Diduga Bawa Petasan dan Sajam Saat Demo 28 Oktober, 19 Orang Ditangkap Polisi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:55 WIB

×