Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Pengamat Harap Pemerintah Tingkatkan Bantuan Pertanian Demi Produktivitas Nasional

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 04 Juli 2023 | 09:12 WIB
Pengamat Harap Pemerintah Tingkatkan Bantuan Pertanian Demi Produktivitas Nasional
Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau langsung panen raya padi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (30/3/2023). (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara.com - Kepala Pusat Penelitian Pertanian untuk Indonesian Policy Studies (CIPS), Aditya Alta mengatakan, reformasi dalam bantuan dan subsidi dapat meningkatkan produktivitas pangan dengan mengoptimalkan penggunaan input pertanian, dan perlu terus didorong.

Menurut Aditya, berbagai program bantuan dan subsidi masih menghadapi kendala seperti kelangkaan pupuk, disparitas harga, penciptaan pasar sekunder, pilihan yang terbatas, overdosis urea, kurangnya penggunaan benih unggul, dan anggaran subsidi yang besar.

"Dampak perubahan iklim, seperti cuaca yang tidak menentu, telah menyebabkan penurunan produksi. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas menjadi sangat penting daripada membuka lahan baru," ujar Aditya pad Senin (4/7/2023).

Aditya menyatakan bahwa peningkatan produktivitas pangan, baik dalam tanaman pangan maupun hortikultura, perlu didorong untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menghadapi tantangan di sektor pertanian. Salah satu cara untuk mendorong hal ini adalah melalui reformasi kebijakan dalam sektor input pertanian.

Beberapa tantangan yang dihadapi petani antara lain terbatasnya kesempatan kerja di pedesaan, menurunnya kepemilikan lahan pertanian oleh rumah tangga petani sehingga lebih banyak petani menjadi buruh tani, serta keterbatasan pengetahuan dan akses terhadap penggunaan input pertanian yang optimal.

Data statistik menunjukkan bahwa produktivitas padi, kedelai, dan bawang merah cenderung stagnan dalam beberapa tahun terakhir dengan angka produksi masing-masing sekitar 5 ton gabah kering giling per hektar, 1,5 ton biji kedelai kering per hektar, dan 10 ton bawang merah per hektar.

Namun, produktivitas jagung menunjukkan tren peningkatan dengan capaian sebesar 5,5 ton pipilan jagung kering per hektar pada tahun 2019.

Aditya mengungkapkan bahwa belajar dari keberhasilan peningkatan produktivitas jagung, pemerintah dapat meningkatkan penggunaan varietas unggul, terutama varietas hibrida, untuk mendorong peningkatan produktivitas padi. Hingga saat ini, tingkat adopsi petani terhadap benih padi hibrida masih rendah.

Selain itu, untuk meningkatkan kesejahteraan petani, penting untuk mendorong penggunaan kombinasi input pertanian, seperti pupuk, dengan optimal dan tepat. Dalam hal ini, perlu didorong akses yang lebih baik terhadap input pertanian yang berkualitas dan terjangkau.

Penelitian CIPS merekomendasikan beberapa langkah untuk meningkatkan produktivitas petani melalui program input pertanian, termasuk perencanaan jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada subsidi dan bantuan. Secara bertahap, transisi dari subsidi tidak langsung ke pembayaran langsung kepada petani dapat didorong.

Pembayaran langsung ini dapat menghilangkan disparitas harga, memberikan akses yang lebih luas terhadap pilihan input, mencegah insentif yang salah, dan mendorong pembelian input yang sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu, Aditya menekankan pentingnya dukungan dalam penyediaan input pertanian melalui pengembangan varietas unggul baru, relaksasi impor bahan baku pupuk, dan benih tetua/benih sumber. Sektor pertanian juga membutuhkan investasi dalam infrastruktur pendukung seperti jalan, listrik, jaringan irigasi, internet, dan transportasi laut.

"Peningkatan kapasitas dan pengetahuan petani juga penting melalui kegiatan penyuluhan yang disediakan oleh pemerintah maupun sektor swasta," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tebus Pupuk Subsidi Kini Cukup Pakai KTP

Tebus Pupuk Subsidi Kini Cukup Pakai KTP

Bisnis | Selasa, 04 Juli 2023 | 06:58 WIB

Kementan Berikan Bantuan Sarana dan Prasarana Imbas Badai El Nino di Lombok Barat

Kementan Berikan Bantuan Sarana dan Prasarana Imbas Badai El Nino di Lombok Barat

Video | Selasa, 04 Juli 2023 | 04:05 WIB

Hengky Kurniawan Ingatkan Warga Jangan Jual Lahan Produktif

Hengky Kurniawan Ingatkan Warga Jangan Jual Lahan Produktif

| Senin, 03 Juli 2023 | 13:30 WIB

Petani Tembakau Malah Makin Ketar-ketir Jelang Pengesahan RUU Kesehatan

Petani Tembakau Malah Makin Ketar-ketir Jelang Pengesahan RUU Kesehatan

Bisnis | Senin, 03 Juli 2023 | 13:36 WIB

GMC Sulsel Berikan Bantuan Alat Pertanian Kepada Petani Kopi di Gowa

GMC Sulsel Berikan Bantuan Alat Pertanian Kepada Petani Kopi di Gowa

Bisnis | Senin, 03 Juli 2023 | 07:50 WIB

Petani di Pesisir Selatan Deklarasi Dukung Cak Imin Capres 2024

Petani di Pesisir Selatan Deklarasi Dukung Cak Imin Capres 2024

Sumbar | Sabtu, 01 Juli 2023 | 15:33 WIB

Terkini

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 14:51 WIB

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:51 WIB

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:33 WIB

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:26 WIB

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB