Harga Minyak Dunia Bisa Makin Kacau, Giliran Jalur Utama Ekspor BBM Arab Saudi Diblokir

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:17 WIB
Harga Minyak Dunia Bisa Makin Kacau, Giliran Jalur Utama Ekspor BBM Arab Saudi Diblokir
Selat Bab Al Mandab (Google)
baca 10 detik
  • Milisi Houthi menetapkan embargo maritim Arab Saudi dan mengancam pemblokiran Selat Bab el-Mandeb.

  • Embargo mengancam pengalihan ekspor minyak Arab Saudi di saat Selat Hormuz terganggu perang.

  • Harga minyak Brent sempat menembus 90 Dolar AS per barel sebelum mereda akibat sinyal negosiasi.

Suara.com - Blokade maritim secara mendadak dihantamkan kelompok Houthi Yaman kepada Arab Saudi guna memutus jalur distribusi minyak darurat di Laut Merah. Ancaman langsung ini menyasar Selat Bab el-Mandeb yang menjadi urat nadi utama pengiriman energi ke pasar global.

Langkah nekat milisi pendukung Iran tersebut berpotensi mengunci jutaan barel mentah yang sebelumnya dialihkan Riyadh untuk menghindari pertempuran di Selat Hormuz. Jalur alternatif Arab Saudi yang selama ini menjadi penyeimbang krisis energi dunia kini berada di ambang kelumpuhan total.

Eskalasi militer ini melipatgandakan risiko kehancuran rantai pasok minyak global di tengah gempuran perang terbuka antara Amerika Serikat dan Iran. Dibahas CNBC Internasional, Selasa (21/7/2026), pasar keuangan dunia kini bersiap menghadapi lonjakan harga energi yang meluas akibat terancamnya dua selat strategis sekaligus.

Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)
Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)

Melalui pengumuman di media pemerintah, milisi Yaman menuding Riyadh telah menetapkan pengepungan agresif yang merugikan posisi mereka secara langsung.

Ketegangan antarkelompok melonjak tajam pekan lalu setelah menuduh pihak Arab Saudi memborbardir Bandara Internasional Sanaa.

Sebagai bentuk penyelamatan, Arab Saudi mengalirkan jutaan barel minyak per hari lewat pipa darat menuju terminal ekspor Laut Merah. Pasokan darurat ini menjadi katup penyelamat vital yang menjaga stabilitas energi global selama perang AS-Iran berkecamuk.

Penutupan Selat Bab el-Mandeb dipastikan mengunci aliran ekspor tersebut dan memperparah kelangkaan akibat gempuran kapal tangker di Hormuz. Kendati demikian, respons harga minyak mentah internasional terpantau belum bergolak ekstrem menanggapi gertakan terbaru Houthi.

Minyak mentah Brent sempat melonjak mendekati 4 persen hingga menembus angka 90 Dolar AS per barel di perdagangan semalam. Lonjakan harga tersebut terpicu kematian sedikitnya tiga prajurit militer AS dalam kontak senjata jarak dekat melawan pasukan Iran.

Tekanan harga minyak perlahan mereda setelah pemerintah Tehran melayangkan sinyal masih membuka pintu dialog dengan Washington. Namun, stabilitas tersebut sangat rapuh mengingat pertempuran di kawasan strategis Timur Tengah terus memanas.

baca juga

Konflik AS dan Iran semakin tidak terkendali seiring hancurnya kesepakatan sementara bertanggal 17 Juni yang semula ditujukan membendung krisis Hormuz. Tehran berulang kali menggempur kapal-kapal tanker hingga menewaskan sedikitnya dua pelaut dan melukai belasan pekerja kapal sepanjang bulan ini.

Pemerintah AS membalas serangan tangker tersebut dengan melancarkan pemboman ke wilayah Iran selama sembilan hari berturut-turut serta memberlakukan kembali blokade laut. Sebagai bentuk retaliasi, Tehran meluncurkan rudal-rudal balistik ke arah wilayah sekutu Washington di kawasan Teluk.

Lalu lintas kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz merosot drastis akibat sengitnya kontak senjata di wilayah perairan tersebut. Meski demikian, pemerintahan Donald Trump mengklaim selat strategis itu tetap terbuka bagi pelayaran internasional.

Gedung Putih menegaskan jutaan barel minyak tetap dikirimkan setiap hari di bawah pengawalan ketat armada tempur militer AS.

Penyebaran ancaman ke Selat Bab el-Mandeb kini menyisakan sedikit ruang aman bagi jalur pelayaran kapal energi dunia. Industri minyak global kini berada di titik nadir menunggu kelanjutan ketegangan militer di perairan Timur Tengah.

Kondisi keamanan di kawasan diprediksi kian membara apabila upaya diplomasi antarnegara yang bertikai mengalami jalan buntu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usulan Sudah Sampai Pertamina, Harga BBM Pertamax Segera Turun

Usulan Sudah Sampai Pertamina, Harga BBM Pertamax Segera Turun

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:04 WIB

Diplomat se-Asia Tenggara Berkumpul di Filipina, Desak Selat Hormuz Dibuka

Diplomat se-Asia Tenggara Berkumpul di Filipina, Desak Selat Hormuz Dibuka

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:49 WIB

Kabar Mediasi AS - Iran Meredam Kenaikan Harga Minyak Dunia

Kabar Mediasi AS - Iran Meredam Kenaikan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:09 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×