Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Ekonomi Digital Berdampak ke Sektor Logistik

Iwan Supriyatna

Kamis, 06 Juli 2023 | 06:07 WIB
Ekonomi Digital Berdampak ke Sektor Logistik
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (2/1/2021). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Suara.com - Pandemi COVID-19 telah mendorong sektor logistik di Asia Tenggara untuk bertransisi secara cepat selama 15 tahun terakhir. Hadirnya teknologi modern seperti Internet of Things (IoT), robotik, dan kecerdasan buatan bertujuan untuk mengurangi implikasi sistem logistik.

Seiring berkembangnya ekonomi digital di Asia Tenggara, e-commerce juga mencatatkan peningkatan, dan menjadi komponen penting dalam belanja global. Fokus utama investasi regional adalah logistik pergudangan dan e-commerce, dan Thailand, Vietnam, serta Indonesia diharapkan bisa menjadi hub utama di Asia Tenggara.

Akan ada peningkatan permintaan yang signifikan sejalan dengan perkembangan terkini, kolaborasi strategis dan otomatisasi di sektor logistik e-commerce.

Banyak bisnis mengatakan secara langsung jika mereka sangat serius dalam mengelola rantai pasokan. Transparansi menawarkan kredibilitas. Setiap bisnis perlu mempercayai komitmen yang dibuat oleh mitra rantai pasokan mereka.

Bisnis membutuhkan tingkat transparansi yang lebih tinggi mengenai pengiriman darat, jalan, serta kanal dan mencari visibilitas yang lebih besar ke logistik mereka, mulai dari check-in kargo hingga area bongkar muat.

Indonesia dalam beberapa tahun terakhir fokus meningkatkan industri logistik, termasuk memperkenalkan ekosistem logistik nasional yang bertujuan mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing perekonomian nasional. Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) memproyeksikan industri logistik tumbuh 5-8% tahun ini, yang ditopang oleh digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Namun, Indeks Kinerja Logistik Bank Dunia terbaru menunjukkan Indonesia turun 15 peringkat dari peringkat 46 pada 2018 menjadi peringkat 61 pada 2023.

Pada 12 Mei 2023, HERE Technologies mempublikasikan hasil studi mereka "APAC On the Move", yang bertujuan memberikan masukan dari para profesional di sektor transportasi dan logistik di seluruh Asia-Pasifik (APAC) tentang tren teknologi saat ini dan praktik yang membentuk rantai pasokan, armada, dan manajemen logistik.

Temuan utama dari APAC On the Move 2023 adalah sejauh mana pelacakan aset end-to-end dan visibilitas pengiriman menjadi tantangan bagi perusahaan logistik Indonesia setelah tiga tahun pandemi. Perusahaan logistik Indonesia yang disurvei mengatakan tantangan implementasi teknologi merupakan penghalang terbesar untuk mencapai visibilitas rantai pasokan end-to-end secara real-time. Walaupun demikian, mereka tetap memiliki motivasi untuk meningkatkan efisiensi operasional.

“Pendistribusian dan perusahaan logistik di APAC berada di tahap perkembangan yang berbeda dari pelacakan aset dan pemantauan pengiriman menjadi perhatian. Di satu sisi, perusahaan-perusahaan ingin berinvestasi di IoT, AI, dan drone untuk meningkatkan tampilan secara langsung. Dan sisi lain banyak perusahaan-perusahaan yang masih mengandalkan proses manual untuk mencapai tujuan yang sama. Perusahaan yang saat ini masih mengandalkan proses manual cenderung akan beralih ke solusi modern. Secara keseluruhan, kesadaran terhadap tampilan secara langsung untuk aset-aset dan kargo sudah meningkat secara pesat di era pasca pandemi dan kemungkinan besar tren tersebut akan terus berlanjut. Hal ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat bagi penyedia solusi seperti HERE Technologies untuk dekade berikutnya,” kata Vivek Valdya, Global Client Leader for Mobility, Frost & Sullivan ditulis Kamis (6/7/2023).

baca juga

Temuan dari studi HERE Technologies APAC on the Move 2023 antara lain, kemitraan dan implementasi teknologi merupakan tantangan besar
Lebih dari seperlima perusahaan yang disurvei di Indonesia (23%) menyatakan hambatan terbesar mereka dalam implementasi teknologi adalah mengenai potensi gangguan terhadap proses dan layanan.
Tantangan untuk mengidentifikasi mitra dan/atau pemasok yang tepat dan kemampuan pengembalian investasi juga menjadi perhatian dari mereka.

Perusahaan logistik yang disurvei menginginkan solusi siap pakai yang mudah untuk diimplementasikan disertai perbaikan sistem yang murah, cepat, dan minim tenaga kerja. Menurut studi dari HERE, kurangnya tenaga kerja untuk menjalankan dan mengelola implementasi perangkat lunak (17%), waktu yang terbatas untuk mengimplementasikan solusi (16%), dan tantangan integrasi perangkat lunak dengan infrastruktur yang ada (15%) adalah hambatan utama untuk mengadopsi pelacakan aset logistik dan solusi pemantauan pengiriman/kargo.

Perusahaan logistik Indonesia masih mengandalkan pelacakan manual
Pandemi telah menunjukkan adanya kerentanan intervensi manual pada rantai pasokan global. Namun, sekitar 47% perusahaan logistik di Indonesia yang disurvei menggunakan perangkat lunak untuk pelacakan aset dan pemantauan pengiriman yang dikombinasikan dengan input manual untuk melacak aset, pengiriman, dan kargo.

Proses manual dapat menciptakan celah dan kerentanan dalam rantai pasokan, dan ini menunjukkan bahwa sejumlah besar perusahaan masih belum memiliki infrastruktur yang tangguh. Berbeda dengan solusi pelacakan otomatis dan real-time yang dapat mempercepat inovasi dan mengatasi gangguan dengan segera.

Biaya logistik di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di Asia dengan total 24% dari produk domestik bruto (PDB). Untuk meningkatkan efisiensi logistik di Indonesia dan daya saing ekonomi, perusahaan logistik perlu memprioritaskan peningkatan visibilitas dan optimalisasi serta pertumbuhan inovatif guna memanfaatkan teknologi lokasi untuk pemantauan pengiriman dan kargo.

Perusahaan logistik berencana menggunakan data lokasi untuk mengoptimalkan aset logistik (46%), memperluas ke area baru seperti logistik sesuai permintaan dan logistik jarak jauh (45%), dan mengidentifikasi area yang tidak efisien untuk mengurangi biaya ke depannya (44%).

Perusahaan logistik dapat membuat keputusan berdasarkan informasi yang baik berkat real-time monitoring dan penyediaan data yang difasilitasi oleh Internet of Things (IoT). Di Indonesia, perusahaan logistik telah mengadopsi teknologi IoT untuk pengiriman layanan logistik, pelacakan aset, serta pemantauan pengiriman dan kargo.
Perusahaan yang menyediakan jasa layanan kurir, ekspres, dan parsel (28%) adalah yang terdepan dalam penggunaan teknologi IoT, diikuti oleh perusahaan pelacakan barang rantai dingin seperti barang yang mudah rusak dan obat-obatan (23%), dan perusahaan pelacakan barang besar seperti barang yang tahan lama dan furnitur (22%).

Aplikasi IoT untuk manajemen inventaris (21%), manajemen armada (18%), dan manajemen gudang (17%) adalah yang paling populer di antara perusahaan logistik Indonesia.

Ke depannya, perusahaan logistik di Indonesia tertarik berinvestasi pada artificial learning dan machine learning (48%), robotika (37%), dan drone (34%), untuk meningkatkan daya tarik industri. Teknologi-teknologi ini dipercaya dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja (46%), meningkatkan kemampuan teknologi (43%), dan mengurangi biaya tambahan (41%).

Selain itu, kesadaran tinggi terhadap rantai pasokan di suatu perusahaan dapat menghasilkan tata kelola dan kepatuhan yang lebih baik terhadap prinsip dan nilai bisnis. Ini juga menunjukkan kepada perusahaan bagaimana bekerja lebih efisien dan produktif. Berapa banyak data yang harus disediakan untuk umum dan tingkat perincian bisa menjadi keputusan penting.

Solusi dari HERE Technologies menawarkan cara untuk meningkatkan rantai pasokan global dan membantu perusahaan dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memangkas biaya produksi. Dan juga, terus membangun kemampuan sekaligus meningkatkan kemitraan untuk meningkatkan penawarannya pada penggunaan Internet of Things (IoT) yang berbasis data di sektor otomotif, perusahaan, hingga pengalaman lokasi yang berpusat pada konsumen.

“Industri Logistik di Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh secara optimal. Walaupun pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya tarik sektor ini, masih banyak yang harus dilakukan untuk mendorong perusahaan logistik beralih ke teknologi lokasi guna merampingkan/mempersingkat proses logistik dan pada akhirnya dapat memberikan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi negara.” kata Abhijit Sengupta, Direktur Senior & Kepala Bisnis untuk Asia Tenggara dan India di HERE Technologies.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sukses Kembangkan Ekonomi Digital di Jateng, Komunitas Investor Muda Apresiasi Gubernur Ganjar

Sukses Kembangkan Ekonomi Digital di Jateng, Komunitas Investor Muda Apresiasi Gubernur Ganjar

Bisnis | Sabtu, 24 Juni 2023 | 14:00 WIB

Komunitas Logistik Nasional Jawab Keresahan Para Pengemudi Truk

Komunitas Logistik Nasional Jawab Keresahan Para Pengemudi Truk

Otomotif | Kamis, 22 Juni 2023 | 19:01 WIB

Festival Indonesia: Pesta Anak Bangsa dari Indonesia untuk Pertumbuhan Ekonomi Digital Nasional

Festival Indonesia: Pesta Anak Bangsa dari Indonesia untuk Pertumbuhan Ekonomi Digital Nasional

Entertainment | Kamis, 22 Juni 2023 | 11:37 WIB

Terkini

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:06 WIB

Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung

Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik

Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

7 Cara Menyiasati Posisi Meja Kerja yang Salah Menurut Feng Shui, Tidak Perlu Dipindah

7 Cara Menyiasati Posisi Meja Kerja yang Salah Menurut Feng Shui, Tidak Perlu Dipindah

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Review Film M3GAN 2.0: Aksi Penuh Gaya dari Boneka Ikonik Generasi Baru!

Review Film M3GAN 2.0: Aksi Penuh Gaya dari Boneka Ikonik Generasi Baru!

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Sinyal Positif: Realisasi Pajak Lampung Meroket 25 Persen di Semester I

Sinyal Positif: Realisasi Pajak Lampung Meroket 25 Persen di Semester I

Lampung | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:55 WIB

Tak Hanya Soal Usia, Ini Perbedaan Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak

Tak Hanya Soal Usia, Ini Perbedaan Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:50 WIB

×