Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Keramik Asal China Gempur RI, Pengusaha Lokal Bisa Apa?

Mohammad Fadil Djailani

Minggu, 23 Juli 2023 | 10:47 WIB
Keramik Asal China Gempur RI, Pengusaha Lokal Bisa Apa?
Ilustrasi. Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan granit di dalam negeri mayoritas masih terpenuhi dari impor.

Suara.com - Pertumbuhan sektor properti di Indonesia berdampak pada besarnya kebutuhan granit atau keramik. Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan granit di dalam negeri mayoritas masih terpenuhi dari impor

Diketahui sejak beberapa tahun terakhir, dengan tingginya angka kebutuhan granit, barang-barang Tiongkok memang membanjiri pasar lokal. Meskipun pemerintah sudah menerapkan safeguard sejak 2018.

Data Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) menunjukkan, sebenarnya kapasitas produksi keramik nasional 550 juta m2 pertahun. Dari jumlah itu, 140-150 juta m2 merupakan keramik jenis B1A atau granit. Namun faktanya hanya bisa berjalan sekitar 50 persen.

Gempuran produk impor dari Tiongkok juga diindikasikan karena terjadi unfair trade. Seperti salah satunya tax subsidi 14%, praktik indikasi dumping, serta pengurangan ketebalan keramik.

Meski ditengah gempuran granit China, pengusaha lokal optimistis bisa bersaing dengan produk impor tersebut. 

Salah satunya yang dilakukan PT Superior Porcelain Sukses (SPS) uang melihat peluang akan tingginya permintaan granit dalam negeri, untuk itu perusahaan membangun pabrik granit di Kabupaten Subang, Jawa Barat dengan kapasitas 14 juta m2 pertahun. Groundbreaking pabrik tersebut dilakukan Jumat, 21 Juli 2023.

Pabrik yang berlokasi di Kadawung, Paburan, Subang itu memiliki luas bangunan 81.000 m2. Berdiri di atas tanah 22 hektar. Ditargetkan pabrik tersebut bakal beroperasi pada semester 2 tahun 2024.

Kehadiran pabrik granit tersebut juga diharapkan bisa menyerap tenaga kerja lokal. Sebab kebutuhan tenaga kerja di pabrik tersebut nantinya lebih dari 600 orang.

Granite tile yang diproduksi PT Superior Porcelain Sukses nantinya merupakan produk kedua SPS Corporate di bidang building material. Sebelumnya SPS Corporated sukses menjalankan industri bata ringan yang cukup terkenal di Indonesia, Blesscon.

“Kami berharap perusahaan ini bisa menjadi Top 3 di bidang industri granite tiles. Mengikuti jejak company lain di SPS Corporate,” kata Hendra Widodo, Direktur Produksi PT Superior Porcelain Sukses.

Selama ini SPS Corporate leading di beberapa industri. Mereka masuk Top 3 di industrinya masing-masing. Mulai industri kertas, tisu, hingga bata ringan (Blesscon).

Kehadiran pabrik-pabrik SPS Corporate di beberapa daerah di Indonesia juga terbukti mampu menyerap tenaga kerja lokal. Sekaligus membangkitkan perekonomian di sekitarnya.

Granit yang diproduksi PT Superior Porcelain Sukses ini nanti jenisnya homogeneous tiles dan porcelain tiles. Masing-masing kapasitas produksinya 7 juta m2 per tahunnya. Jadi total pertahunnya bisa memproduksi 14 juta m2.

Homogeneous tiles punya karakter lebih padat, keras, dan sedikit pori-pori sehingga lebih tahan lembab dan anti noda

Asaki pun menyambut baik pembangunan pabrik granit PT SPS. Ketua Bidang Keramik dan Ubin Asaki, Andrea Petrina, mengatakan pembangunan pabrik granit PT SPS itu bisa membawa multiplier effect terhadap perekonomian Indonesia.

“Investasi ini juga bagian dari komitmen industrik kermaik nasional terhadap dukungan pemerintah memberi yang telah memberikan harga gas khusus,” kata Andrea yang hadir dalam acara ground breaking.

Yang tak kalah penting, investasi PT SPS itu mendukung program pemerintah akan subtitusi impor. “Seperti kita tahu homogeneous tiles impor telah membanjiri Indonesia. Semoga portofolio import nantinya bisa dialihkan ke produk SPS setelah pabrik ini sudah produksi. Apalagi kapasitas produksinya untuk homogeneous tiles ini sangat besar,” ujarnya.

PT Superior Porcelain Sukses memilih membuka pabrik di Subang karena beberapa faktor. Pertama soal kedekatan dengan akses gas. Selama ini biaya produksi keramik 30 persennya berasal dari komponen biaya energi (gas). Selain itu, bahan baku lain seperti clay dan feldspar juga bisa didapat tak jauh dari Subang.

Pabrik baru di Subang itu sebenarnya merupakan plant pertama PT Superior Porcelain Sukses. Saat ini mereka menyiapkan plan-plan membangun pabrik di lokasi lain, dalam waktu dekat. Hal itu selama ini kerapkali dilakukan perusahaan lain, yang menjadi bagian SPS Corporate.

Kehadiran pabrik granit SPS di Subang sekaligus menjawab tantangan gempuran produk impor, terutama dari Tiongkok. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duit Para Taipan Asing Serbu RI, Paling Banyak dari Singapura, China dan Hongkong

Duit Para Taipan Asing Serbu RI, Paling Banyak dari Singapura, China dan Hongkong

Bisnis | Jum'at, 21 Juli 2023 | 14:28 WIB

300 Ribu Ton Beras Impor Banjiri Pasar RI, Jutaan Ton Menunggu Dikirim

300 Ribu Ton Beras Impor Banjiri Pasar RI, Jutaan Ton Menunggu Dikirim

Bisnis | Jum'at, 21 Juli 2023 | 10:51 WIB

Gaduh Penyelundupan 5 Juta Ton Nikel ke China, Luhut: Itu Tidak Susah Menelusurinya

Gaduh Penyelundupan 5 Juta Ton Nikel ke China, Luhut: Itu Tidak Susah Menelusurinya

Bisnis | Selasa, 18 Juli 2023 | 12:40 WIB

Terkini

Dolar AS Mulai Stabil, Rupiah Berpeluang Menguat

Dolar AS Mulai Stabil, Rupiah Berpeluang Menguat

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:03 WIB

Ikuti Tren Global, Harga Avtur Pertamina Turun hingga 10 Persen

Ikuti Tren Global, Harga Avtur Pertamina Turun hingga 10 Persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 09:36 WIB

Harga BBM di SPBU Swasta hingga Pertamina per 1 Juni 2026

Harga BBM di SPBU Swasta hingga Pertamina per 1 Juni 2026

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 09:10 WIB

Harga BBM Pertamax Turbo Naik Jadi Rp 20.750/liter

Harga BBM Pertamax Turbo Naik Jadi Rp 20.750/liter

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 08:35 WIB

Didukung Kemenhub, Agung Sedayu Siapkan Terminal Terpadu di PIK 2, Hubungkan MRT hingga Bandara

Didukung Kemenhub, Agung Sedayu Siapkan Terminal Terpadu di PIK 2, Hubungkan MRT hingga Bandara

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 08:26 WIB

Canggihnya Ambulans Universitas Sanata Dharma, Multifungsi dan Bisa untuk Operasi Ringan

Canggihnya Ambulans Universitas Sanata Dharma, Multifungsi dan Bisa untuk Operasi Ringan

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 08:05 WIB

Harga Avtur Turun 10 Persen Mulai 1 Juni

Harga Avtur Turun 10 Persen Mulai 1 Juni

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 08:03 WIB

Bank Indonesia Bongkar Penyebab Rupiah Terus Tertekan

Bank Indonesia Bongkar Penyebab Rupiah Terus Tertekan

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 08:02 WIB

Kemenperin Minta Kaji Ulang Kemasan Polos Produk Tembakau

Kemenperin Minta Kaji Ulang Kemasan Polos Produk Tembakau

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 07:53 WIB

Bisnis Logistik Ikut Kecipratan Berkah Pariwisata Bali

Bisnis Logistik Ikut Kecipratan Berkah Pariwisata Bali

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 07:41 WIB