Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Jelaskan Bahaya Social Commerce TikTok Shop, Video Youtuber Ferry Irwandi Langsung Di-Takedown

Achmad Fauzi

Senin, 24 Juli 2023 | 16:51 WIB
Jelaskan Bahaya Social Commerce TikTok Shop, Video Youtuber Ferry Irwandi Langsung Di-Takedown
Youtuber Ferry Irwandi/Instagram

Suara.com - Youtber dan Key Opinion Leader (KOL) Ferry Irwandi mengalami kejadian tidak mengenakan terhadap TikTok. Pasalnya, video terkait penjelasan soal social commerce dan Project S yang diunggah Ferry Irwandi dihapus atau take down oleh TikTok.

Video itu diposting di TikTok pada Sabtu (22/7) lalu yang langsung dihapus tidak lama setelah penayangannya. 

Hal ini membuat Ferry merasa bingung terkait penghapusan yang dinilai TikTok karena perjudian. Sebab, dia menilai penghapusan videonya tidak adil, karena banyak video perjudian hingga tidak masuk akal justru tidak dihapus oleh TikTok.

"Video gue soal social commerce dan project S gue kena takedown TikTok. Alasannya: perjudian!!" tulis Ferry yang dikutip dari Instagram pribadinya @irawanferry, Senin (24/7/2023).

"Wkwk yang judi beneran besebaran, mandi lumpur dibiarin, ni konten gak ada sangkut pautnya dikitpun sama pelanggaran komunitas, malah disikat, udahlah disikat, difitnah lagi," tulis dia lagi.

Video yang diunggah Ferry sebenarnya video penjelasan social commerce dan project s TikTok Shop di akun youtube pribadinya yang berjudul "Bayangan Gelap di Balik Cahaya TikTok".

Dalam video yang berdurasi 10 menit itu, Ferry menyoroti tentang Sosial Commerce dan bahayanya bagi pelaku UMKM. Menurut dia, Social Commerce bakal memberikan dampak bagi perekonomian di suatu negara.

Ferry menjelaskan bagaimana bahayanya Project S yang dijalankan di TikTok Shop. Dia mengurakan bahwa proses bisnis Project S akan mencari produk yang tengah tren melalui aplikasi. Kemudian, produk tersebut diproduksi ulang di China, dan dijual kembali lewat TikTok Shop.

Dengan praktik itu, Dinilainya akan merugikan perekonomian negara, sebab produk UMKM yang tengah tren telah ditiru dan diperjualkan oleh pihak lain.

baca juga

Ferry melanjutkan, kerugian yang didapat negara, karena tak mempekerjakan orang lokal, dan tidak mendapatkan pajak dari proses bisnis tersebut. Kekinian, dirinya juga melihat, terdapat dua produk kecantikan asal China yang merajai pasar Indonesia di TikTok Shop.

"Harusnya, Social Commerce ini diatur dan diregulasi dengan peraturan yang sama seperti e-commerce yang lain," kata Ferry dalam videonya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kembangkan UMKM dan Buka Peluang Usaha Lewat Pelatihan Pembuatan Wajik di Musi Banyuasin

Kembangkan UMKM dan Buka Peluang Usaha Lewat Pelatihan Pembuatan Wajik di Musi Banyuasin

Bisnis | Senin, 24 Juli 2023 | 13:51 WIB

PMN Dorong Pelaku UMKM di Kota Bandung Kuasai Digital Marketing

PMN Dorong Pelaku UMKM di Kota Bandung Kuasai Digital Marketing

Bisnis | Senin, 24 Juli 2023 | 07:05 WIB

Berdayakan UMKM, OMG Gelar Lomba Masak Katering di Jakbar

Berdayakan UMKM, OMG Gelar Lomba Masak Katering di Jakbar

Bisnis | Senin, 24 Juli 2023 | 07:01 WIB

Terkini

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:37 WIB

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:53 WIB

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:48 WIB

Kejar Dana ESG Global, Industri Perunggasan Mulai Jual Data Ilmiah demi Tarik Investor

Kejar Dana ESG Global, Industri Perunggasan Mulai Jual Data Ilmiah demi Tarik Investor

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:39 WIB

Tanggapi MSCI, Ini 8 Strategi Pemerintah Perkuat Pasar Saham RI

Tanggapi MSCI, Ini 8 Strategi Pemerintah Perkuat Pasar Saham RI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:37 WIB

Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:26 WIB

Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja

Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:17 WIB

Purbaya Kantongi Restu dari Bank Sentral China, Panda Bond Segera Terbit

Purbaya Kantongi Restu dari Bank Sentral China, Panda Bond Segera Terbit

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:24 WIB

Oleh-oleh Purbaya dari China: Asian Infrastructure Investment Bank Segera Buka Kantor di RI

Oleh-oleh Purbaya dari China: Asian Infrastructure Investment Bank Segera Buka Kantor di RI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:08 WIB