Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pemerintah Diminta Perbaiki Data Masyarakat Miskin Agar Bantuan Tepat Sasaran

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 06 Agustus 2023 | 15:53 WIB
Pemerintah Diminta Perbaiki Data Masyarakat Miskin Agar Bantuan Tepat Sasaran
Ilustrasi kawasan kumuh di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. BPS mencatat angka kemiskinan di wilayah perkotaan meningkat di tahun 2023 [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]

Suara.com - Pakar ekonomi Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet menyebut, pemerintah perlu terus memperbaiki dan memperbarui data sasaran kebijakan pengentasan kemiskinan ekstrem yang ditargetkan mencapai 0 persen pada tahun 2024.

"Masih ada masalah dengan data yang perlu terus diperbaiki dan diperbarui untuk memastikan bahwa program penurunan tingkat kemiskinan yang akan dijalankan pemerintah dapat mencapai sasaran dengan tepat," kata Yusuf, Minggu (6/8/2023).

Pemerintah telah menetapkan target untuk mencapai tingkat kemiskinan ekstrem sebesar 0 persen pada tahun 2024, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Melansir Antara, Yusuf beranggapan, keberhasilan dalam pengentasan kemiskinan akan tergantung pada efektivitas dari tiga kebijakan besar pemerintah, yaitu kebijakan untuk mengurangi beban masyarakat, mengurangi kemiskinan ekstrem, dan kebijakan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menemukan bahwa bantuan sosial sebesar Rp185,23 miliar telah terindikasi salah sasaran.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Nunung Nuryartono, mengatakan bahwa saat ini ketepatan sasaran kebijakan pengentasan kemiskinan ekstrem telah meningkat setelah pemerintah membuat data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) pada tahun 2022.

"Data ini berisi daftar penerima manfaat yang dapat diakses oleh seluruh kementerian dan lembaga," kata Nunung.

Dia menyebut bahwa sebanyak 27 kementerian dan lembaga telah menggunakan data tersebut untuk melaksanakan program-program pengentasan kemiskinan ekstrem.

Untuk memastikan tepat sasaran, data tersebut telah dikirim ke pemerintah daerah untuk diverifikasi dan diintegrasikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Hasil pemantauan di 10 wilayah yang menggunakan data P3KE menunjukkan bahwa program pengentasan kemiskinan ekstrem berjalan lebih baik," tambahnya.

Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mencatat bahwa angka kemiskinan ekstrem di Indonesia telah menurun menjadi 1,12 persen pada Maret 2023 dari 1,74 persen pada September 2022.

Nunung menegaskan bahwa kebijakan-kebijakan untuk pengentasan kemiskinan ekstrem akan tetap berlanjut di tahun politik mendatang, termasuk program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENa) yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para penerima manfaat.

"Kami juga akan melakukan evaluasi dan memastikan program ini berkelanjutan sehingga penerima manfaat tidak akan jatuh kembali ke dalam kemiskinan. Oleh karena itu, program ini harus didukung dengan pendampingan, penyediaan pasar, dan off taker," tambah Nunung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Smartfren Hadirkan Paket 100 GB Hanya Rp 100 Ribu untuk Pelanggan

Smartfren Hadirkan Paket 100 GB Hanya Rp 100 Ribu untuk Pelanggan

Sumut | Kamis, 03 Agustus 2023 | 18:42 WIB

Data Berharga Pelanggan Terancam: Bagaimana Perusahaan Menghadapi dan Mengatasi Kebocoran Data

Data Berharga Pelanggan Terancam: Bagaimana Perusahaan Menghadapi dan Mengatasi Kebocoran Data

Press Release | Rabu, 02 Agustus 2023 | 22:00 WIB

Sore Ini IHSG Ambyar, 342 Saham Kebakaran

Sore Ini IHSG Ambyar, 342 Saham Kebakaran

Bisnis | Rabu, 02 Agustus 2023 | 16:41 WIB

Managed Detection and Response Memberi Perlindungan pada Keamanan Data yang Terapkan Cloud Computing

Managed Detection and Response Memberi Perlindungan pada Keamanan Data yang Terapkan Cloud Computing

Press Release | Selasa, 01 Agustus 2023 | 11:05 WIB

Sambut Bulan Agustus, IHSG Dibuka Lemas

Sambut Bulan Agustus, IHSG Dibuka Lemas

Bisnis | Selasa, 01 Agustus 2023 | 09:43 WIB

Cuan, Awal Pekan IHSG Ditutup Parkir di Level 6.931

Cuan, Awal Pekan IHSG Ditutup Parkir di Level 6.931

Bisnis | Senin, 31 Juli 2023 | 16:35 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB