Tiga Tahapan Penting Wujudkan Net Zero Karbon

Achmad Fauzi

Senin, 07 Agustus 2023 | 09:06 WIB
Tiga Tahapan Penting Wujudkan Net Zero Karbon
ilustrasi perdagangan karbon (pexels/ Marcin Jozwiak )

Suara.com - Schneider Electric, perusahaan otomasi energi mengungkapkan terdapat tiga tahapan penting dalam mewujudkan bangunan zero carbon. Tiga tahapan penting untuk net zero carbon itu mencakup Strategize, Digitize dan Decarbonize, dan merekomendasikan langkah-langkah praktis di tiap tahapan tersebut.

Para pemangku kepentingan global terus mendorong upaya pengurangan emisi karbon yang ditargetkan mencapai net-zero emission pada 2050. Indonesia sendiri mencanangkan komitmen untuk dapat mencapai target net-zero emission pada 2060 dan menaikkan target Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC) menjadi 32% atau setara 912 juta ton CO2 pada 2030, dari sebelumnya 29%1.

Komitmen ini tentunya perlu didukung dengan upaya yang masif. Salah satunya dengan mendekarbonisasi bangunan karena bangunan menyumbang 37% dari emisi karbon global.

Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Roberto Rossi, mengatakan, Schneider Electric secara global telah membantu ribuan perusahaan dalam perjalanan mereka untuk mendekarbonisasi operasional bangunan, mulai dari hotel, ritel, rumah sakit, perkantoran, dan banyak lagi.

"Selama puluhan tahun pengalaman kami di bidang pengelolaan energi, sustainability serta teknologi, kami merangkum tiga tahapan penting yang menjadi fondasi dalam mewujudkan bangunan zero carbon, yaitu Strategize, Digitize dan Decarbonize. Ketiga tahapan ini menjadi satu rangkaian yang tak terpisahkan untuk menghasilkan dampak yang maksimal," ujarnya yang dikutip, Kamis (7/8/2023).

Strategize merupakan fondasi dasar dalam mendefinisikan kesuksesan dan menciptakan roadmap menuju target emisi nol bersih. Terdapat beberapa langkah untuk memastikan kesuksesan pada tahap ini antara lain, pertama melakukan pengukuran baseline data emisi karbon di seluruh portofolio bangunan untuk mendapatkan analisa akurat dari mana kita harus memulai, kedua mempelajari semua opsi solusi dekarbonisasi dan skema pembiayaan yang ada dan memodelkan dampaknya terhadap pertumbuhan bisnis dan proyeksi pencapaian dekarbonisasi,

Kemudian, ketiga membuat target dan KPI yang terukur dengan detil jadwal implementasi, diselaraskan dengan ScienceBased Targets (SBTi). Keempat, mengidentifikasi dan melibatkan pemangku kepentingan yang tepat dalam perencanaan strategis dan implementasi. Lalu, kelilma komunikasi dan melibatkan seluruh ekosistem rantai nilai untuk mengambil aksi yang sama, mengingat seringkali kontribusi emisi karbon perusahaan dihasilkan secara tidak langsung.

Digitize merupakan langkah penting berikutnya. Perusahaan memerlukan visibilitas yang berkelanjutan atas konsumsi energi dan emisi karbon untuk memperkirakan dan memvalidasi dampak dari upaya pengurangan karbonnya, mengidentifikasi anomali kinerja dan memastikan perusahaan berada dalam jalur yang tepat untuk mencapai tujuan dekarbonisasinya.

Teknologi digital seperti EcoStruxure Resource Advisor dapat membantu manajemen bangunan mengelola kompleksitas integrasi data dari berbagai sumber, lokasi dan pemangku kepentingan; memberikan analisa dan rekomendasi yang dibutuhkan untuk pembuatan keputusan, dan membuat sistem pelaporan terpusat untuk pengukuran data emisi secara otomatis dan real time dari ribuan lokasi.

baca juga

Decarbonize, Dua tahapan pertama digunakan untuk mempelajari dan mendapatkan wawasan yang dibutuhkan. Tahapan ketiga ini merupakan tindakan nyata yang diambil untuk mengurangi emisi, mendorong efisiensi dan ketahanan sumber daya, dan meningkatkan keuntungan bisnis.

Beberapa solusi yang tersedia seperti sistem manajemen gedung (BMS) yang terbuka dan cerdas, seperti EcoStruxure Building Operation menyediakan integrasi, visibilitas, dan data terintegrasi untuk mengelola HVAC, daya, pencahayaan, keamanan, keselamatan kebakaran, jaringan mikro, stasiun pengisian daya kendaraan listrik (EV), dan sumber energi terbarukan.

"Melalui Schneider Electric Sustainability Business, kami menyediakan layanan konsultasi bagi korporasi dan organisasi seputar program sustainability dalam pengelolaan energi, otomasi dan aksi iklim," pungkas Roberto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Optimalisasi EBT Sektor Pariwisata dan Transportasi Lewat Becak Listrik Becik-KU

Optimalisasi EBT Sektor Pariwisata dan Transportasi Lewat Becak Listrik Becik-KU

Bisnis | Senin, 07 Agustus 2023 | 06:54 WIB

Kembangkan Energi Terbarukan, PT Bukit Asam Gandeng China Huadian

Kembangkan Energi Terbarukan, PT Bukit Asam Gandeng China Huadian

Bisnis | Kamis, 03 Agustus 2023 | 20:23 WIB

Pengusaha Industri Energi ASEAN Bakal Kumpul di Bali, Ini yang Dibahas

Pengusaha Industri Energi ASEAN Bakal Kumpul di Bali, Ini yang Dibahas

Bisnis | Jum'at, 28 Juli 2023 | 14:06 WIB

Terkini

Cara Membersihkan Hair Dryer dengan Mudah, Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

Cara Membersihkan Hair Dryer dengan Mudah, Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 14:15 WIB

Kerja Keras Tak Lagi Cukup: Gen Z Mulai Melihat Kemiskinan secara Sistemik?

Kerja Keras Tak Lagi Cukup: Gen Z Mulai Melihat Kemiskinan secara Sistemik?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 14:10 WIB

Vakum 8 Tahun, Lee Chang Dong Garap Film Baru Berjudul Possible Love

Vakum 8 Tahun, Lee Chang Dong Garap Film Baru Berjudul Possible Love

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 14:08 WIB

Tren Mobil Keluarga Bergeser, Kia Carens Tawarkan Fleksibilitas dan Desain Modern

Tren Mobil Keluarga Bergeser, Kia Carens Tawarkan Fleksibilitas dan Desain Modern

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 14:05 WIB

Meski Harta Ludes Terbakar, Warga Kebayoran Lama Memilih Bertahan demi Menjemput Rezeki

Meski Harta Ludes Terbakar, Warga Kebayoran Lama Memilih Bertahan demi Menjemput Rezeki

News | Rabu, 23 September 2026 | 14:00 WIB

Review Crew Girl: Kisah Perjuangan Atlet Remaja Mempertahankan Impian!

Review Crew Girl: Kisah Perjuangan Atlet Remaja Mempertahankan Impian!

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 14:00 WIB

Bukan Tak Tahu Diri, Ini Alasan Lulusan Kabupaten Berhak Ajukan Gaji Tinggi

Bukan Tak Tahu Diri, Ini Alasan Lulusan Kabupaten Berhak Ajukan Gaji Tinggi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:59 WIB

Kolusikan Senior dan Talenta Muda, VM Pictures Siap Lahirkan Standar Baru Film Indonesia

Kolusikan Senior dan Talenta Muda, VM Pictures Siap Lahirkan Standar Baru Film Indonesia

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 13:58 WIB

3 Deodoran Lactic Acid yang Ampu Cerahkan Ketiak Hitam, Lengkap dengan Review Pengguna

3 Deodoran Lactic Acid yang Ampu Cerahkan Ketiak Hitam, Lengkap dengan Review Pengguna

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:57 WIB

Pemerintah Siapkan Substansi RUU Pemilu, Bima Arya Soroti Soal Suara Terbuang

Pemerintah Siapkan Substansi RUU Pemilu, Bima Arya Soroti Soal Suara Terbuang

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:56 WIB

×