Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Pertumbuhan Ekonomi Bisa Menghentak ke 7 Persen Lewat Pembekalan Pendidikan ke Para Pemuda Bangsa

Iwan Supriyatna

Selasa, 22 Agustus 2023 | 13:11 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Bisa Menghentak ke 7 Persen Lewat Pembekalan Pendidikan ke Para Pemuda Bangsa
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyampaikan hal terpenting untuk mewujudkan 7 persen pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Suara.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyampaikan hal terpenting untuk mewujudkan 7 persen pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Yakni bekal pendidikan para pemuda bangsa.

“Dari ruang pendidikan inilah yang penting kita intensifkan untuk meningkatkan segala hal termasuk melengkapi keterampilan yang telah teman-teman miliki,” kata Ganjar ditulis Selasa (22/8/2023).

Di hadapan 3.150 calon wisudawan periode IV tahun akademik 2022/2023, Ganjar menyampaikan bahwa tantangan para pemuda ke depan tidak lebih besar dari potensinya.

Pasalnya di era digital seperti sekarang, banyak keilmuan yang bisa didapat dengan mudah.

Namun dengan pendidikan terbaik yang disokong pengajar-pengajar andal, Ganjar menyebut keilmuan itu bisa dilengkapi lewat karakter, sikap, dan integritas terbaik.

Sebab itu Ganjar mengajak para calon wisudawan terus maju dan memberikan kontribusi bagi bangsa.

“Saat inilah pemuda yang bisa lebih banyak mengisi dan menginisiasi perbaikan kehidupan di banyak sektor. Saat ini, Republik ini, membutuhkan seluruh pemuda yang hadir wabilkhusus yang ada di ruangan ini,” kata Ganjar.

Saat ini, Ganjar yang juga merupakan Ketua Umum PP Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) menyebut para pemimpin bangsa telah sepakat mewujudkan Indonesia maju dengan terus berupaya menumbuhkan pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Tercatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2023 mencapai 5,03% (yoy) berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut Ganjar, peran para pemuda dan pendidikannya inilah yang mampu menumbuhkan ekonomi sampai 7 persen.

“Dan kita sekarang sudah bersepakat menuju Indonesia sebagai negara maju dengan pertumbuhan ekonomi yang 5 koma sekian rasanya kurang. Kalau kita mau menghentak mungkin 7 persen harus menjadi pertumbuhan ekonomi kita,” kata Ganjar.

“Dari tangan-tangan pemuda Inilah kita bisa mewujudkan itu. Maka segala daya dan upaya yang kita miliki kita harus kita kerahkan kesana,” sambungnya.

Di UGM, Ganjar selaku Ketua Umum PP Kagama menerima hibah dua mobil listrik dari Kementerian Investasi. Turut hadir dalam penyerahan hibah itu Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tahun Politik, Jokowi Patok Ekonomi RI Tumbuh 5,2%

Tahun Politik, Jokowi Patok Ekonomi RI Tumbuh 5,2%

Bisnis | Rabu, 16 Agustus 2023 | 15:06 WIB

Sri Mulyani Full Senyum Ekonomi RI Tumbuh 5,17%: Kereeen Habis..!

Sri Mulyani Full Senyum Ekonomi RI Tumbuh 5,17%: Kereeen Habis..!

Bisnis | Selasa, 08 Agustus 2023 | 13:13 WIB

Ekonomi RI Tumbuh 5,17%, Menko Airlangga: Diatas Vietnam, AS, Singapura dan Jerman

Ekonomi RI Tumbuh 5,17%, Menko Airlangga: Diatas Vietnam, AS, Singapura dan Jerman

Bisnis | Senin, 07 Agustus 2023 | 19:36 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB