Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.343,711
LQ45 630,859
Srikehati 307,881
JII 380,533
USD/IDR 17.914

Perdagangan Anjing dan Kucing di Tomohon Akhirnya Dihentikan

Iwan Supriyatna

Rabu, 06 September 2023 | 12:14 WIB
Perdagangan Anjing dan Kucing di Tomohon Akhirnya Dihentikan
Ilustrasi anjing dan kucing liar [shutterstock]

“Hasil pantauan kami bersama pemerintah hari ini di pasar tidak ada lagi pedagang yang menjual anjing dan kucing. Ini luar biasa dan kita berharap aturan pemerintah itu benar-benar bisa dipatuhi masyarakat khususnya pedagang,” katanya.

Bekerja sama dengan AFMI sejak beberapa hari terakhir, lanjut Lola, HSI sudah ikut menyelamatkan puluhan ekor anjing dan kucing dari tempat pemotongan hewan di Tomohon.

“Hari ini juga kami berhasil menyelamatkan 21 ekor anjing dan tiga ekor kucing dari rumah jagal,” sebutnya.

Setelah diselamatkan, anjing dan kucing itu dibawa ke selter AFMI untuk menjalani perawatan dan divaksin untuk mencegah rabies.

Lola menjelaskan, dari hasil pendataan yang ditemukan di Indonesia, HSI memperkirakan sekitar 1 juta anjing dan ratusan ribu kucing dibunuh untuk konsumsi di Indonesia setiap tahunnya.

“Dengan hotspot konsumsi itu di Solo, Jawa Tengah, Medan, Sumatra Utara, dan di Minahasa, Sulawesi Utara,” paparnya.

Sedangkan di Asia, lanjut Lola, HSI memperkirakan sekitar 30 juta anjing dibunuh tiap tahunnya.

“Mulai dari China, Korea Selatan, dan beberapa negara asia lain,” tandasnya.

Namun tidak semua senang dengan keluarnya peraturan tersebut. Pedagang daging anjing dan kucing di Tomohon kecewa.

baca juga

“Mau bagaimana lagi. Itu sudah aturan pemerintah, jadi tetap harus diikuti,” kata Melki Pongo, saat ditemui di rumah jagal miliknya di Tomohon.

Hampir 30 tahun Melki menjadi pemasok anjing dan kucing ke pasar ekstrem Tomohon dan beberapa pasar tradisional lainnya di Sulawesi Utara. Menurutnya, selama itu menjual belikan anjing dan kucing aman-aman saja.

Namun, sejak viralnya aktivitas penyembelihan anjing dan kucing yang dikatakan banyak pihak kejam di pasar ekstrem Tomohon membuat berkembangnya desakan untuk menghentikan penjualan kedua hewan tersebut. Terlebih soal kampanye penghentian konsumsi anjing dan kucing karena penyebab rabies.

“Meski ada desakan seperti itu saya tetap menyuplai anjing dan kucing. Sekarang aturan sudah keluar, jelas saya harus patuhi,” ungkapnya.

Melki menjelaskan, 90 persen anjing dan kucing yang dijual di Sulawesi Utara khususnya di Tomohon berasal dari Palu, Sulawesi Tengah, Mamuju, Sulawesi Barat, dan Makassar, Sulawesi Selatan.
“Bahkan ada pasokan dari Kalimantan juga karena di wilayah yang banyak Muslim itu tidak makan anjing. Makanya mereka mau jual anjing,” terangnya.

Untuk harga, lanjut Melki, murah. Karena per ekor dibeli hanya Rp50 ribu sampai Rp100 ribu, sementara sampai di Sulawesi Utara dijual mahal.

“Kalau di Tomohon rata-rata anjing Rp700 ribu per ekor. Untung besar memang kami sebagai pemasok, karena sudah hitung dengan bahan bakar transportasi yang dipakai juga,” ungkapnya.

Dengan keluarnya aturan pemerintah, Melki mengaku akan fokus pada penjualan babi dan makanan khas Minahasa.

“Kalau untuk jual beli anjing berhenti total. Semoga Tuhan juga kasih rezeki yang lebih baik lagi."

Pedagang lainnya, Junly Hesda Kapo, yang ditemui di pasar Tomohon, mengatakan penjualan hewan khususnya anjing sangat tinggi di pasar itu.

“Karena setiap ada acara, wajib itu ada masakan dari daging anjing,” kata Junly yang mengaku sudah lama mengkonsumsi anjing.

“Puji Tuhan tidak ada dampak apa-apa setelah makan anjing. Rasa dagingnya itu enak, seperti ayam kampung. Apa lagi kalau diolah menjadi daging anjing rica-rica,” ungkapnya.

Karena rasanya yang enak itu, tidak heran penjualan anjing di pasar ekstrem tinggi. “Biasanya pemasok bawa ke pasar 150 ekor, cuman hitungan beberapa jam pasti habis laku terjual,” sebutnya

Namun, sejak beberapa minggu terakhir daging anjing dan kucing sulit ditemukan di pasar ekstrem Tomohon. “Karena tidak ada yang pasok. Mungkin itu pengaruh dari larangan pemerintah juga. Karena sebelum aturan itu keluar, pemerintah sering sosialisasi di pasar,” ujarnya.

Junly menambahkan, mau tidak mau seluruh pedagang akan mengikuti aturan pemerintah.

“Namanya aturan, pedagang pasti mengikuti. Dan bisa jadi kalau penjualan anjing dan kucing benar-benar tidak ada lagi, tingkat konsumsi warga juga otomatis menurun. Apa lagi saat ini pasokan anjing dan kucing dari luar sudah berkurang masuk ke pasar, bahkan sudah tidak ada,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Wanita Cekoki Kucing Miras di Padang Resmi Tersangka, Terancam 9 Bulan Penjara

3 Wanita Cekoki Kucing Miras di Padang Resmi Tersangka, Terancam 9 Bulan Penjara

Sumbar | Selasa, 05 September 2023 | 14:29 WIB

Jangan Menghindar, Ini 6 Cara Kucing Bilang "Aku Suka Kamu" ke Pemiliknya

Jangan Menghindar, Ini 6 Cara Kucing Bilang "Aku Suka Kamu" ke Pemiliknya

Your Say | Selasa, 05 September 2023 | 12:04 WIB

Cute Abis, Park Gyu Young Jadi Anak Anjing dalam 'A Good Day to Be a Dog'

Cute Abis, Park Gyu Young Jadi Anak Anjing dalam 'A Good Day to Be a Dog'

Your Say | Selasa, 05 September 2023 | 11:27 WIB

Terkini

BUMN Hanya Tersisa 250 Perusahaan, Nasib Karyawan Gimana

BUMN Hanya Tersisa 250 Perusahaan, Nasib Karyawan Gimana

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:08 WIB

25 Siswa dan Guru SDN Ciherang 01 Dramaga dilarikan ke Puskesmas

25 Siswa dan Guru SDN Ciherang 01 Dramaga dilarikan ke Puskesmas

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Dukung Penyerapan Blue Carbon dan Berdayakan Masyarakat, BTN Tanam 10.000 Mangrove di Kuta Bali

Dukung Penyerapan Blue Carbon dan Berdayakan Masyarakat, BTN Tanam 10.000 Mangrove di Kuta Bali

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:06 WIB

Bebas Ribet! 8 Tren Rambut Keriting Pria untuk Wajah Kotak yang Gampang Ditata

Bebas Ribet! 8 Tren Rambut Keriting Pria untuk Wajah Kotak yang Gampang Ditata

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Viral Kisah Ketua RT Cuci Darah Usai 10 Tahun Minum Air Galon Isi Ulang, Ahli Soroti Bahaya BPA

Viral Kisah Ketua RT Cuci Darah Usai 10 Tahun Minum Air Galon Isi Ulang, Ahli Soroti Bahaya BPA

Jabar | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:59 WIB

Eks Pelatih PSM dan Persipura Bocorkan ke Singapura Taktik Tekuk Timnas Indonesia

Eks Pelatih PSM dan Persipura Bocorkan ke Singapura Taktik Tekuk Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Reka Dokumen Demi Bikin Gaduh, 9 Pelaku Jasa Konten Provokatif Diringkus Polda Metro

Reka Dokumen Demi Bikin Gaduh, 9 Pelaku Jasa Konten Provokatif Diringkus Polda Metro

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:56 WIB

Impresi Singkat Suzuki Fronx SGX Varian Tertinggi di GIIAS 2026

Impresi Singkat Suzuki Fronx SGX Varian Tertinggi di GIIAS 2026

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Starting XI Singapura vs Timnas Indonesia: Nadeo dan Jordi Amat Cadangan

Starting XI Singapura vs Timnas Indonesia: Nadeo dan Jordi Amat Cadangan

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:48 WIB

BPJS Kesehatan Resmikan Taman Budaya Gotong Royong di Sabang, Wujud Kolaborasi dari 0 KM Indonesia

BPJS Kesehatan Resmikan Taman Budaya Gotong Royong di Sabang, Wujud Kolaborasi dari 0 KM Indonesia

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:46 WIB

×