Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

HSBC Siap PHK Massal hingga 20.000 Karyawan

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 19 Maret 2026 | 11:20 WIB
HSBC Siap PHK Massal hingga 20.000 Karyawan
Ilustrasi HSBC. [Unsplash]
  • HSBC Holdings sedang mempertimbangkan pemangkasan sekitar 20.000 pekerjaan sebagai bagian transformasi tiga hingga lima tahun.
  • Pemotongan fokus utama pada peran non-klien dan pusat layanan global, didorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) untuk efisiensi.
  • Strategi ini sejalan restrukturisasi CEO Elhedery, termasuk penekanan pada Asia dan perubahan model kompensasi karyawan kompetitif.

Suara.com - HSBC Holdings tengah mempertimbangkan gelombang pemangkasan tenaga kerja besar-besaran dalam beberapa tahun ke depan, seiring strategi agresif perusahaan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk merampingkan operasional.

Rencana ini digagas oleh CEO Georges Elhedery sebagai bagian dari transformasi jangka menengah bank, yang diperkirakan berlangsung selama tiga hingga lima tahun.

Sumber yang mengetahui pembahasan tersebut menyebutkan, sekitar 20.000 posisi atau setara 10 persen dari total karyawan berpotensi terdampak.

"Pemangkasan diperkirakan akan banyak menyasar peran non-klien, terutama di pusat layanan global," kata CEO Georges Elhedery dilansir Blommberg, Kamis (19/3/2026).

Namun hingga kini, proses evaluasi masih berada pada tahap awal dan belum ada keputusan final yang diambil. Pihak HSBC sendiri belum memberikan komentar resmi terkait rencana tersebut.

Pada akhir 2025, HSBC Holdings tercatat memiliki sekitar 210.000 karyawan. Sebagian pengurangan tenaga kerja nantinya kemungkinan dilakukan melalui tidak mengganti posisi yang kosong, serta penjualan atau penutupan unit bisnis tertentu.

Ilustrasi PHK massal (Pixabay/geralt)
Ilustrasi PHK massal (Pixabay/geralt)

Langkah ini menjadi bagian dari restrukturisasi besar yang telah dijalankan Elhedery sejak menjabat pada 2024. Ia sebelumnya telah memangkas ribuan pekerjaan, sekaligus merampingkan portofolio bisnis melalui penjualan dan penggabungan unit usaha.

Transformasi tersebut juga mencakup perubahan budaya kerja, termasuk penerapan model kompensasi ala Wall Street yang lebih kompetitif.

Dalam skema ini, karyawan berkinerja tinggi akan mendapatkan porsi bonus lebih besar, sementara yang berkinerja rendah didorong untuk mencari peluang di luar perusahaan.

Selain itu, HSBC terus memperkuat fokus bisnis di Asia, salah satunya melalui langkah privatisasi anak usaha di Hong Kong, Hang Seng Bank. Strategi ini dinilai sebagai taruhan besar untuk pertumbuhan di pusat keuangan Asia.

Pemanfaatan AI menjadi kunci utama dalam rencana efisiensi. Dalam konferensi Morgan Stanley pada 18 Maret, CFO HSBC Pam Kaur menyebutkan bahwa teknologi tersebut dapat digunakan untuk memangkas biaya sekaligus meningkatkan produktivitas karyawan.

Menurut Kaur, AI berpotensi diterapkan di berbagai lini, mulai dari pusat layanan pelanggan hingga proses verifikasi nasabah (know-your-customer) dan pemantauan transaksi.

Tren ini sejalan dengan laporan Bloomberg Intelligence yang memprediksi bahwa bank-bank global dapat menghapus hingga 200.000 pekerjaan dalam tiga hingga lima tahun ke depan akibat adopsi AI.

Rata-rata, eksekutif teknologi memperkirakan pengurangan tenaga kerja bersih sekitar 3 persen.

HSBC sendiri menargetkan penghematan biaya sebesar 1,5 miliar dolar AS pada paruh pertama tahun ini, bahkan enam bulan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

HSBC Pangkas Anggaran Rp23 Triliun: Ribuan Pekerja Terancam PHK, Indonesia Termasuk?

HSBC Pangkas Anggaran Rp23 Triliun: Ribuan Pekerja Terancam PHK, Indonesia Termasuk?

Bisnis | Sabtu, 08 Maret 2025 | 12:07 WIB

Tingkatkan Ekosistem UMKM, AwanTunai Dapat Fasilitas Social Loan Rp 300 Miliar dari HSBC Indonesia

Tingkatkan Ekosistem UMKM, AwanTunai Dapat Fasilitas Social Loan Rp 300 Miliar dari HSBC Indonesia

Bisnis | Jum'at, 02 Agustus 2024 | 07:13 WIB

Genjot Ekonomi Kerakyatan, PNM Lakukan Sinergi Social Loan dengan HSBC

Genjot Ekonomi Kerakyatan, PNM Lakukan Sinergi Social Loan dengan HSBC

Bisnis | Senin, 22 Januari 2024 | 13:27 WIB

Bangkrut, HSBC Inggris Akuisisi Silicon Valley Bank Hanya Rp18.700

Bangkrut, HSBC Inggris Akuisisi Silicon Valley Bank Hanya Rp18.700

Bisnis | Selasa, 14 Maret 2023 | 10:16 WIB

Gandeng Mandiri dan HSBC, SIG Rilis Sustainability Framework

Gandeng Mandiri dan HSBC, SIG Rilis Sustainability Framework

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2022 | 17:47 WIB

HSBC Dukung Pemerintah Indonesia Dalam Lakukan Transisi Energi

HSBC Dukung Pemerintah Indonesia Dalam Lakukan Transisi Energi

Bisnis | Rabu, 14 September 2022 | 12:34 WIB

Terkini

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:22 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:18 WIB

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:15 WIB

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:06 WIB

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:05 WIB

Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban

Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:01 WIB

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:52 WIB

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:29 WIB

Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak

Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:26 WIB