Tekan Stunting, ID FOOD Salurkan Bantuan Telur dan Daging Ayam Selama 3 Bulan ke 7 Provinsi

Iwan Supriyatna

Selasa, 12 September 2023 | 07:19 WIB
Tekan Stunting, ID FOOD Salurkan Bantuan Telur dan Daging Ayam Selama 3 Bulan ke 7 Provinsi
Kunjungan kerja Presiden RI meninjau stok beras dan penyaluran bantuan pangan di Gudang Bulog Dramaga dan Kelapa Gading

Suara.com - Pemerintah melanjutkan penyaluran bantuan pangan penanganan stunting tahap ke 2 hingga 3 bulan ke depan.

Langkah ini dilakukan untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting serta menjaga stabilitas harga telur khususnya di tingkat peternak mandiri kecil.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Utama ID FOOD Frans Marganda Tambunan, usai mendampingi kunjungan kerja Presiden RI meninjau stok beras dan penyaluran bantuan pangan di Gudang Bulog Dramaga dan Kelapa Gading.

Menurutnya, pendistribusian tahap kedua ini mulai dilakukan tanggal 11 September 2023 hari ini sampai dengan 3 bulan ke depan di 7 provinsi, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Barat.

“Hari ini juga kita luncurkan bantuan tahap kedua untuk penanganan stunting. Tadi kita mulai dari Provinsi Jawa Barat, di Kabupaten dan Kota Bogor, tepatnya di Desa Babakan Dramaga dan Kelurahan Katulampa, Bogor Timur. Setalah launching ini akan dilaksanakan penyaluran di 7 provinsi segera,” ujarnya ditulis Selasa (12/9/2023).

Pada launching tahap kedua ini, dilakukan penyaluran bantuan kepada 153 Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kelurahan Katulampa, Kota Bogor dan 85 KRS di Desa Babakan Dramaga, Kabupaten Bogor.

“Untuk Jawa Barat sendiri pada tahap kedua ini telah terdaftar 406.579 KRS. Untuk KRS paling banyak di wilayah Jawa tentunya, yaitu di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,” ujarnya.

Frans menjelaskan, penyaluran bantuan penanganan stunting tahap kedua ini sama persis dengan tahap pertama, di mana bantuan akan disalurkan untuk 1,4 juta KRS di 7 provinsi.

“Sama dengan tahap pertama, masing-masing KRS akan menerima paket bantuan pangan 1 ekor dalam bentuk karkas dengan ukuran sekitar 1 kg dan 1 tray telur ayam atau sebanyak 10 butir telur setiap bulan sampai 3 bulan ke depan. Anggarannya dari Badan Pangan Nasional kurang lebih sekitar 400 miliar,” jelasnya.

baca juga

Selanjutnya, Frans berharap, program ini selain berkontribusi signifikan dalam penurunan angka stunting juga dapat berdampak positif dalam menjaga stabilitas harga telur di tingkat peternak mandiri kecil, baik peternak layer maupun broiler sebagai mana arahan Presiden.

“Dengan adanya program ini penyerapan telur dan daging ayam di peternak dapat dilakukan secara rutin dengan harga yang stabil karena kami membeli sesuai harga acuan yang ditetapkan oleh pemerintah walaupun harga market turun. Jadi ada jaminan menjaga harga mereka sudah tetap sesuai harganya,” terangnya.

“Kami juga komitmen bahwa sumber telur dan ayamnya diserap dari peternak mandiri bukan dari perusahaan besar. Kita bekerja sama dengan kelompok koperasi sekitar 50 lebih dan ratusan peternak sesuai dengan provinsinya Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, kemudian Sulawesi Barat, dan NTT. Rata-rata merupakan peternak yang sudah bermitra sejak tahap pertama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Frans mengatakan, untuk menjaga kualitas produk dan keberlanjutan penyerapan, pihaknya melalui PT Berdikari, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, dan PT Rajawali Nusindo member of ID FOOD turun langsung menyeleksi dan menyerap telur serta daging ayam ke para peternak.

“Saat ini kita lagi susun planning bersama Badan Pangan Nasional supaya (Program) ini berkelanjutan tidak putus, sehingga ada kepastian juga untuk keluarga risiko stunting serta peternaknya. Langkah ini bagian dari upaya memperkuat ekosistem peternakan nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Deputi 2 Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional Nyoto Suwignyo, saat menghadiri launching dan penyerahan bantuan pangan penangan stunting tahap kedua di Kabupaten Bogor mengatakan, sama seperti tahap sebelumnya bantuan tahap kedua ini disalurkan berdasarkan data KRS yang bersumber dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Data tersebut setiap bulan di-update, sehingga data yang dipergunakan merupakan data yang sudah diperbaharui.

Ia juga menekankan, agar bantuan pangan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya khususnya bagi ibu hamil, balita, dan anak masa pertumbuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sofha Marwah Hadiri Rakornas TP PKK se-Indonesia, Bahas Stunting Hingga Narkoba

Sofha Marwah Hadiri Rakornas TP PKK se-Indonesia, Bahas Stunting Hingga Narkoba

Sulsel | Senin, 11 September 2023 | 16:25 WIB

GMC Gelar Sosialisasi Cegah Stunting Bareng Ibu-ibu di Kapuas

GMC Gelar Sosialisasi Cegah Stunting Bareng Ibu-ibu di Kapuas

Bisnis | Senin, 11 September 2023 | 08:29 WIB

Sasar Anak Berisiko Stunting, Gardu Ganjar Buka Pemeriksaan di Kabupaten Tangerang

Sasar Anak Berisiko Stunting, Gardu Ganjar Buka Pemeriksaan di Kabupaten Tangerang

Bisnis | Senin, 11 September 2023 | 07:44 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×