Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Indonesia Tidak Bisa Hanya Andalkan APBN JIka Ingin Jadi Negara Maju

M Nurhadi

Rabu, 13 Desember 2023 | 17:27 WIB
Indonesia Tidak Bisa Hanya Andalkan APBN JIka Ingin Jadi Negara Maju
Tangkapan Layar Konfrensi Pers APBN Kita, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu mencapai angka antara 6 hingga 7 persen agar dapat mencapai status negara berpendapatan tinggi atau negara maju pada tahun 2045.

Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5 persen, sehingga diperlukan implementasi reformasi struktural guna meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

“Reformasi struktural memang perlu kerja keras. Peningkatan pertumbuhan sebesar 1 hingga 2 persen benar-benar memerlukan reformasi struktural,” kata Sri Mulyani dalam Public Lecture Indonesia Project and The Australian National University (ANU) di Canberra, Australia pada Rabu (13/12/2023).

Namun demikian, kata dia, banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mencapai target tersebut, mulai dari terjadinya krisis keuangan global, inflasi tinggi, geopolitik, hingga perubahan iklim.

Maka dari itu untuk mencapai pertumbuhan 6 hingga 7 persen diperlukan pula kombinasi kebijakan fiskal, sehingga tidak boleh hanya berasal dari sumber daya pemerintah.

Pasalnya, Indonesia tidak bisa memiliki pertumbuhan yang tinggi tetapi dengan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang juga tinggi.

"Ini tidak akan berkelanjutan. Mungkin baik-baik saja dalam jangka pendek, namun tidak baik dalam jangka menengah,” ucap dia.

Hingga saat ini, Menkeu menuturkan, APBN telah berperan penting sebagai peredam kejut (shock absorber), menjaga stabilitas nasional, hingga mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang solid.

Ke depan, APBN akan terus berperan dalam melindungi masyarakat dan mempertahankan dinamika pemulihan ekonomi, terutama dalam menghadapi berbagai ketidakpastian di tingkat global. Dalam kerangka tersebut, APBN tetap difokuskan untuk menyediakan layanan dasar, seperti imunisasi dan vaksinasi bagi semua anak di Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil.

baca juga

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui alokasi anggaran pendidikan yang setidaknya mencapai 20 persen dari total APBN. Selain itu, APBN juga berperan dalam memberikan dukungan kepada kelompok masyarakat yang paling rentan, sehingga mereka tidak terkena dampak berbagai guncangan melalui program jaring pengaman sosial.

Sementara itu, kebutuhan akan pembangunan infrastruktur tetap menjadi aspek yang sangat vital dalam mendorong Indonesia menuju status negara maju. Untuk mendukung hal ini, perpaduan kebijakan fiskal dan keterlibatan sektor swasta dianggap sebagai langkah yang krusial.

“Beberapa infrastruktur dapat dibangun oleh sektor swasta. Jadi benar-benar harus menjalin kemitraan antara pemerintah dengan swasta," ujar Menkeu.

Oleh karena itu, lanjut Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut, alat fiskal kini juga mengembangkan instrumen untuk mengurangi risiko atau memberikan jaminan bagi sektor swasta untuk terlibat, namun tetap dengan meminimalkan risiko moral (moral hazard).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hilirisasi Digital Bisa Jadi Senjata RI Capai Negara Maju

Hilirisasi Digital Bisa Jadi Senjata RI Capai Negara Maju

Bisnis | Selasa, 12 Desember 2023 | 18:57 WIB

Gibran Rakabuming Raka: Sosok di Balik Pengembangan Ekonomi Digital Solo

Gibran Rakabuming Raka: Sosok di Balik Pengembangan Ekonomi Digital Solo

Your Say | Selasa, 12 Desember 2023 | 19:00 WIB

Anies Baswedan Sebut Ekonomi Indonesia Bisa Seperti Yugoslavia, Apa Maksudnya?

Anies Baswedan Sebut Ekonomi Indonesia Bisa Seperti Yugoslavia, Apa Maksudnya?

Bisnis | Selasa, 12 Desember 2023 | 14:02 WIB

Transformasi Limbah Menjadi Peluang Ekonomi, Strategi PT PLN dalam Pemanfaatan FABA dari PLTU

Transformasi Limbah Menjadi Peluang Ekonomi, Strategi PT PLN dalam Pemanfaatan FABA dari PLTU

Bisnis | Selasa, 12 Desember 2023 | 11:10 WIB

OCS Group Kembangkan Inisiasi ESG Playbook untuk KEK Sanur

OCS Group Kembangkan Inisiasi ESG Playbook untuk KEK Sanur

Press Release | Senin, 11 Desember 2023 | 21:50 WIB

Dorong Ekonomi Hijau yang Inklusif, Core Indonesia Hadirkan Youth Economic Night

Dorong Ekonomi Hijau yang Inklusif, Core Indonesia Hadirkan Youth Economic Night

Bisnis | Minggu, 10 Desember 2023 | 07:56 WIB

Terkini

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:03 WIB

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:50 WIB

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:30 WIB

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:19 WIB

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:12 WIB

Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya

Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:56 WIB

AHY Bidik Industri Kendaraan Listrik Nasional, Targetkan Brand EV Buatan Indonesia

AHY Bidik Industri Kendaraan Listrik Nasional, Targetkan Brand EV Buatan Indonesia

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:55 WIB

Paraguay Cuan Ratusan Miliar Usai Kalahkan Jerman di Laga Kontroversial

Paraguay Cuan Ratusan Miliar Usai Kalahkan Jerman di Laga Kontroversial

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:37 WIB

Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK

Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:32 WIB

×