Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Indonesia Gandeng Korea Selatan Kembangkan Tabung Gas Komposit

Iwan Supriyatna

Rabu, 20 Desember 2023 | 12:12 WIB
Indonesia Gandeng Korea Selatan Kembangkan Tabung Gas Komposit
PT Dinamika Utama Jaya resmi menjalin kerjasama dengan perusahaan asal Korea Selatan HNX Co Ltd untuk mengembangkan tabung gas komposit.

Suara.com - Perusahaan investasi nasional PT Dinamika Utama Jaya resmi menjalin kerjasama dengan perusahaan asal Korea Selatan HNX Co Ltd untuk mengembangkan tabung gas komposit atau Compressed Natural Gas (CNG) di Indonesia.

Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) keduanya dilakukan oleh CEO PT Dinamika Utama Jaya Zaenal Aziz dan CEO HNX Co Ltd Yong Guk Oh di Jakarta.

Dari Kerjasama tersebut PT Dinamika Utama Jaya berharap dapat mendukung implementasi distribusi tabung gas komposit yang dilakukan pemerintah secara efektif dan tepat sasaran.

Menurut CEO PT DInamika Utama Jaya Zaenal Aziz, pemanfaatan tabung gas komposit tentunya menjadi salahsatu solusi aman dan efisien bagi Masyarakat.

“Compressed Natural Gas (CNG) merupakan bahan bakar gas yang dibuat dengan melakukan kompresi metana (CH4) yang diekstrak dari gas alam. Saat ini jumlah CNG cukup berlimpah di Indonesia, relatif aman untuk digunakan masyarakat karena terbuat dari komposit dan tidak mudah meledak, serta cukup efisien dapat digunakan pemerintah agar pemanfaatannya dapat lebih tepat sasaran”, jelas Zaenal Aziz (CEO PT Dinamika Utama Jaya) dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/12/2023).

Kerjasama pengembangan tabung gas komposit antara korporasi asal Indonesia dan Korea Selatan bernilai investasi sekitar 500 Miliar. Kerjasama korporasi asal Indonesia dan Korea Selatan ini dilakukan melalui 2 line industri dengan target awal menghasilkan kapsitas produksi sekitar 500 ribu tabung gas per tahun yang dapat dimanfaatkan untuk masyarakat.

Saat ini jumlah tabung di Indonesia mencapai 60 Juta tabung, dan diharapkan akan terus tumbuh pada 5 tahun hingga 10 tahun ke depan melalui pengembangan kerjasama kedua korporasi tersebut.

Dalam implementasinya, pendistribusian tabung komposit relatif dapat mudah dilacak penerimaannya dengan memanfaatkan teknologi AI dan QR, serta KTP yang telah terintegrasi dalam data. Hal ini tentu dapat membantu meminimalisir terjadinya salah sasaran kelompok Masyarakat penerima secara kurang tepat.

“Kerjasama antara perusahaan kami dengan HNX Co Ltd nantinya dapat membantu program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan tabung gas komposit bagi masyarakat. Kami berharap keberadaan kami dapat menjadi mitra strategis pemerintah, karena dalam implementasinya kami telah melakukan riset bersama perusahaan Korea Selatan sejak tahun 2009”, tambah Zaenal Aziz.

baca juga

Dinamika Utama Jaya Group merupakan salahsatu perusahaan di bidang Investasi terkemuka nasional.

Perusahaan tersebut menjadi Induk usaha dari perusahaan yang bergerak dalam bidang energi, transportasi logistik, penyedia rempah dan produk komoditas, serta penyedia jasa layanan IT. Anak usahanya meliputi: Dinamika Utama Pangan (penyedia kebutuhan sembako dan rempah), Dinamika Utama Teknologi (penyedia jasa layanan IT), Dinamika Utama Energi (pengembangan pabrikasi tabung LPG komposit dan energi matahari), Dinamika Utama Bahari (penyedia transportasi logistik laut untuk LPG).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu CNG? Tabung Gas Meledak di Sukabumi Makan 2 Korban Meninggal Dunia

Apa Itu CNG? Tabung Gas Meledak di Sukabumi Makan 2 Korban Meninggal Dunia

Tekno | Jum'at, 01 Desember 2023 | 10:06 WIB

Duaar! Tabung Gas 3 Kg Meledak saat Dipasang, Pria Paruh Baya di Cilandak jadi Korban

Duaar! Tabung Gas 3 Kg Meledak saat Dipasang, Pria Paruh Baya di Cilandak jadi Korban

News | Rabu, 13 September 2023 | 12:52 WIB

Warganet Ramai-ramai Jual Tabung Gas 3 Kg, Efek Aturan Baru Pembelian LPG Subsidi?

Warganet Ramai-ramai Jual Tabung Gas 3 Kg, Efek Aturan Baru Pembelian LPG Subsidi?

Bisnis | Senin, 31 Juli 2023 | 12:57 WIB

Terkini

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:40 WIB

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:38 WIB

×