Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Dunlop Bantah Pabrik Ban yang Bangkrut dan PHK Ribuan Karyawan di Cikarang Miliknya

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 18 Januari 2024 | 10:01 WIB
Dunlop Bantah Pabrik Ban yang Bangkrut dan PHK Ribuan Karyawan di Cikarang Miliknya
Ilustrasi. Produsen ban Dunlop membantah kabar soal pabrik mereka bangkrut dan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ribuan pekerjanya.

Suara.com - Produsen ban Dunlop membantah kabar soal pabrik mereka bangkrut dan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ribuan pekerjanya.

Sebelumnya viral di media sosial soal tutupnya pabrik ban di Cikarang, Jawa Barat. Disebutkan pabrik tersebut bernama PT Hung-A Indonesia sebuah perusahaan pembuat ban dengan berbagai merek.

Dalam akun instagram @seputarjabar.id yang dikutip Rabu (17/1/2024) disebutkan bahwa PT Hung-A Indonesia menyatakan tutup produksi, per tanggal 1 Februari 2024, sehingga sekitar 1.500 pekerja terpaksa dirumahkan.

Manajemen Dunlop pun membantah fasilitas pabrik tersebut adalah miliknya.

“PT Hung A bukan produsen dari produk Dunlop,” ungkap pihak Dunlop melalui pesan singkatnya melalui media sosial dikutip Kamis (18/1/2024).

Di Indonesia sendiri, Dunlop telah hadir semenjak tahun 1997 berkat hasil mergernya dengan perusahaan Indonesia yaitu PT. Sumi Rubber Indonesia. Pabriknya yang berada di Cikampek, Jawa Barat, Indonesia itu juga sudah mengekspor ban hasil buatannya ke Amerika Serikat.

Dunlop sendiri adalah sebuah perusahaan multinasional yang memproduksi dan memasarkan produk ban untuk berbagai macam kendaraan. Pertama kali didirikan pada tahun 1985 oleh John Boyd Dunlop di Inggris.
Sekarang mereka memiliki dua buah kantor pusat yang terletak di Fort Dunlop, Birmingham, Inggris dan Buffalo, New York, Amerika Serikat. Mereka memiliki tiga pesaing besar lainnya dalam hal produsen ban, ketiga pesaing mereka itu adalah Bridgestone, Michelin dan Goodyear. Ban yang diproduksi oleh Dunlop kebanyakan digunakan untuk kendaraan seperti mobil, motor dan pesawat terbang.

Sebelumnya - PT Hung-A Indonesia mengumumkan kebangkrutan dan akan menutup fasilitas pabriknya yang berada di Cikarang, Jawa Barat. Produsen ban asal Korea Selatan tersebut bakal resmi tutup pada 1 Februari 2024.

Informasi ini pun viral di media sosial.

Dalam akun instagram @seputarjabar.id yang dikutip Rabu (17/1/2024) disebutkan bahwa PT Hung-A Indonesia menyatakan tutup produksi, per tanggal 1 Februari 2024, sehingga sekitar 1.500 pekerja harus terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Mulai 1 Februari 2024 perusahaan PT Hung-A melakukan penutupan operasional perusahaan sesuai surat keputusan direksi yang nanti akan ditempelkan," kata salah satu perwakilan manajamen dalam video tersebut.

"Semua yang ada disini semua termasuk saya akan terdampak PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja. Dan mulai hari ini semua karyawan dirumahkan," tambah dia.

Dalam rekaman video yang beredar, tampak karyawan PT Hung-A berdiri mendengarkan pengumuman perwakilan managemen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Perusahaan Produsen Ban yang Tutup dan PHK 1.500 Pekerja

Profil Perusahaan Produsen Ban yang Tutup dan PHK 1.500 Pekerja

Bisnis | Rabu, 17 Januari 2024 | 18:34 WIB

Pabrik Ban di Cikarang Bangkrut, Tutup Mulai 1 Februari 2024

Pabrik Ban di Cikarang Bangkrut, Tutup Mulai 1 Februari 2024

Bisnis | Rabu, 17 Januari 2024 | 14:53 WIB

Pabrik Ban di Cikarang Tumbang, Ribuan Karyawan Kena PHK

Pabrik Ban di Cikarang Tumbang, Ribuan Karyawan Kena PHK

Bisnis | Rabu, 17 Januari 2024 | 13:23 WIB

Terkini

Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB

Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:34 WIB

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:08 WIB

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:46 WIB

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:31 WIB

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:19 WIB

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:35 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB