Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.345

Sentimen Pro Israel, Laba Unilever Indonesia Anjlok 10,5 Persen Tahun Lalu

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 09 Februari 2024 | 17:28 WIB
Sentimen Pro Israel, Laba Unilever Indonesia Anjlok 10,5 Persen Tahun Lalu
Ilustrasi. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) harus gigit jari karena mencatatkan penurunan laba sebesar 10 persen sepanjang tahun 2023.

Suara.com - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) harus gigit jari karena mencatatkan penurunan laba sebesar 10 persen sepanjang tahun 2023.

Mengutip laporan keuangan emiten konsumer goods ini di laman Bursa Efek Indoensia (BEI) Jumat (9/2/2024) perseroan mencatatkan laba sebesar Rp4,8 triliun sepanjang tahun lalu, atau turun 10,5 persen persen dibanding tahun 2022 yang terbilang Rp5,3 triliun.

Dampaknya, laba per saham dasar melorot ke level Rp126 per lembar pada akhir tahun 2023, sedangkan di akhir tahun 2022 berada di level Rp141 per helai.

Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap melaporkan, selama setahun penuh tahun 2023 meraup penjualan Rp38,611 triliun.

Hasil itu turun 7,3 persen dibanding tahun 2022 yang mencapai Rp41,2 triliun. Pasalnya, penjualan ke pasar dalam negeri melorot 5,07 persen secara tahunan menjadi Rp37,408 triliun.

Dirinya mengatakan perseroan menghadapi tantangan eksternal yang tidak terduga termasuk adanya penyebaran informasi yang tidak benar terkait situasi geopolitik terkait agresi Israel ke Palsetina.

“Upaya kami secara konsisten mengklarifikasi informasi yang menyesatkan, serta berkat dukungan yang luar biasa dari para mitra tepercaya dan konsumen setia kami menjadi faktor penting dalam mencapai kemajuan Perseroan. Dengan adanya tren positif saat ini, kami yakin telah berada di jalur yang tepat untuk menumbuhkan bisnis kami di 2024," jelas Benjie.

Senasib, nilai ekspor turun 30,8 persen menjadi Rp1,203 triliun. Menariknya, harga pokok penjualan dapat ditekan sedalam 12,2 persen secara tahunan menjadi Rp19,416 triliun pada akhir tahun 2023.

Alhasil, laba kotor terkerek 0,68 persen menjadi Rp19,194 triliun. Sayangnya, beban pemasaran dan penjualan melambung 6,4 persen secara tahunan menjadi Rp8,995 triliun pada akhir tahun 2023.

Kian tertekan, beban umum dan administrasi membengkak 10,5 persen menjadi Rp3,919 triliun.

Dampaknya, laba usaha terpangkas 11,16 persen menjadi Rp6,279 triliun. Terlebih, biaya keuangan naik 23,5 persen secara tahunan menjadi Rp105,97 miliar pada tahun 2023.

Akibatnya, laba sebelum pajak penghasilan menyusut 11,3 persen menjadi Rp6,201 triliun.

Sementara itu, jumlah kewajiban berkurang 7,6 persen secara tahunan menjadi Rp13,282 triliun pada tahun 2023. Pada sisi lain, total ekuitas menyusut 15,4 persen secara tahunan menjadi Rp3,381 triliun pada akhir tahun 2023.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Halangi Indonesia Gabung OECD Gara-gara Bela Palestina?

Israel Halangi Indonesia Gabung OECD Gara-gara Bela Palestina?

Bisnis | Jum'at, 09 Februari 2024 | 12:42 WIB

Pemerintah dan Masyarakat Indonesia Harus Terus Lakukan Aksi Konkret Hentikan Genosida oleh Israel

Pemerintah dan Masyarakat Indonesia Harus Terus Lakukan Aksi Konkret Hentikan Genosida oleh Israel

DPR | Kamis, 08 Februari 2024 | 12:36 WIB

BPK Ungkap Hasil Pemeriksaan Keuangan Kementerian Pertahanan, Ini Hasilnya

BPK Ungkap Hasil Pemeriksaan Keuangan Kementerian Pertahanan, Ini Hasilnya

Bisnis | Kamis, 08 Februari 2024 | 11:43 WIB

Terkini

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:20 WIB

5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko

5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:05 WIB

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 10:45 WIB

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week

Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 08:53 WIB

SPBU Swasta Naikkan Harga BBM, Pertamina Bakal Ikutan?

SPBU Swasta Naikkan Harga BBM, Pertamina Bakal Ikutan?

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50 WIB

Danantara Evaluasi Peluang Investasi Strategis, Potongan Komisi Ojol Ditarget Turun Jadi 8 Persen

Danantara Evaluasi Peluang Investasi Strategis, Potongan Komisi Ojol Ditarget Turun Jadi 8 Persen

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

Dasco: Kita Bikin UU Ketenagakerjaan yang Baru, Silakan Buruh yang 'Masak'

Dasco: Kita Bikin UU Ketenagakerjaan yang Baru, Silakan Buruh yang 'Masak'

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:00 WIB

Dasco: Pemerintah Akan Ambilalih 'Perusahan Sakit' agar Tak Ada PHK Buruh

Dasco: Pemerintah Akan Ambilalih 'Perusahan Sakit' agar Tak Ada PHK Buruh

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:04 WIB

Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman

Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:52 WIB