Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

Sentimen Pro Israel, Laba Unilever Indonesia Anjlok 10,5 Persen Tahun Lalu

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 09 Februari 2024 | 17:28 WIB
Sentimen Pro Israel, Laba Unilever Indonesia Anjlok 10,5 Persen Tahun Lalu
Ilustrasi. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) harus gigit jari karena mencatatkan penurunan laba sebesar 10 persen sepanjang tahun 2023.

Suara.com - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) harus gigit jari karena mencatatkan penurunan laba sebesar 10 persen sepanjang tahun 2023.

Mengutip laporan keuangan emiten konsumer goods ini di laman Bursa Efek Indoensia (BEI) Jumat (9/2/2024) perseroan mencatatkan laba sebesar Rp4,8 triliun sepanjang tahun lalu, atau turun 10,5 persen persen dibanding tahun 2022 yang terbilang Rp5,3 triliun.

Dampaknya, laba per saham dasar melorot ke level Rp126 per lembar pada akhir tahun 2023, sedangkan di akhir tahun 2022 berada di level Rp141 per helai.

Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap melaporkan, selama setahun penuh tahun 2023 meraup penjualan Rp38,611 triliun.

Hasil itu turun 7,3 persen dibanding tahun 2022 yang mencapai Rp41,2 triliun. Pasalnya, penjualan ke pasar dalam negeri melorot 5,07 persen secara tahunan menjadi Rp37,408 triliun.

Dirinya mengatakan perseroan menghadapi tantangan eksternal yang tidak terduga termasuk adanya penyebaran informasi yang tidak benar terkait situasi geopolitik terkait agresi Israel ke Palsetina.

“Upaya kami secara konsisten mengklarifikasi informasi yang menyesatkan, serta berkat dukungan yang luar biasa dari para mitra tepercaya dan konsumen setia kami menjadi faktor penting dalam mencapai kemajuan Perseroan. Dengan adanya tren positif saat ini, kami yakin telah berada di jalur yang tepat untuk menumbuhkan bisnis kami di 2024," jelas Benjie.

Senasib, nilai ekspor turun 30,8 persen menjadi Rp1,203 triliun. Menariknya, harga pokok penjualan dapat ditekan sedalam 12,2 persen secara tahunan menjadi Rp19,416 triliun pada akhir tahun 2023.

Alhasil, laba kotor terkerek 0,68 persen menjadi Rp19,194 triliun. Sayangnya, beban pemasaran dan penjualan melambung 6,4 persen secara tahunan menjadi Rp8,995 triliun pada akhir tahun 2023.

baca juga

Kian tertekan, beban umum dan administrasi membengkak 10,5 persen menjadi Rp3,919 triliun.

Dampaknya, laba usaha terpangkas 11,16 persen menjadi Rp6,279 triliun. Terlebih, biaya keuangan naik 23,5 persen secara tahunan menjadi Rp105,97 miliar pada tahun 2023.

Akibatnya, laba sebelum pajak penghasilan menyusut 11,3 persen menjadi Rp6,201 triliun.

Sementara itu, jumlah kewajiban berkurang 7,6 persen secara tahunan menjadi Rp13,282 triliun pada tahun 2023. Pada sisi lain, total ekuitas menyusut 15,4 persen secara tahunan menjadi Rp3,381 triliun pada akhir tahun 2023.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Halangi Indonesia Gabung OECD Gara-gara Bela Palestina?

Israel Halangi Indonesia Gabung OECD Gara-gara Bela Palestina?

Bisnis | Jum'at, 09 Februari 2024 | 12:42 WIB

Pemerintah dan Masyarakat Indonesia Harus Terus Lakukan Aksi Konkret Hentikan Genosida oleh Israel

Pemerintah dan Masyarakat Indonesia Harus Terus Lakukan Aksi Konkret Hentikan Genosida oleh Israel

DPR | Kamis, 08 Februari 2024 | 12:36 WIB

BPK Ungkap Hasil Pemeriksaan Keuangan Kementerian Pertahanan, Ini Hasilnya

BPK Ungkap Hasil Pemeriksaan Keuangan Kementerian Pertahanan, Ini Hasilnya

Bisnis | Kamis, 08 Februari 2024 | 11:43 WIB

Terkini

Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI

Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:21 WIB

Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan

Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:18 WIB

Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%

Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:45 WIB

MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Pengusaha Protes: Bertentangan SK Kepala BGN Dadan Hindayana

MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Pengusaha Protes: Bertentangan SK Kepala BGN Dadan Hindayana

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:39 WIB

Gencar Gaet Nasabah Baru, Begini Jurus Emiten AGRO

Gencar Gaet Nasabah Baru, Begini Jurus Emiten AGRO

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:39 WIB

BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi

BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:26 WIB

Sulap 4 Bandara, InJourney Airports Kejar Standar Layanan Kelas Dunia

Sulap 4 Bandara, InJourney Airports Kejar Standar Layanan Kelas Dunia

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:23 WIB

Anak Usaha Emiten MPMX Masuk Bisnis Penyewaan Kendaraan Listrik

Anak Usaha Emiten MPMX Masuk Bisnis Penyewaan Kendaraan Listrik

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:08 WIB

Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak

Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:01 WIB

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:54 WIB