Sentimen Pro Israel, Laba Unilever Indonesia Anjlok 10,5 Persen Tahun Lalu

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 09 Februari 2024 | 17:28 WIB
Sentimen Pro Israel, Laba Unilever Indonesia Anjlok 10,5 Persen Tahun Lalu
Ilustrasi. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) harus gigit jari karena mencatatkan penurunan laba sebesar 10 persen sepanjang tahun 2023.

Suara.com - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) harus gigit jari karena mencatatkan penurunan laba sebesar 10 persen sepanjang tahun 2023.

Mengutip laporan keuangan emiten konsumer goods ini di laman Bursa Efek Indoensia (BEI) Jumat (9/2/2024) perseroan mencatatkan laba sebesar Rp4,8 triliun sepanjang tahun lalu, atau turun 10,5 persen persen dibanding tahun 2022 yang terbilang Rp5,3 triliun.

Dampaknya, laba per saham dasar melorot ke level Rp126 per lembar pada akhir tahun 2023, sedangkan di akhir tahun 2022 berada di level Rp141 per helai.

Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap melaporkan, selama setahun penuh tahun 2023 meraup penjualan Rp38,611 triliun.

Hasil itu turun 7,3 persen dibanding tahun 2022 yang mencapai Rp41,2 triliun. Pasalnya, penjualan ke pasar dalam negeri melorot 5,07 persen secara tahunan menjadi Rp37,408 triliun.

Dirinya mengatakan perseroan menghadapi tantangan eksternal yang tidak terduga termasuk adanya penyebaran informasi yang tidak benar terkait situasi geopolitik terkait agresi Israel ke Palsetina.

“Upaya kami secara konsisten mengklarifikasi informasi yang menyesatkan, serta berkat dukungan yang luar biasa dari para mitra tepercaya dan konsumen setia kami menjadi faktor penting dalam mencapai kemajuan Perseroan. Dengan adanya tren positif saat ini, kami yakin telah berada di jalur yang tepat untuk menumbuhkan bisnis kami di 2024," jelas Benjie.

Senasib, nilai ekspor turun 30,8 persen menjadi Rp1,203 triliun. Menariknya, harga pokok penjualan dapat ditekan sedalam 12,2 persen secara tahunan menjadi Rp19,416 triliun pada akhir tahun 2023.

Alhasil, laba kotor terkerek 0,68 persen menjadi Rp19,194 triliun. Sayangnya, beban pemasaran dan penjualan melambung 6,4 persen secara tahunan menjadi Rp8,995 triliun pada akhir tahun 2023.

baca juga

Kian tertekan, beban umum dan administrasi membengkak 10,5 persen menjadi Rp3,919 triliun.

Dampaknya, laba usaha terpangkas 11,16 persen menjadi Rp6,279 triliun. Terlebih, biaya keuangan naik 23,5 persen secara tahunan menjadi Rp105,97 miliar pada tahun 2023.

Akibatnya, laba sebelum pajak penghasilan menyusut 11,3 persen menjadi Rp6,201 triliun.

Sementara itu, jumlah kewajiban berkurang 7,6 persen secara tahunan menjadi Rp13,282 triliun pada tahun 2023. Pada sisi lain, total ekuitas menyusut 15,4 persen secara tahunan menjadi Rp3,381 triliun pada akhir tahun 2023.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Halangi Indonesia Gabung OECD Gara-gara Bela Palestina?

Israel Halangi Indonesia Gabung OECD Gara-gara Bela Palestina?

Bisnis | Jum'at, 09 Februari 2024 | 12:42 WIB

Pemerintah dan Masyarakat Indonesia Harus Terus Lakukan Aksi Konkret Hentikan Genosida oleh Israel

Pemerintah dan Masyarakat Indonesia Harus Terus Lakukan Aksi Konkret Hentikan Genosida oleh Israel

DPR | Kamis, 08 Februari 2024 | 12:36 WIB

BPK Ungkap Hasil Pemeriksaan Keuangan Kementerian Pertahanan, Ini Hasilnya

BPK Ungkap Hasil Pemeriksaan Keuangan Kementerian Pertahanan, Ini Hasilnya

Bisnis | Kamis, 08 Februari 2024 | 11:43 WIB

Terkini

Target Rampung Agustus 2028, LRT ManggaraiDukuh Atas Dikebut Mulai Januari 2027

Target Rampung Agustus 2028, LRT ManggaraiDukuh Atas Dikebut Mulai Januari 2027

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:15 WIB

5 Kompor Gas Tanam 2 Tungku yang Hemat dan Anti Pecah untuk Dapur Elegan

5 Kompor Gas Tanam 2 Tungku yang Hemat dan Anti Pecah untuk Dapur Elegan

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:15 WIB

Perbandingan Spesifikasi Redmi Note 17 5G vs Redmi Note 15 5G, HP Baru kena Downgrade?

Perbandingan Spesifikasi Redmi Note 17 5G vs Redmi Note 15 5G, HP Baru kena Downgrade?

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 14:14 WIB

Tunda Nyicil Raize dan WR-V: Intip Harga dan Spesifikasi BYD Atto 2 Baru, Bikin Pesaing Ketar-ketir

Tunda Nyicil Raize dan WR-V: Intip Harga dan Spesifikasi BYD Atto 2 Baru, Bikin Pesaing Ketar-ketir

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 14:14 WIB

Kualitas Udara di Rumah: Kenali PM2.5 dan AC 2-in-1 Panasonic

Kualitas Udara di Rumah: Kenali PM2.5 dan AC 2-in-1 Panasonic

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:13 WIB

Daftar Weton Paling Kaya Raya setelah Melewati Masa Prihatin di Masa Muda

Daftar Weton Paling Kaya Raya setelah Melewati Masa Prihatin di Masa Muda

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:12 WIB

Sejumlah Taman Kota di Pekanbaru Ditutup Imbas Kabut Asap Karhutla

Sejumlah Taman Kota di Pekanbaru Ditutup Imbas Kabut Asap Karhutla

Riau | Kamis, 17 September 2026 | 14:12 WIB

Apa Beda Beras Fortifikasi dan Beras Biasa? Mentan Temukan 25 Produk Palsu, Ini Daftar Mereknya

Apa Beda Beras Fortifikasi dan Beras Biasa? Mentan Temukan 25 Produk Palsu, Ini Daftar Mereknya

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:11 WIB

4 Pria Ngaku Wartawan-LSM Diduga Peras Perangkat Desa di Samosir Ditangkap

4 Pria Ngaku Wartawan-LSM Diduga Peras Perangkat Desa di Samosir Ditangkap

Sumut | Kamis, 17 September 2026 | 14:10 WIB

Bisnis UMKM Catat Rekor Ekspansif, Riset Terkini BRI Buktikan Ketangguhan Sektor Mikro

Bisnis UMKM Catat Rekor Ekspansif, Riset Terkini BRI Buktikan Ketangguhan Sektor Mikro

Bri | Kamis, 17 September 2026 | 14:10 WIB

×