Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Antam Targetkan Optimalisasi Kinerja di 2024

Iwan Supriyatna

Senin, 25 Maret 2024 | 19:19 WIB
Antam Targetkan Optimalisasi Kinerja di 2024
PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) kembali menargetkan optimalisasi kinerja produksi dan penjualan komoditas inti Perusahaan.

Komitmen untuk menyelesaikan proyek strategis Perusahaan

Di tahun 2024, ANTAM juga berfokus untuk menyelesaikan proyek strategis Perusahaan. Untuk Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Halmahera Timur, saat ini ANTAM sudah memasuki tahapan commisioning pada pabrik berkapasitas 13.500 TNi per tahun, yang ditandai dengan burner-on atau proses pemanasan tungku pembakaran (furnace) pada tanggal 7 Juli 2023, switch-on furnace Pabrik Feronikel Halmahera Timur yang dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2023, dan tapping metal perdana (first metal tapping) yang dilaksanakan pada tanggal 12 September 2023. 

Sebagai dukungan ANTAM dalam mencapai net zero emission pada tahun 2060 yang diinisiasi Pemerintah, ANTAM secara berkelanjutan menerapkan green energy di wilayah operasi Perusahaan. Sejalan dengan itu, ANTAM terlibat dalam pengembangan Ekosistem Electric Vehicle (EV) Battery terintegrasi di Indonesia bersama dengan mitra strategis. Keterlibatan ANTAM dalam proyek ini juga merupakan salah satu bentuk pengembangan bisnis Perusahaan melalui hilirisasi mineral nikel.

Dalam hal pengembangan hilirisasi komoditas bauksit, saat ini Perusahaan terus berfokus dalam pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (“SGAR”) di Mempawah, Kalimantan Barat, yang dikembangkan bersama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium dengan kapasitas pengolahan sebesar 1 juta ton SGAR per tahun.

Menjalankan ESG untuk mewujudkan Keberlanjutan

Sebagai perusahaan yang mengelola sumber daya mineral, ANTAM senantiasa berkomitmen melaksanakan good mining practices dan operational excellence guna mewujudkan keberlanjutan. ANTAM menerapkan langkah nyata dalam mewujudkan keberlanjutan dimulai dari menerapkan praktik-praktik pertambangan terbaik, melalui aktivitas operasional yang ramah lingkungan, dan mendukung upaya pengurangan dampak perubahan iklim melalui inisiasi dekarboniasi.

Perusahaan juga senantiasa melaksanakan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama yang ada di sekitar wilayah operasi. Selain itu, sebagai dukungan ANTAM atas target Pemerintah mencapai net zero emission pada tahun 2060, ANTAM secara berkelanjutan menerapkan green energy di wilayah operasi Perusahaan.

ANTAM berupaya untuk mengurangi intensitas karbon dari operasi Perusahaan dengan menerapkan beberapa inisiatif dekarbonisasi, yang berfokus pada peningkatan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan dan sumber terbarukan. ANTAM telah melakukan substitusi B30 (Biodisel) untuk kendaraan berat di beberapa Unit Operasi Perusahaan.

Atas komitmen pelaksanaan ESG di Perusahaan, ANTAM meraih dua Proper Emas melalui Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Emas dan Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia atas kinerja Perusahaan serta inovasi pengelolaan lingkungan hidup dan sosial pada periode tahun 2022-2023. ANTAM juga meraih empat Peringkat PROPER HIJAU, dua diantaranya diraih melalui UBP Bauksit Kalimantan Barat dan UBP Nikel Maluku Utara.

baca juga

Penghargaan PROPER HIJAU yang diterima Perusahaan menunjukkan komitmen ANTAM yang senantiasa meningkatkan efektivitas pengelolaan lingkungan hidup dan komitmen dalam melakukan inovasi pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, penurunan emisi, penjagaan keanekaragaman hayati, serta komitmen melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Dua Peringkat PROPER HIJAU lainnya diraih anak usaha PT Indonesia Chemical Alumina dan PT Gag Nikel.

Atas komitmen pelaksanaan ESG untuk mewujudkan keberlanjutan, saham ANTAM juga tetap menjadi bagian dari Indeks terkait Environmental, Social and Corporate Governance (ESG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). ANTAM tercatat dalam Indeks SRI-KEHATI, Indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan Indeks ESG Quality 45 IDX KEHATI untuk periode perdagangan Desember 2023 sampai dengan Mei 2024.

Indeks SRI-KEHATI merupakan indeks kelompok saham yang memiliki kinerja yang baik dalam mendorong usaha-usaha berkelanjutan, serta memiliki kesadaran terhadap lingkungan hidup, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik atau disebut Sustainable and Responsible Investment (SRI). Indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI merupakan Indeks yang berisikan kelompok saham dengan hasil penilaian kinerja ESG di atas rata-rata sektornya serta memiliki likuiditas yang baik. Klasifikasi industri mengacu kepada IDX Industrial Classification.

Sedangkan Indeks ESG Quality 45 IDX KEHATI merupakan Indeks yang berisikan 45 saham terbaik dari hasil penilaian kinerja ESG dan kualitas keuangan perusahaan serta memiliki likuiditas yang baik. Saham ANTAM juga menjadi bagian dari Indeks IDX LQ45 Low Carbon Leaders di BEI, yang merupakan indeks yang bertujuan untuk mengurangi eksposur intensitas emisi karbon atas portofolio sebesar minimal 50% dibandingkan dengan Indeks LQ45 sebagai parent index.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Tak Berubah di Awal Pekan Masih Rp 1.203.000/Gram

Harga Emas Antam Tak Berubah di Awal Pekan Masih Rp 1.203.000/Gram

Bisnis | Senin, 25 Maret 2024 | 09:28 WIB

Harga Emas Antam Lagi-lagi Anjlok Jadi Rp 1.203.000/Gram di Akhir Pekan

Harga Emas Antam Lagi-lagi Anjlok Jadi Rp 1.203.000/Gram di Akhir Pekan

Bisnis | Sabtu, 23 Maret 2024 | 11:31 WIB

Setelah Cetak Rekor, Harga Emas Berbalik Anjlok Hari Ini Jadi Rp 1.211.000/Gram

Setelah Cetak Rekor, Harga Emas Berbalik Anjlok Hari Ini Jadi Rp 1.211.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 22 Maret 2024 | 11:15 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984

Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:44 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,64 Juta/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,64 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:39 WIB

IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini

IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:25 WIB

Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170

Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:12 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08 WIB

Itung-itungan Driver Ojol, Kenapa Pendapatannya Turun Setelah Potongan 8% Berlaku

Itung-itungan Driver Ojol, Kenapa Pendapatannya Turun Setelah Potongan 8% Berlaku

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:49 WIB

Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar

Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:45 WIB

Survei: 78,6% Konsumen Nilai Haknya Diabaikan dalam Aturan Rokok Terbaru

Survei: 78,6% Konsumen Nilai Haknya Diabaikan dalam Aturan Rokok Terbaru

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:40 WIB

BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini

BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:10 WIB

UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya

UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:10 WIB

×