Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.373,849
LQ45 633,840
Srikehati 307,576
JII 383,471
USD/IDR 17.871

Pentingnya Selat Hormuz: Peluang Kemandirian Produksi Minyak atau Gangguan Ekonomi?

RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 16 April 2024 | 16:42 WIB
Pentingnya Selat Hormuz: Peluang Kemandirian Produksi Minyak atau Gangguan Ekonomi?
Kilang minyak di Iran. Sebagai ilustrasi [Shutterstock]

Suara.com - Ketegangan politik antara Iran dan Israel yang ditandai dengan serangan pesawat tempur dan drone--disebutkan terbesar sepanjang sejarah sampai saat ini--dari pihak Iran memberikan tekanan terhadap Selat Hormuz.

Dirangkum dari berbagai sumber seputar perekonomian dan kajian minyak bumi, disebutkan bahwa bakal terjadi kemacetan geografis yang berpotensi berlanjut terhadap kondisi ekonomi menyusul serangan udara ini.

Pasalnya, Selat Hormuz adalah jalur air sempit antara Iran dan Oman yang menjadi satu-satunya titik masuk atau keluar Teluk Persia. Sebagian besar distribusi minyak dunia diangkut lewat selat itu. Atau dengan kata lain, Selat Hormuz memainkan peran penting dalam perdagangan minyak global.

Potensi gangguan apa pun di kawasan ini, karena konflik Iran-Israel atau alasan lainnya, berpotensi menimbulkan konsekuensi ekonomi yang signifikan terhadap dampak harga minyak global. Bahkan mampu mempengaruhi perekonomian di seluruh dunia.

Untuk transportasi minyak sendiri, sekira 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap hari. Produk dikapalkan dari berbagai negara penghasil minyak besar. Antara lain Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab (UAE).

Dari kejadian serangan Iran terhadap Israel, disebutkan mampu menyebabkan lonjakan harga minyak karena terbatasnya pasokan dari negara-negara Teluk atau Gulf Countries tadi.

Kemudian, harga minyak yang menjadi lebih tinggi tadi mampu menimbulkan efek domino terhadap perekonomian global. Biaya transportasi mengalami peningkatan, sehingga berdampak pada harga barang dan jasa di seluruh dunia. Selain itu, negara-negara yang bergantung pada impor minyak mungkin menghadapi kesulitan ekonomi.

Dikutip dari kajian International Monetary Fund (IMF) bertajuk "Dampak Guncangan Harga Minyak terhadap Pertumbuhan Global" dikemukakan contoh Perang Iran-Irak (1980-1988) yang menyebabkan gangguan signifikan terhadap pengiriman minyak, dengan harga yang naik dua kali lipat.

Yaitu dari 34 dolar Amerika Serikat (AS) per barel pada 1979 menjadi 39,50 dolar AS pada 1980 dan mencapai puncaknya di atas 41 dolar AS per barel pada 1981. Dengan catatan angka mesti disesuaikan dengan inflasi terkini.

baca juga

Dampaknya, negara-negara yang bergantung kepada impor minyak mungkin menghadapi kesulitan ekonomi karena biaya energi yang lebih tinggi.

Sedangkan negara-negara di Timur Tengah sebagai pihak pengekspor juga mengalami penurunan pendapatan ekspor. Kedua belah pihak, baik impor mau pun ekspor akan ditagih biaya pengiriman dan penerimaan yang lebih tinggi untuk minyak.

Sebagai alternatif tidak melewati Selat Hormuz, wacana pengiriman minyak antara lain adalah:

Lewat saluran pipa, dengan cara membangun jaringan pipa dari berbagai negara penghasil minyak di Timur Tengah ke negara-negara Asia Timur seperti Tiongkok dan India.

Jaringan pipa bisa menghubungkan Irak ke Laut Mediterania dan Kazakhstan ke Tiongkok, menunjukkan kelayakan pendekatan ini.

Jalur pipa ke arah Barat, dengan cara memperluas jaringan pipa yang sudah ada atau membangun jaringan pipa baru dari Timur Tengah hingga pantai barat Afrika sehingga memungkinkan minyak diangkut ke arah barat melintasi Samudera Atlantik.

Akan tetapi sederet perencanaan pemasangan pipa ini memerlukan investasi infrastruktur yang besar.

Alternatif lainnya adalah pengiriman melintasi Terusan Suez dan Laut Merah.

Meski pun bukan rute baru, peningkatan kapasitas dan efisiensi Terusan Suez memungkinkan lebih banyak minyak diangkut dari Timur Tengah ke Eropa tanpa memerlukan Selat Hormuz.

Sedangkan pembangunan terminal minyak khusus di sepanjang pantai Laut Merah dapat memfasilitasi pemindahan minyak dari jaringan pipa atau kapal tanker ke kapal yang lebih besar untuk diangkut sampai ujung selatan Afrika.

Apabila jalur laut diganti total dengan cara overland, maka bisa dicoba teknologi kereta api jarak jauh. Trans Eurasia, dari Eropa menuju Asia berpotensi menghubungkan ladang minyak ke pasar Eropa atau Asia tanpa melibatkan Selat Hormuz sama sekali.

Sedangkan langkah yang bukan baru akan tetapi membuka peluang besar adalah mempercepat langkah menuju kemandirian produk kendaraan bermotor tanpa melibatkan BBM. Dikenal sebagai Electric Vehicle (EV), juga ada sederet produk tenaga alternatif untuk keperluan sehari-hari lainnya, mulai industri hingga rumah tangga. Antara lain solar cell atau tenaga surya, dan angin.

Di Indonesia sendiri, Tutuka Ariadji, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Selasa (16/4/2024) sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara mengungkapkan sekilas hasil kajian simulasi Kementerian ESDM bersama Pertamina.

Yaitu tentang dampak konflik Iran-Israel yang mencakup berbagai parameter seperti kurs, ICP (Indonesian Crude Oil Price), atau harga patokan minyak mentah Indonesia, serta faktor-faktor lainnya.

"Pada intinya, (hasil kajian menunjukkan) peran dari Selat Hormuz sangat penting. (Saat ini) belum ada permasalahan, tapi kalau terjadi permasalahan itu (harus diantisipasi)," ujar Tutuka Ariadji tentang dampak Selat Hormuz bagi pengadaan BBM di Tanah Air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasokan Rudal Iran Meningkat Pesat, Siap-siap Jika Perundingan Damai dengan AS Gagal Lagi

Pasokan Rudal Iran Meningkat Pesat, Siap-siap Jika Perundingan Damai dengan AS Gagal Lagi

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:22 WIB

Perang di Selat Hormuz Berpotensi Mereda dalam 48 Jam Jika AS - Iran Tak Batal Damai

Perang di Selat Hormuz Berpotensi Mereda dalam 48 Jam Jika AS - Iran Tak Batal Damai

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:50 WIB

2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik

2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:45 WIB

80 Persen Rudal Jarak Jauh Amerika Serikat Terkuras di Perang Iran

80 Persen Rudal Jarak Jauh Amerika Serikat Terkuras di Perang Iran

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:07 WIB

Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata

Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:28 WIB

Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah

Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:26 WIB

Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen

Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?

Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Rudal Jelajah Ukraina FP5 Flamingo Buka Peluang Serang Iran, Jarak Luncur Sampai 3000 Km

Rudal Jelajah Ukraina FP5 Flamingo Buka Peluang Serang Iran, Jarak Luncur Sampai 3000 Km

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:08 WIB

Teror di Selat Hormuz Berlanjut, Kapal Dagang Disambar Proyektil Misterius

Teror di Selat Hormuz Berlanjut, Kapal Dagang Disambar Proyektil Misterius

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:51 WIB

Terkini

Pengumuman Baru MSCI Bikin Rupiah Terus Tertekan

Pengumuman Baru MSCI Bikin Rupiah Terus Tertekan

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:44 WIB

Perintah Balik ke Jakarta dan Munculnya Dua Sosok Tak Dikenal Sebelum Kematian Sutrimo

Perintah Balik ke Jakarta dan Munculnya Dua Sosok Tak Dikenal Sebelum Kematian Sutrimo

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Mendagri Ajak Kementerian dan Lembaga Beri Apresiasi bagi Pemda Berprestasi

Mendagri Ajak Kementerian dan Lembaga Beri Apresiasi bagi Pemda Berprestasi

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:41 WIB

Marc Klok Sebut Laga Lawan Sabah FC dan Bali United Penting untuk Persib

Marc Klok Sebut Laga Lawan Sabah FC dan Bali United Penting untuk Persib

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Desil Berapa yang Nggak Boleh Beli Pertalite? Begini Cara Ceknya!

Desil Berapa yang Nggak Boleh Beli Pertalite? Begini Cara Ceknya!

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Apa Arti Kemajuan Jika Alam Tak Lagi Bisa Bertahan?

Apa Arti Kemajuan Jika Alam Tak Lagi Bisa Bertahan?

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300

Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:18 WIB

Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027

Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:15 WIB

5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless

5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli

Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli

Riau | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:08 WIB

×