Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.234,497
LQ45 623,931
Srikehati 302,648
JII 372,208
USD/IDR 17.986

Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?

M Nurhadi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:28 WIB
Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?
Ilustrasi Perang AS-Iran dikabarkan damai [Suara.com/HD]
baca 10 detik
  • Presiden AS Donald Trump membatalkan serangan militer besar ke Iran dan mengklaim kesepakatan damai segera terwujud.
  • Negosiasi damai terkait pengelolaan Selat Hormuz dan denuklirisasi Iran dilakukan secara tidak langsung melalui negara mediator.
  • Pembatalan serangan militer oleh Presiden AS tersebut berdampak langsung pada penurunan harga minyak dunia secara signifikan.

Suara.com - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki babak baru yang penuh teka-teki. Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa sebuah kesepakatan damai dengan Teheran "sudah di depan mata" menyusul keputusannya untuk membatalkan serangan militer berskala masif.

Namun, benarkah diplomasi ini berjalan mulus, atau ini sekadar retorika politik di tengah krisis Selat Hormuz? Berikut adalah urai dan analisis dari dinamika terbaru konflik AS-Iran.

Dalam keterangannya kepada pers usai menghabiskan akhir pekan di New Jersey, Presiden Trump mengonfirmasi bahwa negosiasi babak baru dengan Iran segera dimulai.

Trump menyebut AS sebelumnya telah menyiapkan serangan militer yang diklaim sebagai "serangan terbesar sejak Perang Dunia II" terhadap infrastruktur Iran. Namun, ia membatalkannya di menit-menit akhir dengan alasan kemanusiaan demi menghindari jatuhnya banyak korban jiwa.

Trump juga menegaskan bahwa target utama dari "kesepakatan yang segera terwujud" ini berfokus pada dua hal krusial: pembukaan kembali Selat Hormuz dan pada akhirnya, denuklirisasi Iran.

Meski terdengar optimistis, Trump menolak memberikan tenggat waktu yang pasti maupun merinci siapa saja pihak yang duduk di meja perundingan.

Siapa yang Mengendalikan Meja Negosiasi?

Di lapangan, format negosiasi tampaknya tidak berjalan secara langsung (direct talks) antara Washington dan Teheran, melainkan melalui jalur belakang yang melibatkan negara-negara mediator.

  • Peran Mediator Timur Tengah: Sumber-sumber diplomatik menyebutkan bahwa perantara dari Qatar, Oman, dan Menteri Dalam Negeri Pakistan tengah bergerak cepat sebagai utusan untuk memfasilitasi dialog ini.
  • Fokus Teheran pada Oman: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, membantah bahwa Iran akan menjadi tuan rumah atau mengirim delegasi resmi ke negara lain dalam waktu dekat. Namun, ia membenarkan bahwa dialog intensif telah berlangsung dengan Oman selama 7–8 hari terakhir.
  • Titik Terang Selat Hormuz: Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa negosiasi dengan Oman terkait pengelolaan Selat Hormuz telah memasuki "tahap akhir". Araghchi juga secara aktif berkomunikasi dengan Menlu Arab Saudi dan Panglima Militer Pakistan untuk mencari resolusi krisis.

Selat Hormuz adalah urat nadi energi global. Sebelum konflik terbuka pecah, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati jalur air ini. Rentetan krisis di wilayah ini mencakup:

baca juga

Dilansir dari Aljazeera, Iran secara de facto menutup selat ini pada awal Maret usai AS dan Israel melancarkan serangan udara pada 28 Februari.

Sementara. Memorandum of Understanding (MoU) sempat ditandatangani pada 17 Juni untuk membuka rute, namun batal akibat perbedaan interpretasi rute yang aman. Kapal-kapal yang menggunakan rute persetujuan Oman justru diserang oleh Iran.

Pada pekan lalu, selat kembali ditutup rapat dan AS merespons dengan memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Keputusan Trump membatalkan serangan militer—atas lobi dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar—langsung meredakan kepanikan pasar energi. Harga minyak dunia anjlok lebih dari $4 per barel. Minyak mentah berjangka Brent turun 4,64% ke level $83,85, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 4,74% menjadi $80,66 per barel.

Pandangan Pengamat: Sepakat Damai atau Sekadar Retorika?

Di tengah optimisme Washington, para pakar kebijakan luar negeri dan Timur Tengah memberikan pandangan yang sangat skeptis mengenai prospek perdamaian yang diklaim Trump.

  • Trita Parsi dari Quincy Institute for Responsible Statecraft menilai pola Trump yang kerap memanaskan eskalasi lalu membatalkannya di saat-saat terakhir sangat merusak tatanan diplomasi. "Kredibilitas negosiasi, kredibilitas insentif, bahkan kredibilitas ancaman AS itu sendiri kini telah terdegradasi," tegasnya, dalam laporan Aljazeera.
  • Alan Eyre, pengamat dari Middle East Institute, menyatakan Iran memutuskan untuk tidak berunding langsung karena AS dianggap tidak dapat dipercaya. Ia meyakini kesepakatan nuklir atau penyelesaian isu Selat Hormuz secara menyeluruh bersama AS sangat diragukan kebenarannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Barang Impor Masih Mahal, Rupiah Terperangkap di Level Rp18.000

Barang Impor Masih Mahal, Rupiah Terperangkap di Level Rp18.000

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:18 WIB

Rudal Jelajah Ukraina FP5 Flamingo Buka Peluang Serang Iran, Jarak Luncur Sampai 3000 Km

Rudal Jelajah Ukraina FP5 Flamingo Buka Peluang Serang Iran, Jarak Luncur Sampai 3000 Km

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:08 WIB

Teror di Selat Hormuz Berlanjut, Kapal Dagang Disambar Proyektil Misterius

Teror di Selat Hormuz Berlanjut, Kapal Dagang Disambar Proyektil Misterius

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:51 WIB

Makin Runyam, Donald Trump Kembali Klaim Ambil Alih Hak Tarif Pelayaran Selat Hormuz

Makin Runyam, Donald Trump Kembali Klaim Ambil Alih Hak Tarif Pelayaran Selat Hormuz

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:37 WIB

Belum Juga Berunding, Donald Trump Ancam Iran dengan Pemenggalan

Belum Juga Berunding, Donald Trump Ancam Iran dengan Pemenggalan

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:42 WIB

Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya

Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya

Video | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:33 WIB

Terkini

Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998

Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:21 WIB

Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi

Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:18 WIB

Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%

Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:12 WIB

7 Tips Memilih Mesin Cuci yang Tepat agar Awet dan Sesuai Kebutuhan Rumah Tangga

7 Tips Memilih Mesin Cuci yang Tepat agar Awet dan Sesuai Kebutuhan Rumah Tangga

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Gugatan Tarif Impor Trump Resmi Diajukan 25 Negara Bagian AS

Gugatan Tarif Impor Trump Resmi Diajukan 25 Negara Bagian AS

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:07 WIB

4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!

4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Mengenal 7 Jenis Umbi-umbian Lokal, Ada Kimpul yang Kaya Nutrisi dan Bisa Jadi Pengganti Nasi

Mengenal 7 Jenis Umbi-umbian Lokal, Ada Kimpul yang Kaya Nutrisi dan Bisa Jadi Pengganti Nasi

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Ramai Isu Tambang di Raja Ampat, Bahlil: Izin yang Masih Aktif Tinggal Satu

Ramai Isu Tambang di Raja Ampat, Bahlil: Izin yang Masih Aktif Tinggal Satu

Video | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Soekarno Cup 2026: Dari Lapangan Usia Muda ke Liga Profesional, Ini Skema Besarnya

Soekarno Cup 2026: Dari Lapangan Usia Muda ke Liga Profesional, Ini Skema Besarnya

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:01 WIB

Duduk Perkara Kasus Haji Abdul Halim Ali, Mengapa Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar?

Duduk Perkara Kasus Haji Abdul Halim Ali, Mengapa Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar?

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:01 WIB

×