- Kapal kargo mengirim sinyal bahaya usai dihantam proyektil misterius di Selat Hormuz.
- Insiden penembakan ini menambah deretan serangan terhadap kapal dagang di perairan Oman.
- Lembaga UKMTO terus memantau eskalasi keamanan navigasi laut di kawasan timur tengah.
Suara.com - Eskalasi keamanan perairan Timur Tengah kembali bergejolak setelah sebuah kapal kargo menjadi korban serangan di Selat Hormuz pada Selasa dini hari waktu setempat. Peristiwa ini mempertegas kerentanan jalur distribusi energi dunia dari rentetan aksi teror laut yang kian marak.
Hantaman tembakan misterius di wilayah perbatasan Oman tersebut langsung memicu alarm bahaya bagi kapal-kapal komersial yang melintasi koridor vital ini. Ketidakpastian pelaku penyerangan kian meningkatkan risiko asuransi navigasi dan keselamatan para pelaut.
Rentetan insiden beruntun dalam hitungan hari mengindikasikan adanya pola gangguan sistematis terhadap kebebasan bernavigasi di Semenanjung Arab. Situasi mencekam ini memaksa operator kapal internasional memperketat pengawasan jalur pelayaran mereka.

Lembaga pemantau lalu lintas maritim Inggris (UKMTO) mengonfirmasi adanya panggilan darurat dari awak kapal melalui saluran VHF Channel 16. Petugas kapal melaporkan bahwa armada mereka telah dihantam oleh "sebuah proyektil tidak dikenal".
Berdasarkan laporan resmi UKMTO, lokasi ledakan berada di titik koordinat sekitar 20 mil laut atau 37 kilometer timur laut Al Khasab. Wilayah tersebut masuk dalam area perairan Oman di sisi selatan Selat Hormuz.
Escalation dan Ancaman Navigasi Perairan Oman
Hingga saat ini pihak berwenang belum merilis identitas pemilik maupun bendera negara yang digunakan oleh kapal kargo tersebut. Laporan pemantau maritim juga tidak menyebutkan pihak yang bertanggung jawab atas aksi penembakan itu.
Aksi teror ini melengkapi daftar panjang gangguan keamanan laut di sekitar wilayah perairan Oman belakangan ini. Tekanan terhadap aktivitas pelayaran niaga pun semakin nyata dirasakan para pelaku logistik global.
Sebelumnya pada Jumat lalu, sebuah kapal tanker yang sedang tidak berada di bawah kendali juga menjadi sasaran tembak di area 12 mil atau 20 kilometer timur laut Lima, Oman. Insiden tersebut menambah ketegangan aktivitas pelayaran di tengah laut.
Kondisi tak aman kembali terlihat pada Sabtu ketika nakhoda kapal tanker lain menyaksikan cipratan air tinggi disusul suara ledakan keras di sekitarnya. Rangkaian peristiwa ini menegaskan betapa rawan keselamatan pelayaran di Selat Hormuz.
Sebagai catatan latar belakang, Selat Hormuz merupakan titik jepit maritim paling krusial di dunia yang menghubungkan produsen minyak Timur Tengah dengan pasar global. Gangguan keamanan sekecil apa pun di kawasan ini berpotensi memicu lonjakan harga energi dan krisis pasokan dunia.