Dolar AS Naik, Sri Mulyani Sebut Masih Ada Untungnya

Iwan Supriyatna, Kevino Dwi Velrahga

Senin, 22 April 2024 | 15:38 WIB
Dolar AS Naik, Sri Mulyani Sebut Masih Ada Untungnya
Sri Mulyani. (Instagram/smindrawati)

Suara.com - Situasi nilai tukar rupiah masih dalam kondisi melemah hingga tembus level Rp 16 ribu per dolar AS. Rupiah terpuruk terhadap dolar AS akibat ketegangan di Timur Tengah antara Iran dan Israel yang kian hari makin memanas.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai penguatan nilai tukar dolar akibat situasi global tak hanya memberi kerugian, tapi juga ada keuntungan di dalamnya terhadap perekonomian Indonesia.

Hal tersebut ia sampaikan saat wawancara dengan Bloomberg TV di tengah agenda Springs Meetings of World Bank and The IMF 2024 di Washington DC, Amerika Serikat.

"Saya sampaikan bahwa situasi global yang berkembang saat ini pasti akan berdampak pada perekonomian Indonesia," ujar Sri Mulyani dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.

Menurut Sri Mulyani, di sisi ekspor, penguatan nilai tukar dolar akan mendorong penerimaan negara. Namun, kerugian terjadi di sisi impor dimana konversi harga dolar terhadap rupiah akan lebih tinggi dan dapat berdampak pada inflasi di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus antisipatif dan waspada terhadap perkembangan situasi global dan yakin Indonesia akan tetap tangguh dalam situasi ini.

“Stabilitas ekonomi makro akan senantiasa dijaga, baik dari sisi moneter maupun fiskal. Koordinasi dengan Bank Indonesia terus dilakukan untuk beradaptasi dengan tekanan yang ada. Dalam sektor fiskal, APBN berperan menjadi shock absorber yang efektif dan kredibel,” terangnya.

Sebagai penutup sesi wawancara, Sri Mulyani turut ditanya apakah Indonesia dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi di level 5%, ia menjawab bahwa Indonesia masih optimistis dan percaya diri memiliki resiliensi ekonomi yang baik, seperti saat melalui krisis pandemi lalu.

“Di tengah kondisi suku bunga dan inflasi global yang tinggi seperti saat ini, saya yakin ekonomi Indonesia akan tetap terjaga sesuai target, didukung oleh sisi ekspor yang kuat dan neraca perdagangan yang surplus,” tutupnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Mereda Menguat Dikit Atas Dolar Jelang Pengumuman Sengketa Pilpres

Rupiah Mereda Menguat Dikit Atas Dolar Jelang Pengumuman Sengketa Pilpres

Bisnis | Senin, 22 April 2024 | 09:50 WIB

Bukan Borong, Erick Thohir Hanya Minta BUMN Optimalkan Pembelian Dolar AS

Bukan Borong, Erick Thohir Hanya Minta BUMN Optimalkan Pembelian Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 19 April 2024 | 15:50 WIB

OJK Minta Masyarakat Tak Panik Dolar Ngamuk, Sistem Keuangan RI Kuat

OJK Minta Masyarakat Tak Panik Dolar Ngamuk, Sistem Keuangan RI Kuat

Bisnis | Jum'at, 19 April 2024 | 15:36 WIB

Terkini

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×