Penyebab Kurs Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS Hari Ini

M Nurhadi

Jum'at, 03 Mei 2024 | 16:37 WIB
Penyebab Kurs Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS Hari Ini
Ilustrasi [Antara]

Suara.com - Penguatan nilai tukar atau kurs Rupiah (IDR) terhadap Dolar AS (USD) hari ini, menurut analis Lukman Leong, disebabkan berlanjutnya pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) setelah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

“Rupiah dan mata uang lainnya pada umumnya menguat terhadap dolar AS yang melanjutkan pelemahan pasca FOMC yang di mana walau mempertahankan suku bunga, namun akan mulai melonggarkan quantitative tightening, sehingga imbal hasil obligasi AS juga turun cukup besar,” ungkap Lukman leong, pada Jumat (3/5/2024).

Quantitative Tightening (QT) adalah kebijakan moneter yang diterapkan oleh Federal Reserve (The Fed) untuk mengurangi ukuran neracanya dengan mengurangi jumlah uang yang beredar di pasar keuangan. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah terjadinya inflasi. Cara yang digunakan adalah dengan menjual obligasi yang dimiliki oleh bank sentral kepada masyarakat umum.

Saat ini, imbal hasil obligasi AS telah mengalami penurunan dari 4.965 persen menjadi 4.575 persen. Menurut Lukman, dampaknya mungkin hanya bersifat sementara karena investor masih lebih fokus pada tingkat suku bunga acuan.

Pada penutupan perdagangan hari Jumat, kurs rupiah menguat sebesar 102 poin atau 0,63 persen menjadi Rp16.083 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.185 per dolar AS. Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menguat menjadi Rp16.094 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.202 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, menilai bahwa data inflasi Indonesia untuk bulan April 2024 yang baru dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (2/5) yang masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) sebesar 3,0 persen memberikan sentimen positif bagi rupiah.

Malam ini, data Non-Farm Payroll (NFP) dan data tenaga kerja lainnya akan dipublikasikan. Jika data tersebut menunjukkan penguatan, dolar AS juga kemungkinan akan menguat.

Sebelumnya, data tenaga kerja AS yang dirilis hari Rabu (1/5) dan Kamis (2/5) menunjukkan datanya masih bagus. Misalnya data Automatic Data Processing (ADP) Non Farm Payrolls yang sebesar 192 ribu dari prediksi 179 ribu.

“Data malam nanti bisa memberikan sentimen baru untuk pergerakan rupiah pekan depan. Data dari AS masih menjadi anchor pergerakan USD-IDR,” kata Ariston, dikutip dari Antara.

baca juga

Semantara pada pekan depan, masih ada agenda data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan data neraca perdagangan China.

"Ini bisa memberikan sentimen positif (terhadap rupiah) kalau datanya bagus,” ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Pagi Ini Perkasa Lawan Dolar AS, Tapi Masih Rp 16.000

Rupiah Pagi Ini Perkasa Lawan Dolar AS, Tapi Masih Rp 16.000

Bisnis | Kamis, 02 Mei 2024 | 10:46 WIB

Nilai Tukar Rupiah Masih Anjlok Terhadap Dolar AS Pagi Ini

Nilai Tukar Rupiah Masih Anjlok Terhadap Dolar AS Pagi Ini

Bisnis | Jum'at, 26 April 2024 | 10:09 WIB

Pelemahan Rupiah Mereda, Pagi Ini Kuat Hadapi Dolar AS

Pelemahan Rupiah Mereda, Pagi Ini Kuat Hadapi Dolar AS

Bisnis | Rabu, 24 April 2024 | 10:35 WIB

Rupiah Masih Loyo Lawan Dolar AS pada Pagi Ini

Rupiah Masih Loyo Lawan Dolar AS pada Pagi Ini

Bisnis | Selasa, 23 April 2024 | 10:31 WIB

Dolar AS Naik, Sri Mulyani Sebut Masih Ada Untungnya

Dolar AS Naik, Sri Mulyani Sebut Masih Ada Untungnya

Bisnis | Senin, 22 April 2024 | 15:38 WIB

Rupiah Mereda Menguat Dikit Atas Dolar Jelang Pengumuman Sengketa Pilpres

Rupiah Mereda Menguat Dikit Atas Dolar Jelang Pengumuman Sengketa Pilpres

Bisnis | Senin, 22 April 2024 | 09:50 WIB

Terkini

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:44 WIB

×