Profil Risiko Produk Tembakau Alternatif dan Rokok Tidak Sama, Asosiasi: Edukasi Perlu Digencarkan

Iwan Supriyatna

Senin, 13 Mei 2024 | 10:49 WIB
Profil Risiko Produk Tembakau Alternatif dan Rokok Tidak Sama, Asosiasi: Edukasi Perlu Digencarkan
Ilustrasi vape (Freepik/Racool_studio)

Suara.com - Produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik (vape) dan produk tembakau yang dipanaskan, merupakan produk dengan profil risiko lebih rendah dibandingkan rokok. Namun akibat minimnya edukasi kepada publik, produk tembakau alternatif masih disejajarkan dengan rokok yang memiliki dampak kesehatan terhadap penggunanya.

Ketua Asosiasi Retail Vape Indonesia (ARVINDO), Fachmi Kurnia, menjelaskan produk tembakau alternatif secara kajian ilmiah telah terbukti rendah risiko. Namun, fakta-fakta tersebut belum diinformasikan secara masif kepada masyarakat. Hasilnya, publik masih menganggap produk ini berbahaya terhadap kesehatan sehingga tidak layak dijadikan sebagai opsi alternatif bagi perokok dewasa untuk beralih dari kebiasaannya.

“Jika banyak edukasi tentang profil risiko produk tembakau alternatif tentunya akan sangat membantu agar masyarakat mendapatkan informasi yang berdasarkan hasil penelitian, sehingga meluruskan misinformasi yang begitu banyak beredar sekarang ini,” kata Fachmi ditulis Senin (13/5/2024).

Untuk mengatasi masalah ini, Fachmi meneruskan, pemerintah merupakan pihak yang paling utama dalam mengedukasi tentang profil risiko produk tembakau alternatif kepada masyarakat.

“Pemerhati kesehatan juga harus melihat produk tembakau alternatif dari sisi profil risiko dibandingkan rokok. Jadi bukan hanya melihat dari sisi efek negatif sehingga informasi yang diterima sesuai penelitian ilmiah,” tegas Fachmi.

Apalagi, pemerintah selama ini telah berjuang keras untuk menurunkan prevalensi merokok. Namun, usaha yang dijalankan belum membuahkan hasil yang diharapkan. Dengan adanya produk tembakau alternatif, menurut Fachmi, pemerintah sudah seharusnya membuka opsi tersebut untuk mengurangi angka perokok.

“Sangat sulit bagi perokok dapat meninggalkan kebiasaan lama mereka,” ucapnya.

ARVINDO, ujar Fachmi, sampai saat ini aktif mengedukasi masyarakat mengenai profil risiko dari produk tembakau alternatif. Melalui kampanye edukasi yang berkelanjutan ini, dia berharap publik mendapatkan informasi akurat mengenai produk tembakau alternatif.

“Kami berusaha mengedukasi melalui kegiatan-kegiatan komunitas vape. Pemberi edukasi terbesar kami adalah para pengguna yang sudah merasakan langsung perbedaan saat beralih ke produk ini,” terangnya.

baca juga

Dalam kesempatan berbeda, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, juga mengharapkan adanya peran aktif dari pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai produk tembakau alternatif.

“AKVINDO berharap pemerintah memfasilitasi penyediaan informasi yang akurat dan objektif serta menciptakan kampanye edukasi yang baik tentang manfaat beralih ke produk tembakau alternatif,” ujar Paido.

Sebagai asosiasi konsumen, lanjut Paido, pihaknya siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk memberikan edukasi secara aktif dan berkelanjutan kepada masyarakat. Alasannya, asosiasi konsumen juga memiliki peran penting dalam menyediakan informasi yang kredibel tentang produk tembakau alternatif kepada masyarakat.

“Upaya AKVINDO dalam mendukung pemerintah mencakup penyediaan informasi yang objektif dan tepercaya kepada anggota, serta kampanye edukasi yang ditujukan kepada masyarakat umum. Kami juga dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan informasi yang jujur dan akurat tersedia bagi konsumen,” jelasnya.

Menurut Public Health England (PHE), yang kini dikenal sebagai UK Health Security Agency, telah mempublikasikan hasil kajian berjudul “Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products”.

Hasilnya, rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan mampu mengurangi paparan risiko hingga 90-95 persen lebih rendah daripada rokok. Dengan fakta itu, PHE mengatakan produk tembakau alternatif dapat membantu lebih banyak perokok beralih dari kebiasaannya.

Fakta bahwa produk tembakau alternatif merupakan opsi yang efektif bagi perokok dewasa untuk beralih dari kebiasaannya diperkuat dengan hasil penelitian dari Universitas Bern berjudul “Electronic Nicotine-Delivery Systems for Smoking Cessation” yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine pada Februari 2024.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan produk tembakau alternatif meningkatkan keberhasilan berhenti merokok (abstinence) sebesar 21 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komitmen Dorong Perekonomian Nasional, Nojorono Kudus Terus Berinovasi Pada Produk

Komitmen Dorong Perekonomian Nasional, Nojorono Kudus Terus Berinovasi Pada Produk

Bisnis | Rabu, 08 Mei 2024 | 07:25 WIB

Produk Tembakau Alternatif untuk Kurangi Risiko Kebiasaan Merokok

Produk Tembakau Alternatif untuk Kurangi Risiko Kebiasaan Merokok

Bisnis | Senin, 06 Mei 2024 | 11:07 WIB

Asosiasi Pelaku Usaha dan Konsumen Dukung Pemerintah Cegah Penyalahgunaan Narkoba pada Rokok Elektronik

Asosiasi Pelaku Usaha dan Konsumen Dukung Pemerintah Cegah Penyalahgunaan Narkoba pada Rokok Elektronik

Bisnis | Selasa, 30 April 2024 | 15:11 WIB

Terkini

Lama Tertunda, tvN Ungkap Jadwal Resmi Penayangan Sekuel The Second Signal

Lama Tertunda, tvN Ungkap Jadwal Resmi Penayangan Sekuel The Second Signal

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 14:00 WIB

Pasar Ekspor Jadi Peluang Baru di Tengah Lemahnya Rupiah dan Turunnya Kelas Menengah

Pasar Ekspor Jadi Peluang Baru di Tengah Lemahnya Rupiah dan Turunnya Kelas Menengah

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 13:59 WIB

4 Cara Mengecek Status BPJS Kesehatan PBI Aktif atau Tidak, Tak Perlu ke Kantor!

4 Cara Mengecek Status BPJS Kesehatan PBI Aktif atau Tidak, Tak Perlu ke Kantor!

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:53 WIB

Film Sal Saeng Bu Rilis 2027, Ini Daftar Pemain Utama yang Penuh Bintang!

Film Sal Saeng Bu Rilis 2027, Ini Daftar Pemain Utama yang Penuh Bintang!

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 13:50 WIB

Lari Bikin Wajah Kendur, Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan Dokter Tirta

Lari Bikin Wajah Kendur, Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan Dokter Tirta

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:50 WIB

MPV Listrik Tiga Baris Kia Carens EV Siap Dijual Resmi Pertengahan November

MPV Listrik Tiga Baris Kia Carens EV Siap Dijual Resmi Pertengahan November

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 13:47 WIB

Jelang Berlaku 2027, Skema Retribusi Ekspor Komoditas DSI Masuk Tahap Final

Jelang Berlaku 2027, Skema Retribusi Ekspor Komoditas DSI Masuk Tahap Final

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 13:45 WIB

Aksi Mahasiswa di Kantor PLN Samarinda Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon

Aksi Mahasiswa di Kantor PLN Samarinda Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon

Kaltim | Sabtu, 07 November 2026 | 13:42 WIB

Mengambil Pelajaran tentang Bahaya Perang Opini di Novel Bungkam Suara

Mengambil Pelajaran tentang Bahaya Perang Opini di Novel Bungkam Suara

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 13:30 WIB

Buntut Penggerebekan Suami Bidan, Oknum Dokter Kepala Puskesmas Robatal Resmi Dipecat

Buntut Penggerebekan Suami Bidan, Oknum Dokter Kepala Puskesmas Robatal Resmi Dipecat

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 13:20 WIB

×