Produk Tembakau Alternatif untuk Kurangi Risiko Kebiasaan Merokok

Iwan Supriyatna

Senin, 06 Mei 2024 | 11:07 WIB
Produk Tembakau Alternatif untuk Kurangi Risiko Kebiasaan Merokok
Ilustrasi vape

Suara.com - Pengurangan bahaya tembakau (tobacco harm reduction) merupakan inovasi dalam industri tembakau sebagai upaya mengurangi risiko dari kebiasaan merokok.

Inovasi yang diterapkan pada produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik (vape) dan produk tembakau yang dipanaskan dapat menjadi pilihan bagi perokok dewasa untuk beralih dari kebiasaannya.

Praktisi Kesehatan, dr. Arifandi Sanjaya, menjelaskan bahwa produk tembakau alternatif, secara kajian ilmiah, memiliki risiko lebih rendah daripada rokok.

Produk tembakau alternatif tidak melibatkan proses pembakaran, tetapi dipanaskan sehingga menghasilkan aerosol (uap air), bukan asap. Dengan demikian, produk ini tidak menimbulkan TAR dan karbon monoksida, yakni zat kimia karsinogenik atau pemicu kanker.

"Proses pembakaran dan pemanasan menghasilkan residu yang sangat berbeda. Makanya, untuk pengurangan bahaya merokok, disarankan untuk menggunakan produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektronik, dan sejenisnya," ujar dr. Arifandi ditulis Senin (6/5/2024).

Efektivitas produk tembakau alternatif sebagai alat bantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok juga dibuktikan melalui hasil riset Universitas Bern berjudul "Electronic Nicotine-Delivery Systems for Smoking Cessation".

Kajian yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine pada Februari 2024 ini menunjukkan bahwa produk tembakau alternatif lebih efektif daripada konseling berhenti merokok.

Selain efektivitasnya untuk beralih dari rokok, pemanfaatan produk tembakau alternatif juga berdampak positif dalam mengurangi risiko ketika akibat merokok. Pelaporan masalah, seperti batuk dan produksi dahak, terbukti lebih rendah pada kelompok penelitian yang menggunakan produk tersebut.

Hasil riset juga melaporkan bahwa pemanfaatan produk tembakau alternatif meningkatkan keberhasilan berhenti merokok (abstinence) sebesar 21 persen.

baca juga

Lebih lanjut, dr. Arifandi menegaskan berhenti merokok secara total tetap merupakan cara terbaik untuk mengurangi bahaya merokok. Namun, gejala putus nikotin juga perlu menjadi perhatian bagi perokok dewasa yang ingin berhenti merokok total. Sebab, hal ini bisa memicu masalah lain ketika seseorang belum siap untuk melakukannya.

“Banyak kejadian di mana perokok dewasa ngedrop karena mereka harus berhenti merokok secara tiba-tiba. Ketika langsung berhenti secara total sedangkan mentalnya sendiri pun belum siap, pada akhirnya mereka akan mencari kesempatan mengonsumsi rokok lebih banyak saat tidak ada yang tahu. Ini yang perlu dihindari,” jelasnya.

Oleh karena itu, dr. Arifandi menyarankan agar perokok dewasa secara perlahan mengurangi konsumsi rokok dan beralih ke produk tembakau alternatif yang memiliki profil risiko lebih rendah dan berbeda dari rokok. Sehingga, perokok dewasa dapat menentukan pilihan yang sesuai untuk mengurangi risiko merokok.

Ketua Aliansi Vaper Indonesia (AVI), Johan Sumantri, juga sependapat bahwa produk tembakau alternatif ditargetkan bagi perokok dewasa yang kesulitan berhenti merokok. Menghentikan kebiasaan merokok tidak mudah. Maka itu, pemanfaatan produk tembakau alternatif dengan risiko lebih rendah dapat membantu beralih dari kebiasaan merokok.

"Produk tembakau alternatif memungkinkan penggunanya masih mendapatkan asupan nikotin. Dengan risiko lebih rendah, perokok dewasa bisa secara perlahan mengurangi kadar nikotin sesuai kebutuhannya. Sehingga akan lebih mudah bagi mereka untuk beralih dari kebiasaan merokok ketimbang berhenti merokok total," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asosiasi Pelaku Usaha dan Konsumen Dukung Pemerintah Cegah Penyalahgunaan Narkoba pada Rokok Elektronik

Asosiasi Pelaku Usaha dan Konsumen Dukung Pemerintah Cegah Penyalahgunaan Narkoba pada Rokok Elektronik

Bisnis | Selasa, 30 April 2024 | 15:11 WIB

Produk Tembakau Alternatif untuk Perokok Dewasa, Bukan Generasi Muda

Produk Tembakau Alternatif untuk Perokok Dewasa, Bukan Generasi Muda

Bisnis | Senin, 29 April 2024 | 15:42 WIB

Kenaikan Tarif Cukai Buat Rokok Murah Berjamuran di Warung Madura

Kenaikan Tarif Cukai Buat Rokok Murah Berjamuran di Warung Madura

Bisnis | Selasa, 23 April 2024 | 18:25 WIB

Terkini

Dari Golden Bridge hingga Hoi An di Da Nang, Ini Pesona Vietnam yang Kini Makin Mudah Dijangkau

Dari Golden Bridge hingga Hoi An di Da Nang, Ini Pesona Vietnam yang Kini Makin Mudah Dijangkau

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:13 WIB

HP Tahan Air dan Baterai 10.000 mAh, REDMI Note 17 Pro Series Bidik Pengguna Aktif

HP Tahan Air dan Baterai 10.000 mAh, REDMI Note 17 Pro Series Bidik Pengguna Aktif

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 14:04 WIB

Sedih, Gen Z Tunda Nikah Karena Gaji Tak Kunjung Naik

Sedih, Gen Z Tunda Nikah Karena Gaji Tak Kunjung Naik

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 14:02 WIB

Lama Tertunda, tvN Ungkap Jadwal Resmi Penayangan Sekuel The Second Signal

Lama Tertunda, tvN Ungkap Jadwal Resmi Penayangan Sekuel The Second Signal

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 14:00 WIB

Pasar Ekspor Jadi Peluang Baru di Tengah Lemahnya Rupiah dan Turunnya Kelas Menengah

Pasar Ekspor Jadi Peluang Baru di Tengah Lemahnya Rupiah dan Turunnya Kelas Menengah

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 13:59 WIB

4 Cara Mengecek Status BPJS Kesehatan PBI Aktif atau Tidak, Tak Perlu ke Kantor!

4 Cara Mengecek Status BPJS Kesehatan PBI Aktif atau Tidak, Tak Perlu ke Kantor!

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:53 WIB

Film Sal Saeng Bu Rilis 2027, Ini Daftar Pemain Utama yang Penuh Bintang!

Film Sal Saeng Bu Rilis 2027, Ini Daftar Pemain Utama yang Penuh Bintang!

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 13:50 WIB

Lari Bikin Wajah Kendur, Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan Dokter Tirta

Lari Bikin Wajah Kendur, Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan Dokter Tirta

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:50 WIB

MPV Listrik Tiga Baris Kia Carens EV Siap Dijual Resmi Pertengahan November

MPV Listrik Tiga Baris Kia Carens EV Siap Dijual Resmi Pertengahan November

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 13:47 WIB

Jelang Berlaku 2027, Skema Retribusi Ekspor Komoditas DSI Masuk Tahap Final

Jelang Berlaku 2027, Skema Retribusi Ekspor Komoditas DSI Masuk Tahap Final

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 13:45 WIB

×