Bos Garuda Sombong Sebut Pesawatnya Selalu Tepat Waktu, Tapi Kini Delay 5,5 Jam Saat Angkut Jemaah Haji

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 24 Mei 2024 | 18:16 WIB
Bos Garuda Sombong Sebut Pesawatnya Selalu Tepat Waktu, Tapi Kini Delay 5,5 Jam Saat Angkut Jemaah Haji
Sejumlah jamaah calon haji Kloter 18 Embarkasi Solo, di Solo, Jawa Tengah, Kamis (16/5/2024), mengantre memasuki pesawat Garuda Indonesia di Bandara Adi Soemarmo Solo menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah. (ANTARA/Harianto)

Suara.com - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra tampaknya harus mengkoresi pernyataannya soal layanan yang diberikan maskapai plat merah itu kepada para penumpangnya.

Pasalnya Irfan sedikit sombong dengan mengatakan bahwa jadwal penerbangan yang dibuat Garuda Indonesia tak pernah terlambat alias delay.

Hal itu dikatakan Irfan saat merespons pertanyaan awak media kenapa tarif tiket pesawat Garuda Indonesia mahal saat RUPST Garuda Indonesia pada Rabu (22/5/2024).

Tapi hanya berselang satu hari saja, pernyataan Irfan itu ditepis dengan kejadian delay-nya pesawat Garuda Indonesia saat mengangkat calon jemaah haji.

Kejadian ini terjadi pada Kloter 15 Embarkasi Makassar dengan asal jamaah dari Makassar, Bantaeng, dan Maluku Utara, yang seharusnya berangkat pada hari ini Jumat (24/4/2024) pukul 01.00 WITA, menggunakan pesawat dengan registrasi ER-TRV. Tapi harus tertunda sampai pukul 06.25 WITA karena mesin pendingin pesawat bermasalah.

Jangan anggap sepele karena delay ini membuat sejumlah penerbangan calon jemaah haji pada Embarkasi Makassar menjadi kacau balau.

Sekretaris Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail mengatakan keterlambatan kloter 15 selama 5,5 jam di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin ini akan berdampak pada kloter lainnya.

"Jadi akibat dari delay-nya pesawat ini, berpengaruh kepada kloter-kloter selanjutnya yang ganjil. Kalau kemarin dampak dari kloter 5 berdampak ke kloter genap karena pesawat digunakan oleh kloter 17," kata Ikbal.

Dirinya menambahkan jika terlambat 5 jam, otomatis kloter selanjutnya yakni 17 akan juga terlambat 5 jam. Tapi dirinya tak mau berspekulasi dan menyerahkan masalah ini kepada pihak Garuda Indonesia.

baca juga

"Sampai saat ini, Garuda ingin memformulasikan bagaimana cara agar layanan dari semula bisa diburu. Nanti kami tunggu lah dari usaha Garuda untuk bagaimana menormalkan kembali penerbangan sesuai jadwal yang ada. Tapi untuk sementara ini lima jam, katanya," jelasnya.

Sebelumnya, saat RUPST Garuda Indonesia Irfan memberikan sejumlah alasan kenapa harga tiket pesawatnya mahal. Dia bilang dana yang dikeluarkan penumpang untuk menaiki maskapai Garuda Indonesia itu, sudah pantas dengan kondisi layanan yang diberikan seperti tidak ada delay di jadwal penerbangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dubes Indonesia untuk Portugal dan Penjabat Gubernur Sulsel Bersepeda Ria, Bahas Ekonomi Pariwisata

Dubes Indonesia untuk Portugal dan Penjabat Gubernur Sulsel Bersepeda Ria, Bahas Ekonomi Pariwisata

Bisnis | Jum'at, 24 Mei 2024 | 16:52 WIB

Irfan Setiaputra

Irfan Setiaputra

News | Jum'at, 24 Mei 2024 | 13:30 WIB

Tarif Tiket Pesawat Garuda Dituding Mahal, Bosnya: Pilot Gue Engga Tidur!

Tarif Tiket Pesawat Garuda Dituding Mahal, Bosnya: Pilot Gue Engga Tidur!

Bisnis | Jum'at, 24 Mei 2024 | 13:20 WIB

Terkini

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×