Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

Bos Garuda Sombong Sebut Pesawatnya Selalu Tepat Waktu, Tapi Kini Delay 5,5 Jam Saat Angkut Jemaah Haji

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 24 Mei 2024 | 18:16 WIB
Bos Garuda Sombong Sebut Pesawatnya Selalu Tepat Waktu, Tapi Kini Delay 5,5 Jam Saat Angkut Jemaah Haji
Sejumlah jamaah calon haji Kloter 18 Embarkasi Solo, di Solo, Jawa Tengah, Kamis (16/5/2024), mengantre memasuki pesawat Garuda Indonesia di Bandara Adi Soemarmo Solo menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah. (ANTARA/Harianto)

Suara.com - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra tampaknya harus mengkoresi pernyataannya soal layanan yang diberikan maskapai plat merah itu kepada para penumpangnya.

Pasalnya Irfan sedikit sombong dengan mengatakan bahwa jadwal penerbangan yang dibuat Garuda Indonesia tak pernah terlambat alias delay.

Hal itu dikatakan Irfan saat merespons pertanyaan awak media kenapa tarif tiket pesawat Garuda Indonesia mahal saat RUPST Garuda Indonesia pada Rabu (22/5/2024).

Tapi hanya berselang satu hari saja, pernyataan Irfan itu ditepis dengan kejadian delay-nya pesawat Garuda Indonesia saat mengangkat calon jemaah haji.

Kejadian ini terjadi pada Kloter 15 Embarkasi Makassar dengan asal jamaah dari Makassar, Bantaeng, dan Maluku Utara, yang seharusnya berangkat pada hari ini Jumat (24/4/2024) pukul 01.00 WITA, menggunakan pesawat dengan registrasi ER-TRV. Tapi harus tertunda sampai pukul 06.25 WITA karena mesin pendingin pesawat bermasalah.

Jangan anggap sepele karena delay ini membuat sejumlah penerbangan calon jemaah haji pada Embarkasi Makassar menjadi kacau balau.

Sekretaris Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail mengatakan keterlambatan kloter 15 selama 5,5 jam di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin ini akan berdampak pada kloter lainnya.

"Jadi akibat dari delay-nya pesawat ini, berpengaruh kepada kloter-kloter selanjutnya yang ganjil. Kalau kemarin dampak dari kloter 5 berdampak ke kloter genap karena pesawat digunakan oleh kloter 17," kata Ikbal.

Dirinya menambahkan jika terlambat 5 jam, otomatis kloter selanjutnya yakni 17 akan juga terlambat 5 jam. Tapi dirinya tak mau berspekulasi dan menyerahkan masalah ini kepada pihak Garuda Indonesia.

baca juga

"Sampai saat ini, Garuda ingin memformulasikan bagaimana cara agar layanan dari semula bisa diburu. Nanti kami tunggu lah dari usaha Garuda untuk bagaimana menormalkan kembali penerbangan sesuai jadwal yang ada. Tapi untuk sementara ini lima jam, katanya," jelasnya.

Sebelumnya, saat RUPST Garuda Indonesia Irfan memberikan sejumlah alasan kenapa harga tiket pesawatnya mahal. Dia bilang dana yang dikeluarkan penumpang untuk menaiki maskapai Garuda Indonesia itu, sudah pantas dengan kondisi layanan yang diberikan seperti tidak ada delay di jadwal penerbangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dubes Indonesia untuk Portugal dan Penjabat Gubernur Sulsel Bersepeda Ria, Bahas Ekonomi Pariwisata

Dubes Indonesia untuk Portugal dan Penjabat Gubernur Sulsel Bersepeda Ria, Bahas Ekonomi Pariwisata

Bisnis | Jum'at, 24 Mei 2024 | 16:52 WIB

Irfan Setiaputra

Irfan Setiaputra

News | Jum'at, 24 Mei 2024 | 13:30 WIB

Tarif Tiket Pesawat Garuda Dituding Mahal, Bosnya: Pilot Gue Engga Tidur!

Tarif Tiket Pesawat Garuda Dituding Mahal, Bosnya: Pilot Gue Engga Tidur!

Bisnis | Jum'at, 24 Mei 2024 | 13:20 WIB

Terkini

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:54 WIB

Purbaya Rayu Menkeu dan Investor China Beli Panda Bond RI, Dianggap Punya Dana Besar

Purbaya Rayu Menkeu dan Investor China Beli Panda Bond RI, Dianggap Punya Dana Besar

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:48 WIB

Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!

Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:42 WIB

Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce

Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:40 WIB

Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi

Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:15 WIB

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:10 WIB

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:23 WIB

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:12 WIB

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10 WIB

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB