Ekowisata Hutan Sagu Ambon, Dukung Ekonomi Warga Sekaligus Ketahanan Pangan

RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 04 Juni 2024 | 07:24 WIB
Ekowisata Hutan Sagu Ambon, Dukung Ekonomi Warga Sekaligus Ketahanan Pangan
Sagu dalam proses pengolahan. Sebagai ilustrasi [pusat-pkkp.bkp.deptan.go.id/Antara].

Suara.com - Negeri Rutong di Kecamatan Leitimur Selatan, ibu kota Provinsi Maluku menjadi salah satu desa wisata yang dicanangkan di Kota Ambon. Kawasan ini menawarkan wisata adat, wisata budaya, ekowisata, dan wisata lainnya.

Dikutip dari kantor berita Antara, Hutan Sagu Negeri Rutong memiliki luas 22 hektare yang terus dilestarikan hingga sekarang, dan menjadi hutan sagu terbesar di kota Ambon.

"Perencanaan ekowisata hutan sagu telah dimulai sejak 2022, sebagai upaya pengolahan sagu sambil menginformasikan ke masyarakat luas, dan tahun ini kita kembangkan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kunjungan wisatawan," jelas Reza Valdo Maspaitella, Raja Negeri Rutong, pada Selasa (4/6/2024).

Dalam perencanaan tata ruang tata wilayah, Negeri Rutong mulai mengembangkan wilayah hutan sagu sebagai wilayah ekowisata. Caranya, dengan membuat jalan masuk bagi wisatawan mulai dari pesisir pantai ke tengah hutan sagu. 

Jalan masuk saat ini dalam tahapan penyelesaian, agar wisatawan yang datang bisa merasakan pengalaman di hutan sagu, sekaligus mendapat pembelajaran proses panjang menghasilkan pati sagu. 

Saat ini juga dalam tahapan pembangunan, ada ruangan yang akan berisi produk turunan dari sagu sekaligus menjadi pusat informasi bagi pengunjung.

"Di situ akan disiapkan ruang untuk wisatawan bisa swafoto atau pun duduk di kafe untuk menikmati kuliner khas berbahan sagu. ini merupakan bagian perencanaan pembangunan pengembangan ekowisata hutan sagu Negeri Rutong, " lanjut Bapak Raja Negeri Rutong. 

"Saat ini petani beralih menggunakan mesin dan tidak lagi menggunakan alat tradisional ani sagu," ungkap Reza Valdo Maspaitella.

Dalam ekowisata ini, pengunjung diajak melihat dan merasakan dari dekat proses menghasilkan pati sagu.

baca juga

Dimulai dari pemilihan pohon sagu yang layak tebang. Kemudian pembersihan dan pemotongan batang sagu, bagian isi pohon sagu yang berwarna putih dikeruk Dan proses ini disebut pukul sagu.

Setelah pukul sagu, isian atau daging sagu kemudian dibawa ke sahani atau wadah penyaring sagu, menggunakan kamboti atau wadah yang terbuat dari anyaman pelepah kelapa.

Daging sagu disaring untuk mendapatkan pati sagu di walang goti atau alat untuk meremas dan memisahkan sagu dengan air yang terbuat dari pelepah sagu. 

Sementara air perasan sagu akan langsung mengalir keluar dari dalam goti. Setelah goti penuh dengan pati sagu, maka akan dipindahkan ke dalam tumang atau tempat sagu.

Selain mengunjungi ekowisata hutan sagu juga dapat menikmati keindahan pantai serta hutan mangrove di lokasi yang sama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Ciduk Pengedar Uang Palsu di Cengkareng, Pelaku Sempat Beli Narkoba di Kampung Ambon

Polisi Ciduk Pengedar Uang Palsu di Cengkareng, Pelaku Sempat Beli Narkoba di Kampung Ambon

News | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

Pria di Kampung Ambon Ditangkap Polisi Usai Beli Etomidate Rp16 Juta Pakai Uang Palsu

Pria di Kampung Ambon Ditangkap Polisi Usai Beli Etomidate Rp16 Juta Pakai Uang Palsu

News | Senin, 02 November 2026 | 13:57 WIB

Operasi Narkoba di Kampung Ambon: 7 Orang Diciduk, Positif Narkotika hingga Tenteng 15 Senjata Tajam

Operasi Narkoba di Kampung Ambon: 7 Orang Diciduk, Positif Narkotika hingga Tenteng 15 Senjata Tajam

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:54 WIB

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ungkap Alasan Bedah Rumah di Kampung Ambon, Kapolda: Berantas Narkoba Tak Cukup Pakai Hukum

Ungkap Alasan Bedah Rumah di Kampung Ambon, Kapolda: Berantas Narkoba Tak Cukup Pakai Hukum

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:09 WIB

Polisi Gerebek Kampung Ambon, Sita Sabu 51,5 Gram hingga 25 Paket Ketamin

Polisi Gerebek Kampung Ambon, Sita Sabu 51,5 Gram hingga 25 Paket Ketamin

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:17 WIB

Polisi Kembali Gerebek Kepung Kampung Ambon Jakbar: Sita Sabu, Sajam hingga Gula Batu

Polisi Kembali Gerebek Kepung Kampung Ambon Jakbar: Sita Sabu, Sajam hingga Gula Batu

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01 WIB

Sarang Bandar Narkoba di Kampung Ambon Nyolong Listrik, Aliran Langsung Diputus PLN

Sarang Bandar Narkoba di Kampung Ambon Nyolong Listrik, Aliran Langsung Diputus PLN

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:44 WIB

Penyerangan Bersenjata di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Selongsong Peluru

Penyerangan Bersenjata di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Selongsong Peluru

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Kampung Ambon Kembali Digerebek, Sabu dan Senjata Tajam Ditemukan

Kampung Ambon Kembali Digerebek, Sabu dan Senjata Tajam Ditemukan

Foto | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:11 WIB

Terkini

MilkLife Strikers Lolos ke Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Lolos ke Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Surakarta | Senin, 02 November 2026 | 19:00 WIB

Potret Diskriminasi Perempuan Korea Selatan di Novel Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982

Potret Diskriminasi Perempuan Korea Selatan di Novel Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:00 WIB

Rencana Pajak Digital 9 November Belum Final, Pemerintah Masih Kaji Dampaknya

Rencana Pajak Digital 9 November Belum Final, Pemerintah Masih Kaji Dampaknya

News | Senin, 02 November 2026 | 18:58 WIB

Banjir dan Longsor Terjang Malang Selatan, Sejumlah Akses Jalan Terputus

Banjir dan Longsor Terjang Malang Selatan, Sejumlah Akses Jalan Terputus

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 18:55 WIB

Era Pencarian Berubah: Tak Cukup Muncul di Google, Kini Harus Dikutip AI

Era Pencarian Berubah: Tak Cukup Muncul di Google, Kini Harus Dikutip AI

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 18:54 WIB

Perkara Korupsi Berusia Hampir 2 Dekade, Pakar Hukum Ingatkan Pentingnya Daluwarsa

Perkara Korupsi Berusia Hampir 2 Dekade, Pakar Hukum Ingatkan Pentingnya Daluwarsa

Kaltim | Senin, 02 November 2026 | 18:51 WIB

Cara Ganti Nama di Google Meet yang Cepat dan Mudah

Cara Ganti Nama di Google Meet yang Cepat dan Mudah

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 18:50 WIB

Belajar dari Kritik Shin Tae-yong, Pramono Anung Bakal Batasi Konser Musik di JIS

Belajar dari Kritik Shin Tae-yong, Pramono Anung Bakal Batasi Konser Musik di JIS

News | Senin, 02 November 2026 | 18:49 WIB

Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Usai Penggeledahan Ponpes, Polri Periksa Tiga Pejabat Lain

Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Usai Penggeledahan Ponpes, Polri Periksa Tiga Pejabat Lain

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 18:46 WIB

Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek

Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 18:45 WIB

×