Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Profil 3 Bank Syariah Pilihan Muhammadiyah Setelah Tinggalkan BSI

Iwan Supriyatna | Kevino Dwi Velrahga | Suara.com

Selasa, 11 Juni 2024 | 07:25 WIB
Profil 3 Bank Syariah Pilihan Muhammadiyah Setelah Tinggalkan BSI
Ilustrasi BSI [Antara]

Suara.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berencana mengalihkan dana simpanannya yang berada di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) ke beberapa bank syariah lain. Rencana ini tertuang dalam memo Surat Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 320/I.0/A/2024 tertanggal 30 Mei 2024.

“Dengan ini kami minta dilakukan rasionalisasi dana simpanan dan pembiayaan di BSI dengan pengalihan ke bank syariah lain, seperti Bank Syariah Bukopin, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat, bank-bank syariah daerah, dan bank lain yang selama ini bekerja sama baik dengan Muhammadiyah,” demikian dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin (10/6/2024).

Dalam memo, tertulis tiga bank syariah ternama yakni Bank Syariah Bukopin, Bank Mega Syariah, dan Bank Muamalat yang akan jadi pilihan baru PP Muhammdiyah menaruh dana.

Tiga bank ini merupakan pemain lama dalam perbankan syariah Indonesia dan memiliki kinerja yang beragam di kuartal awal tahun ini.

Bank KB Bukopin Syariah

PT Bank KB Bukopin Syariah atau KB Bank Syariah dahulu pernah beroperasi di bawah Organisasi Muhammadiyah dengan nama PT Bank Persyarikatan Indonesia. Hingga pada 2008, bank tersebut diakuisisi oleh PT Bank Bukopin Tbk dan berubah nama jadi PT Bank Syariah Bukopin.

Kemudian pada 2021, akuisisi kembali terjadi dan saat itu dilakukan oleh bank terbesar di Korea Selatan, KB Kookmin Bank, kepada perusahan induk yakni PT Bank Bukopin Tbk.

Bank Syariah Bukopin pun merubah namanya menjadi Bank KB Bukopin Syariah sebagai usaha sinergi dengan induknya.

Pada kuartal I-2024, KB Bank Syariah mencatatkan laba bersih sebesar Rp7,37 miliar, tumbuh 131,99% (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sekitar Rp3,16 miliar.

Pendapatan setelah distribusi bagi hasil juga tumbuh menjadi Rp56,93 miliar, tumbuh 14,41% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sekitar Rp49,76 miliar.

Dari segi pendanaan, KB Bank Syariah berhasil mendapatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp5,99 triliun, naik 10,95% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sekitar Rp5,4 triliun.

Bank Mega Syariah

PT Bank Mega Syariah (BMS) merupakan bagian dari usaha perbankan CT Corp yang berfokus pada prinsip syariah. Bank ini mulai beroperasi 25 Agustus 2004 dengan nama awal PT Bank Syariah Mega Indonesia.

Barulah pada 2 November 2010, PT Bank Syariah Mega Indonesia resmi mengganti namanya menjadi PT Bank Mega Syariah.

Pada kuartal-2024, bank ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp50,06 miliar, turun 35,98% (yoy) dibanding laba bersih periode yang sama tahun 2023 yakni Rp78,2 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Dokter hingga Komisaris BSI, Mengungkap Perjalanan Karir Felicitas Tallulembang

Dari Dokter hingga Komisaris BSI, Mengungkap Perjalanan Karir Felicitas Tallulembang

Bisnis | Senin, 10 Juni 2024 | 18:10 WIB

Imbas PP Muhammadiyah Hengkang, Netizen Mulai Cemas Simpan Dana di BSI

Imbas PP Muhammadiyah Hengkang, Netizen Mulai Cemas Simpan Dana di BSI

Bisnis | Senin, 10 Juni 2024 | 14:46 WIB

Saham BSI (BRIS) Kian Tertekan Dekati 2000-an Usai Muhammadiyah Tak Lagi Jadi Nasabah

Saham BSI (BRIS) Kian Tertekan Dekati 2000-an Usai Muhammadiyah Tak Lagi Jadi Nasabah

Bisnis | Senin, 10 Juni 2024 | 12:27 WIB

Terkini

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:48 WIB

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:22 WIB

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:10 WIB

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB