Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Dusun Bondan Cilacap Majukan UMKM dengan E-Mas Bayu dan E-Mba Mina, Apakah Itu?

RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 26 Juni 2024 | 15:09 WIB
Dusun Bondan Cilacap Majukan UMKM dengan E-Mas Bayu dan E-Mba Mina, Apakah Itu?
Pembangkit listrik hibrida (PLTH) dari Program Energi Mandiri Tenaga Surya dan Angin (E-mas Bayu) PT Pertamina Kilang Internasional (KPI) di Dusun Bondan, Cilacap, Jawa Tengah [ANTARA/HO-PT KPI].

Suara.com - Kesulitan warga di Dusun Bondan, Desa Ujungalang, Cilacap, Jawa Tengah mengakses listrik membuat Pertamina menghadirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa prototipe Hybrid Energy One Pole (HEOP).

Dikutip dari kantor berita Antara, pembuatan HEOP atau pembangkit hybrid ini menjadi bagian dari pengembangan Program Energi Mandiri Tenaga Surya dan Angin (E-Mas Bayu) yang diinisiasi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI).

Bantuan program CSR itu berupa prototipe HEOP yang mengonversikan energi surya dan angin menjadi listrik.

Untuk menghadirkan E-Mas Bayu, Pertamina berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Cilacap (PNC) mengembangkan energi listrik tenaga hibrida (PLTH) berdaya 6.000 Watt Peak (WP). Perantinya adalah lima kincir angin dan 12 panel surya.

"Tujuannya agar masyarakat di Dusun Bondan, Cilacap, dan sekitarnya bisa mendapatkan energi untuk penerangan kehidupan mereka," jelas Edward Manaor Siahaan, Manager CSR dan Small Medium Enterprise Partnership Program (SMEPP) PT KPI.

Ia menambahkan bahwa program E-Mas Bayu ini adalah komitmen Pertamina untuk mengembangkan energi bersih berwawasan lingkungan.

Selain itu, Pertamina juga memberikan bantuan panel surya untuk 14 titik yang letaknya jauh dari lokasi HEOP.

Kekinian, Dusun Bondan mulai terang walau pun listrik belum dapat digunakan untuk alat elektronik.

Untuk mendukung keberadaan dan keberlanjutan PLTH, dibentuk kelompok pengelola PLTH. Mereka mendapatkan pelatihan untuk pengelolaan dan pemeliharaan PLTH.

baca juga

Kapasitas listrik yang dibangun mampu menambah luaran atau output menjadi 12.000 WP dan diresmikan pengoperasiannya pada akhir 2020.

Penggunaan energi terbarukan itu berhasil mengurangi emisi hingga 7,51 ton karbon dioksida atau C02 equivalen per tahun.

Listrik dialirkan ke rumah 37 Kepala Keluarga (KK) yang mencakup 242 orang,masing-masing 500 Watt, masjid, sekolah, serta dua rumah produksi.

Mohamad Jamaludin, tokoh pemuda Dusun Bondan sekaligus Local Hero Program E-Mas Bayu mengatakan, Dusun Bondan yang termasuk dalam wilayah administrasi Desa Ujungalang masuk kategori desa tertinggal.

Untuk menjangkau wilayah ini harus menggunakan perahu compreng atau kapal kecil dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari Dermaga Sleko, yang lokasinya tidak jauh dari Nusakambangan, Cilacap.

Sebelum ada PLTH, warga umumnya menggunakan pelita minyak tanah untuk penerangan. Sebagian warga ada yang menarik kabel dari kelurahan lain untuk mengalirkan listrik dengan jarak hingga 5 km.

"Dengan adanya PLTH pengeluaran warga untuk keperluan penerangan berkurang drastis. Dari semula rata-rata Rp 75.000 - Rp 100.000 per Kepala Keluara (KK) menjadi Rp 25.000. Saat ini, 100 persen anak usia pelajar yang sebelumnya tidak bisa belajar di malam hari, sudah bisa leluasa belajar di malam hari karena sudah diterangi cahaya lampu," tukas Mohamad Jamaludin.

PLTH juga memberikan beragam manfaat bagi masyarakat. Selain menghasilkan penerangan, listrik dimanfaatkan untuk mengoperasikan aerator tambak kelompok nelayan melalui Program Energi Mandiri Tambak Ikan (E-Mba Mina) yang diinisiasi Pertamina.

Ketersediaan listrik juga mempermudah warga Dusun Bondan mendapatkan air bersih setelah Pertamina menginisiasi Sistem Desalinasi Air Berbasis Masyarakat (Sidesimas) untuk mengubah air payau menjadi air tawar sehingga dapat dikonsumsi warga.

Rata-rata sehari diproduksi 2.000L air tawar yang bisa dimanfaatkan 78 KK serta satu rumah produksi UMKM pesisir.

Mohamad Jamaludin mengatakan bahwa warga yang memanfaatkan air dari fasilitas Sidesimas hanya dibebani iuran Rp 1.500 per jeriken isi 30L sebagai biaya perawatan.

Jauh lebih murah jika dibandingkan dengan membeli atau mencari air bersih ke Nusakambangan yang membutuhkan biaya Rp 200.000 untuk operasional perahu atau membeli air sekitar Rp 3.000 - Rp 5.000 per jeriken.

Keberadaan Program E-Mas Bayu juga mendorong lahirnya kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Ibu Mandiri dan Ibu Mekar Jaya.

Mereka mengolah sebagian hasil tambak menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Pendapatan anggota Kelompok Ibu Mandiri yang awalnya Rp 1 juta meningkat menjadi Rp 2 juta.

Mohamad Jamaludin dan tokoh masyarakat berinisiatif mendirikan koperasi yang mengkoordinasikan bisnis listrik, perikanan, makanan olahan dari UMKM, dan lain-lain.

"Koperasi menjadi induk kegiatan dan sentra bisnis masyarakat Bondan," jelas Mohamad Jamaludin, yang ditunjuk menjadi ketua koperasinya.

Koperasi yang kini sudah memiliki aset ratusan juta rupiah ini menyediakan kapal cepat yang selalu siaga untuk berbagai keperluan warga. Terutama mengantar yang sakit atau mau melahirkan ke fasilitas kesehatan terdekat di kecamatan.

"Dengan perahu cepat fasilitas kesehatan terdekat bisa ditempuh dalam 30 menit atau paling lambat 45 menit. Perahu cepat ini gratis. Koperasi menyediakan BBM termasuk pengemudi," tutup Mohamad Jamaludin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki

Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:32 WIB

DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian

DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:18 WIB

cashUP Perkuat Ekosistem UMKM Digital, Satukan Pembayaran, Pembiayaan, dan Teknologi

cashUP Perkuat Ekosistem UMKM Digital, Satukan Pembayaran, Pembiayaan, dan Teknologi

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:59 WIB

BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional

BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:24 WIB

Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal

Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:29 WIB

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:13 WIB

Piala Dunia 2026 Datang, Waktunya UMKM Panen Cuan Gila-gilaan dari Nobar!

Piala Dunia 2026 Datang, Waktunya UMKM Panen Cuan Gila-gilaan dari Nobar!

Your Say | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:20 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

APKLI-P Luncurkan Kanal Keluh Kesah PKL UMKM, Ali Mahsun: Keperpihakan Nyata Presiden Prabowo

APKLI-P Luncurkan Kanal Keluh Kesah PKL UMKM, Ali Mahsun: Keperpihakan Nyata Presiden Prabowo

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 06:00 WIB

LPDB Koperasi Perkuat Ekosistem Koperasi, KKMP Sampangan dan KUD Usaha Mina Jadi Contoh Usaha Produk

LPDB Koperasi Perkuat Ekosistem Koperasi, KKMP Sampangan dan KUD Usaha Mina Jadi Contoh Usaha Produk

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:55 WIB

Terkini

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:14 WIB

Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan

Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:37 WIB

Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak

Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:35 WIB

Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan

Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:26 WIB

Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor

Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:18 WIB

Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS

Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:49 WIB

Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I

Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:32 WIB

Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!

Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:08 WIB

IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban

IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:37 WIB

Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya

Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:36 WIB