Malam-malam Prabowo saat Baru Jabat Presiden, Dihantui Utang Jatuh Tempo Rp800 Triliun di 2025

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 05 Juli 2024 | 12:02 WIB
Malam-malam Prabowo saat Baru Jabat Presiden, Dihantui Utang Jatuh Tempo Rp800 Triliun di 2025
Pemerintahan ini akan dihadapkan pada tantangan besar dalam mengelola keuangan negara di tahun 2025.

Suara.com - Pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto tampkanya belum bisa tidur nyenyak pada awal-awal menjabat sebagai orang nomer satu di Indonesia, pasalnya pemerintahan ini akan dihadapkan pada tantangan besar dalam mengelola keuangan negara di tahun 2025.

Hal ini dikarenakan beban utang yang jatuh tempo pada tahun tersebut mencapai angka fantastis, yaitu Rp800 triliun.

Direktur Program INDEF Eisha M Rachbini membeberkan utang jatuh tempo pada 2024 sekitar Rp400 triliun, sementara pada 2025, mencapai Rp800 triliun.

Angka ini terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp705,5 triliun dan pinjaman senilai Rp94,83 triliun. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan dengan jatuh tempo utang di tahun 2024 yang diestimasikan sekitar Rp400 triliun.

Berdsarkan catatan utang pemerintah saat ini menyentuh Rp8.353 triliun naik Rp14,59 triliun dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang berada di kisaran Rp8.338 triliun. Adapun nilai utang jatuh tempo pemerintah mencapai Rp3.749 triliun untuk periode 2025-2029.

Pada 2025, utang jatuh tempo yang harus dibayarkan berada di level Rp800 triliun. Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) per 30 April 2024 mencatat utang jatuh tempo pemerintah di tahun depan naik signifikan, dibandingkan tahun ini yang berada di posisi Rp 434,29 triliun.

Tingginya beban utang jatuh tempo di tahun 2025 dikhawatirkan akan memberikan tekanan yang signifikan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal ini dapat berakibat pada berkurangnya ruang fiskal untuk program-program prioritas pemerintah, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Untuk itu dirinya meminta pemerintah baru untuk mencari pembiayaan inovatif agar ruang fiskal APBN tidak tertekan karena tumpukkan utang. Apalagi kata dia sejumlah program prioritas Prabowo membutuhkan anggaran jumbo untuk dapat berjalan, seperti program makan bergizi gratis dan kelanjutan proyek IKN.

baca juga

"Pembiayaan inovatif juga harus didorong nggak cuma berpangku tangan dengan kemampuan pemerintah tapi juga dengan gandeng investor, tapi masalahnya saat ingin berapa sih Investor yang di IKN?" kata dia dalam sebuah diskusi dikutip Jumat (5/7/2024).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jersey Olimpiade Indonesia yang Didesain Didit Prabowo, Lebih Keren Dibanding Negara Lain?

Jersey Olimpiade Indonesia yang Didesain Didit Prabowo, Lebih Keren Dibanding Negara Lain?

Lifestyle | Jum'at, 05 Juli 2024 | 11:41 WIB

Desain Jersey Olimpiade Timnas Indonesia Karya Didit Prabowo Tuai Pujian, Ternyata Rekam Jejaknya Kelas Internasional

Desain Jersey Olimpiade Timnas Indonesia Karya Didit Prabowo Tuai Pujian, Ternyata Rekam Jejaknya Kelas Internasional

Lifestyle | Jum'at, 05 Juli 2024 | 11:18 WIB

Alasan Didit Anak Prabowo Desain Jersey Kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2024: Ini Cara Saya untuk...

Alasan Didit Anak Prabowo Desain Jersey Kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2024: Ini Cara Saya untuk...

Sport | Jum'at, 05 Juli 2024 | 10:02 WIB

Terkini

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:22 WIB

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Banten | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:07 WIB

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 20:06 WIB

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:05 WIB

×