- Gubernur Rudy Mas'ud memastikan Program MBG di Kalimantan Timur tetap berjalan meski sekolah diliburkan akibat karhutla.
- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengklaim kualitas udara masih aman dan terkendali.
- Siswa dirumahkan sementara sambil tetap dibagikan masker untuk aktivitas luar ruangan sebagai langkah pencegahan dampak asap.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Timur dipastikan tetap berjalan meski kegiatan belajar mengajar tatap muka di sejumlah wilayah diliburkan akibat dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud mengatakan kondisi karhutla di wilayahnya masih terkendali berkat kerja sama seluruh pemangku kepentingan.
Kualitas udara juga diklaim masih aman, meski pemerintah daerah memilih meliburkan sekolah sebagai langkah pencegahan.
"Kualitas udara untuk Kalimantan Timur alhamdulillah masih semuanya aman terkendali, masih dalam kondisi yang aman, masih aman," ujar Rudy di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
"Tetapi anak-anak sekolah masih kita liburkan dan kita berikan masker untuk beraktivitas di luar," imbuhnya.
Rudy mengatakan siswa akan dirumahkan hingga kualitas udara kembali membaik. Namun, kebijakan tersebut tidak membuat program pemenuhan gizi bagi anak terhenti.
"MBG tetap jalan, ya," tegasnya saat ditanya kepastian program tersebut.
Meski begitu, Rudy mengaku belum mengetahui secara pasti mekanisme penyaluran MBG selama sekolah diliburkan. Ia memastikan program tersebut tetap menjadi prioritas Pemprov Kaltim.
"Saya nggak tahu persis ya teknisnya yang di lapangan kalau untuk MBG-nya, tapi untuk di seluruh Kalimantan Timur MBG tetap menjadi prioritas," pungkasnya.