Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.130,588
LQ45 608,029
Srikehati 297,628
JII 364,421
USD/IDR 18.083

Utang Jatuh Tempo RI Tembus Rp 3.748 Triliun, Program Makan Bergizi Gratis dan IKN Masih Bisa Jalan?

Iwan Supriyatna, Kevino Dwi Velrahga

Senin, 08 Juli 2024 | 14:29 WIB
Utang Jatuh Tempo RI Tembus Rp 3.748 Triliun, Program Makan Bergizi Gratis dan IKN Masih Bisa Jalan?
Ilustrasi utang (freepik)

Suara.com - Utang Indonesia kian membengkak dari tahun ke tahun, terutama dalam satu dekade terakhir. Saat ini, total utang negara telah menembus angka Rp8.353 triliun dengan utang jatuh tempo sebesar Rp3.749 triliun untuk periode 2025-2029.

Adapun dalam periode lima tahun itu Indonesia harus membayar utang jatuh tempo tiap tahunnya sebesar Rp800,33 triliun pada 2025, Rp803,19 triliun pada 2026, Rp802,61 triliun pada 2027, Rp719,81 triliun pada 2028, dan Rp622,3 triliun di tahun terakhir.

Dengan tanggungan utang tersebut, lantas, apakah program presiden terpilih Prabowo Subianto yang memakan dana jumbo seperti makan bergizi gratis dan melanjutkan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara masih bisa jalan di masa depan?

Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eisha M. Rachbini menyebut saat ini porsi anggaran APBN 2024 untuk pembangunan IKN termasuk cukup besar, yakni 16%. Maka menurut dia, pemerintah selanjutnya harus memiliki program-program prioritas.

“Dengan program-program yang banyak itu juga harus ada prioritas. Pembiayaan Inovatif memang diperlukan, terutama tidak hanya IKN, tapi pembiayaan-pembiayaan seluruhnya bagaimana sih memperkuat fiskal kita ke depan," kata Eisha dalam gelaran Diskusi Publik INDEF bertajuk , Jakarta, Kamis (4/7/2024).

Jika ingin tetap melanjutkan pembangunan IKN, Eisha meminta pemerintah jangan hanya mengandalkan APBN saja. Perlu mencari sumber pendanaan lain seperti bekerja sama dengan investor baik dari dalam negeri maupun pihak asing.

Namun permasalahannya, sampai saat ini pemerintah masih kesulitan mencari investor untuk IKN. Investor yang sudah menaruh dana pun dianggap belum mampu mengurangi beban APBN secara signifikan.

"Bisa dilihat pendapatnya, pembelanjaannya, pembiayaan. Pembiayaan inovatif juga harus didorong enggak cuma berpangku tangan dengan kemampuan pemerintah tapi juga dengan gandeng investor, tapi masalahnya saat ini berapa sih investor yang di IKN?" tuturnya.

Berpendapat sama, Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti turut menghimbau pemerintahan baru untuk fokus kepada program dengan multiplier effect (efek berganda) yang lebih luas.

baca juga

Langkah ini perlu diutamakan karena sudah banyak program pemerintah yang memakan anggaran bernilai fantastis, tetapi malah lebih banyak membebani kemampuan fiskal negara daripada memberi manfaat untuk masyarakat.

"Jadi pilih program yang benar-benar multiplier effect-nya itu luas, dampak jangka panjang itu ada," saran Esther.

Ia mencontohkan program yang memiliki multiplier effect itu seperti program penguatan sumber daya manusia, peningkatan modal, dan transfer teknologi. Kata Esther, tiga aspek tersebut merupakan syarat umum untuk sebuah negara menjadi negara maju.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aktivitas Konstruksi di IKN Saat HUT ke-79 RI Ditiadakan, Pekerja Proyek Tidak Dipulangkan

Aktivitas Konstruksi di IKN Saat HUT ke-79 RI Ditiadakan, Pekerja Proyek Tidak Dipulangkan

Bisnis | Sabtu, 06 Juli 2024 | 08:57 WIB

Jalan Tol IKN Siap Digunakan, Intip Update Terbaru di Sini!

Jalan Tol IKN Siap Digunakan, Intip Update Terbaru di Sini!

Bisnis | Jum'at, 05 Juli 2024 | 22:52 WIB

Bapanas Wanti-wanti Program 'Maksi' Prabowo Jangan Hasilkan Sampah Lebih Banyak

Bapanas Wanti-wanti Program 'Maksi' Prabowo Jangan Hasilkan Sampah Lebih Banyak

Bisnis | Jum'at, 05 Juli 2024 | 13:42 WIB

Terkini

6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten

6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten

Banten | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:41 WIB

Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron

Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:35 WIB

Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR

Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:31 WIB

Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan

Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:29 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:26 WIB

Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten

Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten

Banten | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:20 WIB

Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?

Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:18 WIB

Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan

Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17 WIB

Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur

Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17 WIB

HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:07 WIB

×