Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Ambisi Prabowo soal Target Ekonomi 8 Persen, Pengamat: Butuh Terobosan dan Strategi Cemerlang

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 23 Juli 2024 | 16:44 WIB
Ambisi Prabowo soal Target Ekonomi 8 Persen, Pengamat: Butuh Terobosan dan Strategi Cemerlang
Presiden terpilih Prabowo Subianto mematok target yang cukup ambisius terkait pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dimasa pemerintahannya.

Suara.com - Presiden terpilih Prabowo Subianto mematok target yang cukup ambisius terkait pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dimasa pemerintahannya.

Target ini dipandang sebelah mata oleh Dirketur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal, menurutnya target itu akan sulit dicapai dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini yang hanya 5 persen.

Apalagi kata dia dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang saat ini tengah dibahas di DPR target 8 persen itu juga terlalu tinggi.

"Di RPJPN 6,5-7 persen. Pak Prabowo menargetkan 8 persen. Realitanya tahun ini prediksi kisarannya 4,9 sampai 5 persen," kata Faisal dalam diskusi 'Core Midyear Economic Review 2024' secara virtual pada Selasa (23/7/2024).

Faisal mengungkapkan jika Prabowo tidak memiliki terobosan dan strategi ekonomi yang cemerlang mustahil target itu bisa terlampaui.

Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal (Tangkapan Layar)
Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal (Tangkapan Layar)

"Ini perlu diantisipasi risiko ini karena akan sangat mungkin kalau tidak ada terobosan dalam hal strategi kebijakan ekonomi, maka akan meleset lagi pertumbuhan ekonominya," katanya.

Faisal menyatakan, CORE Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua 2024 hanya di kisaran 4,9 sampai 5 persen, dengan kondisi ekonomi baik domestik dan global yang masih dalam tekanan.

Sebelumnya, dalam dokumen Rancangan Akhir RPJPN 2025-2045, target pertumbuhan ekonomi periode 2025-2029 hanya sebesar 5,6 persen-6,1 persen per tahun. Perkiraan pertumbuhan ekonomi itu dijadikan tahapan pertama untuk penguatan fondasi transformasi Indonesia menuju Visi Indonesia Emas 2045.

Meski demikian, Prabowo mengatakan Indonesia harus berani memasang target pertumbuhan di level 8 persen. Ia bahkan telah memasang taruhan dengan beberapa menteri suatu negara bila pertumbuhan 8 persen sekali saja tercapai dalam masa kepemimpinannya, ia akan ditraktir makan malam.

baca juga

"Sekali saja dalam lima tahun yang akan datang, kita mencapai 8 persen, mereka, they are going to buy me dinner. Mereka akan beli makan malam untuk saya!" ucap Prabowo tanpa menyebutkan menteri dari negara mana saat menghadiri peresmian Peluncuran Geoportal One Map Policy 2.0.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maju jadi Bacabup Bogor, Rudy Susmanto Ungkit 'Halaman Rumah' Prabowo, Apa Katanya?

Maju jadi Bacabup Bogor, Rudy Susmanto Ungkit 'Halaman Rumah' Prabowo, Apa Katanya?

Kotak Suara | Selasa, 23 Juli 2024 | 07:59 WIB

Jokowi Dan Prabowo Dipastikan Tak Hadir Di Harlah PKB Ke-26 Besok

Jokowi Dan Prabowo Dipastikan Tak Hadir Di Harlah PKB Ke-26 Besok

Kotak Suara | Senin, 22 Juli 2024 | 19:47 WIB

Beda Sikap Kiky Saputri Digunjing, Dukung Prabowo Tapi Kritik Pemerintahan Jokowi

Beda Sikap Kiky Saputri Digunjing, Dukung Prabowo Tapi Kritik Pemerintahan Jokowi

Lifestyle | Senin, 22 Juli 2024 | 16:38 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB