Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Stop Gunakan Aplikasi Kredit Online Jika Mengalami Hal-hal Berikut

Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah | Suara.com

Rabu, 24 Juli 2024 | 17:00 WIB
Stop Gunakan Aplikasi Kredit Online Jika Mengalami Hal-hal Berikut
Ilustrasi Aplikasi Kredit Online. (Dok: Kredivo)

Suara.com - Layanan kredit online dari fintech seperti Kredivo memang sangat praktis dan fleksibel untuk dimanfaatkan membeli barang idaman, berbagai kebutuhan sehari-hari, top up pulsa, paket data, token listrik, dan masih banyak lagi.

Ditambah lagi, bunga yang dikenakan oleh Kredivo sangat ringan, khusus pengguna Premium, Anda hanya dikenakan bunga 0% untuk tenor 1 dan 3 bulan, serta bunga ringan mulai dari 1,99% untuk tenor hingga 24, yang bisa digunakan di ribuan merchant online dan offline.

Namun, di sisi lain, banyak juga orang yang terjerat utang, karena kurangnya kemampuan mengontrol dan mengatur keuangan sendiri. Alhasil, layanan kredit online jadi lebih banyak membawa kerugian dalam keuangan dan kehidupan sehari-hari.

Jangan sampai layanan ini berubah menjadi bumerang yang berbaling menyerang Anda. Berikut ada beberapa tanda yang dapat menunjukkan bahwa Anda sebaiknya menghentikan penggunaannya. Ingin tahu apa saja? Simak artikel ini sampai selesai, ya!

1. Terlalu Banyak Akun & Tunggakan

Tidak bisa dipungkiri kalau mendaftar fintech yang menyediakan kredit online itu mudah, sehingga banyak orang daftar dan memiliki lebih dari satu akun tanpa pikir panjang.

Alhasil, dorongan dan godaan untuk berbelanja juga makin besar. Di sinilah biasanya yang menjadi faktor utama, kredit online malah berubah menjadi tunggakan utang dengan jatuh tempo yang berbeda-beda.

Jika ini terjadi pada diri Anda, bisa jadi ini adalah tanda bahwa Anda sudah harus berhenti menggunakan layanan ini. Terlalu banyak akun bisa membuat kehilangan kendali atas tagihan yang harus dibayar setiap bulannya, sehingga tunggakan semakin menumpuk, dan semakin sulit untuk membayar, sehingga bisa terjebak dalam jerat utang yang sulit diatasi.

2. Sulit untuk Mengontrol Hasrat Belanja Konsumtif

Jika hal ini sudah terjadi pada diri Anda, ini menjadi tanda bahwa penggunaan kredit online sudah melampaui batas dan tidak sehat lagi. Layanan kredit seharusnya digunakan dengan bijak untuk memenuhi kebutuhan, bukan untuk memuaskan hasrat belanja konsumtif yang tidak terkendali.

Jika Anda terus menerus melakukan pembelian yang tidak perlu hanya karena bisa membayar nanti, Anda perlu mempertimbangkan untuk menghentikan penggunaan kredit online. Mulai dari sekarang, yuk mulai atur prioritas Anda supaya kondisi keuangan tetap sehat dan utang bisa lebih bermanfaat.

3. Sering Telat Bayar Tagihan

Jika ini terjadi pada diri Anda, ini menandakan bahwa kurangnya disiplin dalam mengelola keuangan. Tagihan seharusnya dilunasi tepat waktu agar tidak menimbulkan tunggakan dan denda yang harus dibayar.

Jadi, jika mengalami kesulitan untuk disiplin dalam membayar tagihan, sebaiknya setelah tagihan selesai, hentikan dulu penggunaan layanan ini dan evaluasi keadaan keuangan Anda demi kebaikan finansial di kemudian hari.

4. Besar Pasak Daripada Tiang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadirkan ComboFit Jamsostek di Aplikasi My Telkomsel, BPJS Ketenagakerjaan Permudah Pekerja Informal Terlindungi

Hadirkan ComboFit Jamsostek di Aplikasi My Telkomsel, BPJS Ketenagakerjaan Permudah Pekerja Informal Terlindungi

Bisnis | Rabu, 24 Juli 2024 | 11:33 WIB

3 Cara Mengecek Cuaca Besok Secara Online, Mudah Lewat HP

3 Cara Mengecek Cuaca Besok Secara Online, Mudah Lewat HP

Tekno | Rabu, 24 Juli 2024 | 10:53 WIB

Canggih! All-New KONA Electric Bisa Terhubung ke Smartphone, Ini Deretan Fiturnya

Canggih! All-New KONA Electric Bisa Terhubung ke Smartphone, Ini Deretan Fiturnya

Otomotif | Selasa, 23 Juli 2024 | 20:19 WIB

Cara Aman Kredit Mobil Baru di GIIAS 2024

Cara Aman Kredit Mobil Baru di GIIAS 2024

Otomotif | Selasa, 23 Juli 2024 | 19:30 WIB

Gandeng Citilink, Pengguna Kartu Kredit MNC Bank Makin Mudah Pesan Tiket Pesawat

Gandeng Citilink, Pengguna Kartu Kredit MNC Bank Makin Mudah Pesan Tiket Pesawat

Bisnis | Selasa, 23 Juli 2024 | 16:53 WIB

Jokowi Gencar Garap Proyek Infrastruktur, Tapi Kredit Macet Sektor UMKM Kontruksi Tembus 10%

Jokowi Gencar Garap Proyek Infrastruktur, Tapi Kredit Macet Sektor UMKM Kontruksi Tembus 10%

Bisnis | Selasa, 23 Juli 2024 | 11:50 WIB

Terkini

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB

Tangerang Geser Jaksel Jadi Incaran Baru Pencari Rumah

Tangerang Geser Jaksel Jadi Incaran Baru Pencari Rumah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:39 WIB

Emiten Ini Ramai-Ramai Serbu BEI Usai Ditendang Indeks Global

Emiten Ini Ramai-Ramai Serbu BEI Usai Ditendang Indeks Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:36 WIB