Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Emiten Tambang Nikel NICL Raup Laba Bersih Rp 73,5 Miliar di Semester I-2024

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 26 Juli 2024 | 09:47 WIB
Emiten Tambang Nikel NICL Raup Laba Bersih Rp 73,5 Miliar di Semester I-2024
Ilustrasi bursa efek. (Unsplash)

Suara.com - Emiten pertambangan nikel, PT PAM Mineral Tbk (NICL) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 73,5 miliar pada semester I tahun 2024. Raihan laba bersih itu naik  13,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama NICL, Ruddy Tanaka mengatakan, meski dari segi omzet penjualan pada periode ini menurundibandingkan dengan periode tahun sebelumnya, namun dari sisivolume penjualan mengalami peningkatan yang cukupsignifikan, yakni sebesar 4,2% dari 679.066 MT menjadi 707.597 MT.  

Adapun, pada periode yang sama penjualan perseroan turun 11,95 persen menjadi Rp 419 miliar, Penurunan ini, imbas harga rata-rata nikel ikut alami penurunan.

"Perseroan berhasil melakukan efisiensi sekaligus mengoptimalkan sumber daya yang ada di tengah kondisi operasional yang cukup menantang yakni, adanya kendala curah hujan yang cukup tinggi pada periode Januari hingga Juni 2024, Perseroan masih bisa meningkatkan volume penjualan pada semester 1 tahun ini," ujarnya di Jakarta yang dikutip, Jumat (26/7/2024).

Pada sisi neraca, hingga 30 Juni 2024, NICL membukukan peningkatan total aset sebesar 7,22 persen menjadi sebesar Rp 918,7 miliar jika dibandingkan. Sedangkan, ekuitas tercatat tumbuh sebesar 4,88 persen menjadi sebesar Rp 781,8 miliar.

Peningkatan ini tersebut dikontribusikan oleh peningkatan laba tahun berjalan Perseroan.

Dalam hal ini, NICL juga menargetkan produksi nikel pada tahun 2024 sebesar2.600.000 metrik ton (MT), meningkat 41 persen dari realisasiproduksi tahun 2023 sebesar 1.847.000 MT.

Target produksi tersebut juga untuk bijih nikel kadar Ni 1,30 persen - 1,50 persen. Peningkatan target produksi ini didasari dengan adanyapermintaan market yang semakin meningkat karena semakinbanyak smelter yang beroperasi.

Saat ini, Perseroan telah mendapatkan persetujuan RKAB periode 2024- 2026 dengan total volume penjualan yang telah disetujui sebesar 7.800.000 WMT. Untuk mendukung kinerja operasional dan terpenuhinya target perseroan, saat ini daya dukung infrastruktur tambang yang telah dimiliki baik berupa angkutan jalan tambang dan juga Pelabuhan dalam tahap peningkatan dan pengembangan untuk beroperasi secara maksimal.  

Ruddy merasa optimis bahwa peningkatan produksi tersebut relevan terhadap suplai and permintaan dengan kondisi perkembangankebutuhan industri nikel yang semakin meningkat. Informasi terakhir dari kementerian ESDM, RKAB yang disetujui sebesar 240juta ton.

Kendala yang dihadapi dilapangan saat ini adalahcuaca dan ketersediaan alat – alat produksi, kondisi ini menyebabkan tidak terpenuhinya suplai

"Dukungan pemerintah untuk industri nikel memberikan optimisme kepada Perseroan untuk meningkatkan produksinikel, dengan adanya peningkatan produksi akan memberikan dampak yang positif bagi kinerja operasional dan keuangan kami yang nantinya akan tercermin dalam peningkatan laba bersih perseroan. Pada akhirnya akan memberikan nilai tambah yang positif bagi pemegang saham dan stakeholder," pungkas Rudy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten Sawit TPAG Raup Laba Bersih Rp 1 Triliun di Semester I-2024

Emiten Sawit TPAG Raup Laba Bersih Rp 1 Triliun di Semester I-2024

Bisnis | Kamis, 25 Juli 2024 | 17:32 WIB

BCA Raih Cuan Rp 26,9 Triliun di Semester I-2024

BCA Raih Cuan Rp 26,9 Triliun di Semester I-2024

Bisnis | Kamis, 25 Juli 2024 | 13:56 WIB

Retail Matahari Meredup: Laba Bersih Turun 8,45% di Semester I-2024

Retail Matahari Meredup: Laba Bersih Turun 8,45% di Semester I-2024

Bisnis | Kamis, 25 Juli 2024 | 10:00 WIB

Terkini

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:14 WIB

Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis

Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:11 WIB

Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru

Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:05 WIB

Cara Paufazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan

Cara Paufazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:56 WIB

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.839.000/Gram

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:54 WIB

MARK Tebar Dividen Rp50 per Saham, Cek Jadwalnya di Sini

MARK Tebar Dividen Rp50 per Saham, Cek Jadwalnya di Sini

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:52 WIB

Dukung HKI, Menekraf Teuku Riefky Sebut Shopee Motor Baru Ekonomi Sektor Penerbitan

Dukung HKI, Menekraf Teuku Riefky Sebut Shopee Motor Baru Ekonomi Sektor Penerbitan

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:50 WIB

Eks Dirut BJBR dan Bank Jateng Divonis Bebas dalam Kasus Sritex, Ini Alasannya

Eks Dirut BJBR dan Bank Jateng Divonis Bebas dalam Kasus Sritex, Ini Alasannya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:39 WIB

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:35 WIB

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:03 WIB