Bos KFC Indonesia Mengeluh, Perusahaan Alami Rugi Beruntun Imbas Aksi Boikot

Kamis, 01 Agustus 2024 | 14:55 WIB
Bos KFC Indonesia Mengeluh, Perusahaan Alami Rugi Beruntun Imbas Aksi Boikot
Pengunjung menikmati hidangan dengan menjaga jarak fisik di salah satu gerai makanan cepat saji di kawasan Pancoran, Jakarta, Selasa (23/6). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), perusahaan induk KFC di Indonesia, tengah menghadapi masa sulit. Laporan keuangan semester I-2024 menunjukkan rugi periode berjalan perusahaan membengkak drastis menjadi Rp 349 miliar, melonjak 6.168,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejumlah faktor turut berkontribusi pada kinerja buruk KFC Indonesia. Selain dampak Pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya pulih, aksi boikot yang marak di media sosial terhadap merek-merek tertentu akibat perang di Timur Tengah antara Palestina dan Israel diduga turut memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perusahaan.

"Selama beberapa tahun terakhir, Grup telah melaporkan kerugian berulang dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024, Rugi periode berjalan mencapai Rp349.751.341," tulis Direktur Utama FAST Ricardo Gelael dalam laporan keuangannya di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Kamis (1/8/2024).

Kondisi ini lanjut Ricardo diperparah dengan jumlah utang yag dihadapi perseroan lebih tinggi dibandingkan dengan aset yang dimiliki.

"Total liabilitas lancar konsolidasi Grup melebihi total aset lancar konsolidasinya sebesar Rp1.043.333.072," tulisnya.

Menurutnya kondisi ini akibat dampak berkepanjangan dari pemulihan Grup dari pandemi Covid-19, di mana penjualan belum mencapai tingkat yang diharapkan oleh manajemen, dan situasi pasar memburuk akibat dampak dari Krisis Timur Tengah.

"Dua masalah ini telah berdampak negatif terhadap hasil Grup untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2024," katanya.

Asal tahu saja pendapatan KFC sepanjang semester I 2024, yakni merosot dari Rp3,1 triliun pada semester I 2023 menjadi Rp2,48 triliun di semester I 2024.

Pendapatan makanan dan minuman yang merupakan lini bisnis utama perusahaan tercatat turun dari Rp3,1 triliun menjadi Rp2,47 triliun. Penurunan juga terjadi dari komisi atas penjualan konsinyasi dari Rp11,85 miliar menjadi Rp10,46 miliar.

Baca Juga: Digadang Gantikan Ismail Haniyeh, Sosok Ini Pernah Diracun oleh Israel Namun Diselamatkan Raja Yordania

Sementara itu, beban pokok penjualan turun tipis yakni dari Rp1,14 triliun menjadi Rp1,06 triliun. Bahkan, ada peningkatan beban operasi lain dari Rp10,06 miliar menjadi Rp22,07 miliar.

Dari sisi liabilitas, beban utang perusahaan naik sepanjang paruh pertama tahun ini dari Rp3,1 triliun menjadi Rp3,5 triliun. Sementara itu, jumlah aset perusahaan tercatat meningkat Rp3,91 miliar menjadi Rp3,97 miliar.

Meski demikian, Ricardo optimis upaya bisnis berkelanjutan yang saat ini dilakukan pihaknya dapat merespons dan mengelola dampak negatif dari
kondisi bisnis yang ada.

Salah satunya dengan penerapan pengurangan biaya, menunda beberapa pengeluaran modal atau proyek yang tidak penting dan memprioritaskan hanya pengeluaran esensial untuk menjaga operasi. Selain itu, penggunaan restoran secara efektif untuk meminimalisir biaya tetap dan mencapai ekonomi skala.

Begitu juga dengan penerapan pengurangan biaya, menunda beberapa pengeluaran modal atau proyek yang tidak penting dan memprioritaskan hanya pengeluaran esensial untuk menjaga operasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI