Efisiensi Biaya Transaksi, Ethereum Jadi Ekosistem Menjanjikan di Masa Depan

Iwan Supriyatna

Jum'at, 02 Agustus 2024 | 21:45 WIB
Efisiensi Biaya Transaksi, Ethereum Jadi Ekosistem Menjanjikan di Masa Depan
Kripto Ethereum (Unsplash)

Suara.com - Menurut data dari CoinTelegraph, jaringan Layer-2 Ethereum mengurangi biaya transaksi hingga 15 kali lipat dibandingkan dengan Layer-1 Ethereum, hal ini menjadikannya lebih efisien untuk digunakan dalam aplikasi DeFi, NFT, dan game blockchain.

Berdasarkan laporan dari ConsenSys, Ethereum terus menunjukkan perkembangan dalam adopsi teknologi blockchain di berbagai sektor. Salah satu contoh utamanya adalah peluncuran jaringan Layer-2, yang berfungsi sebagai solusi scaling untuk Ethereum.

Penggunaan Layer-2 dijadikan solusi untuk meningkatkan dan memainkan peran penting dalam evolusi Ethereum. Dirancang untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi transaksi di blockchain, semakin banyak diadopsi oleh pengguna dan pengembang.

Misalnya, DeFi di Ethereum menciptakan sistem keuangan terdesentralisasi dengan menggantikan atau melengkapi layanan keuangan tradisional seperti pinjaman, asuransi, perdagangan, dan simpanan menggunakan teknologi blockchain dan smart contracts.

William Sutanto selaku CTO Indodax, yang juga aktif dalam advokasi industri Web3 mengomentari keunggulan Ethereum sebagai blockchain dengan validator terbanyak, mengalahkan Solana.

“Ethereum mampu memfasilitasi inovasi baru di dunia keuangan, seperti DeFi yang mengubah cara kita melakukan saving dan lending secara transparan tanpa campur tangan organisasi manapun,” jelas William ditulis Jumat (2/8/2024).

Ethereum, sebagai salah satu platform blockchain terbesar di dunia, telah mengalami perubahan signifikan setelah upgrade terbaru. Peningkatan ini mencerminkan komitmen Ethereum untuk terus berinovasi dan mengatasi tantangan dalam lanskap blockchain dan cryptocurrency yang dinamis.

Selain itu, dalam dunia blockchain. Ethereum juga dikenal karena, kemampuannya mendukung smart contracts dan aplikasi terdesentralisasi (DApps). Membedakannya dari blockchain lain seperti Bitcoin, dimana Ethereum lebih fokus pada transaksi mata uang digital.

“Visinya ETH itu salah satunya adalah fokus ke DApps, artikulasi DApss sendiri lagi di-push bersama-sama untuk terus dikembangkan, sementara untuk jaringan sudah cepat dan murah,” kata Mario, founder komunitas Web3 Parallax.

baca juga

Dalam konteks yang serupa, kita bisa melihat semangat para pengembang jaringan Ethereum didorong oleh sifat desentralisasi, dimana mereka menyatakan bahwa pembangunan aplikasi di Ethereum bisa menjadi tanpa batas.

Berbeda dengan membangun aplikasi di tingkat lokal yang target pasarnya lebih terbatas, dengan teknologi Web3 pengembang dapat menargetkan pasar global yang memiliki potensi lebih besar.

“Web3 itu privilege karena arenanya internasional, tidak melekat pada negara tertentu. Vietnam Web3-nya berkembang, dan banyak project besarnya. Indonesia harus percaya diri juga, bare minimum Web3 itu bukan di Indonesia, tapi internasional,” ungkap Yan Zero dari komunitas Belajar DeFi.

Prediksi terhadap ETF Ethereum juga menunjukkan tanda-tanda positif. ETF Ethereum diperkirakan akan mengalami kenaikan, didorong oleh likuiditas baru yang terus masuk, terutama dari pasar Amerika Serikat.

Hal ini akan memudahkan akses ke Ethereum dan mendukung stabilitas harga, yang merupakan berita baik bagi investor dan developer di Indonesia.

Investor dari Amerika Serikat, baik institusi maupun ritel, kini lebih mudah untuk membeli kripto seperti Ethereum karena adanya likuiditas baru yang masuk ke pasar keuangan.

Namun, ada kendala terkait dengan ETF Ethereum. ETF ini tidak menggunakan Ethereum yang di-staking, yang menjadi masalah bagi investor, terutama institusi. Mereka tidak hanya mencari capital gain dari investasi di Ethereum, tetapi juga ingin mendapatkan yield tambahan dari staking Ethereum.

Mendapatkan keuntungan tambahan dari Ethereum bisa kita dapatkan melalui teknik Dollar Cost Averaging (DCA). Melakukan teknik DCA di fitur investasi rutin Indodax dapat mengurangi risiko volatilitas pasar.

Dengan cara ini, investor membeli lebih banyak unit saat harga rendah dan lebih sedikit unit saat harga tinggi, yang dapat membantu menurunkan biaya rata-rata per unit dari waktu ke waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dorong Investasi Properti di Indonesia, BTN Terapkan Tokenisasi DIRE

Dorong Investasi Properti di Indonesia, BTN Terapkan Tokenisasi DIRE

Bisnis | Selasa, 30 Juli 2024 | 18:21 WIB

Bitcoin dan Ethereum Naik, Intip Analisis Pasar Crypto dan Prospek ETF Spot

Bitcoin dan Ethereum Naik, Intip Analisis Pasar Crypto dan Prospek ETF Spot

Bisnis | Rabu, 24 Juli 2024 | 07:25 WIB

Blockchain Diklaim Bisa Jadi Teknologi di Sektor Ekonomi Masa Depan

Blockchain Diklaim Bisa Jadi Teknologi di Sektor Ekonomi Masa Depan

Bisnis | Senin, 01 Juli 2024 | 06:25 WIB

Terkini

Perempuan 26 Tahun Tusuk Sopir Taksi Listrik di Kemayoran, Motif Didalami

Perempuan 26 Tahun Tusuk Sopir Taksi Listrik di Kemayoran, Motif Didalami

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:01 WIB

BRI Junio dan Mobile Legends: Bang Bang Hadirkan Kartu Debit Edisi Khusus untuk Nasabah

BRI Junio dan Mobile Legends: Bang Bang Hadirkan Kartu Debit Edisi Khusus untuk Nasabah

Jatim | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Gagal Gantung Diri karena Tali Putus Usai Habisi Penagih Utang, Pria di Lambar Menyerahkan Diri

Gagal Gantung Diri karena Tali Putus Usai Habisi Penagih Utang, Pria di Lambar Menyerahkan Diri

Lampung | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Manchuria Opium Squad Dapat Adaptasi Anime, Serialisasi Manga Berlanjut

Manchuria Opium Squad Dapat Adaptasi Anime, Serialisasi Manga Berlanjut

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:00 WIB

MBA Bukan Cuma Soal Gelar, Ini yang Makin Dicari Dunia Kerja

MBA Bukan Cuma Soal Gelar, Ini yang Makin Dicari Dunia Kerja

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:58 WIB

Cara Ikut Lelang Aset BRI 2026 dan Nikmati Fasilitas KPR Solusi

Cara Ikut Lelang Aset BRI 2026 dan Nikmati Fasilitas KPR Solusi

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:58 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, Akademisi: Harusnya Tahu Diri dan Mundur

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, Akademisi: Harusnya Tahu Diri dan Mundur

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:57 WIB

PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres

PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:56 WIB

5 Shio Diprediksi Paling Beruntung di Akhir Tahun 2026: Keuangan, Karier dan Asmara Bersinar

5 Shio Diprediksi Paling Beruntung di Akhir Tahun 2026: Keuangan, Karier dan Asmara Bersinar

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:56 WIB

BRI Junio Gandeng Mobile Legends: Bang Bang, Hadirkan Kartu Debit Edisi Khusus

BRI Junio Gandeng Mobile Legends: Bang Bang, Hadirkan Kartu Debit Edisi Khusus

Jogja | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:55 WIB

×