Dijuluki Tambang "Elang", Harta Karun Emas Terbesar Dunia Ditemukan di Bumi Sumbawa Barat

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 28 November 2024 | 15:07 WIB
Dijuluki Tambang "Elang", Harta Karun Emas Terbesar Dunia Ditemukan di Bumi Sumbawa Barat
Ilustrasi PT Amman Minerals Indonesia Tbk (AMMN)

Suara.com - Ibarat "durian runtuh" PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) bakal mulai melakukan pengembangan atau eksploitasi salah satu temuan tambang tembaga dan emas yang diklaim salah satu yang terbesar dunia.

Dalam keterangan AMMN dalam laman Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diunggah pada Kamis (28/11/2024) perseroan mengatakan penemuan ini merupakan hasil dari eksplorasi intensif yang dilakukan Amman Mineral selama beberapa tahun terakhir.

Tambang yang dijuluki "Elang" ini terletak 60 Km dari lokasi eksplorasi "Batu Hijau" yang saat ini digarap oleh perseroan di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tim ahli geologi AMMN sendiri telah berhasil mengidentifikasi zona mineralisasi tembaga emas baru yang sangat potensial. Analisis awal menunjukkan bahwa cadangan emas di tambang "Elang" ini berpotensi menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

"Deposit Elang adalah salah satu deposit tembaga dan emas porfiri terbesar di dunia yang belum dikembangkan yang terletak dekat tambang Batu Hijau," sebut keterangan AMMN.

Pihak AMMN mengatakan tambang Elang ini bakal menggantikan posisi produksi tambang Batu Hijau yang akan habis pada 2030 nanti. "Setelah penambangan bijih Fase 8 selesai, AMMAN berencana untuk memulai produksi dari tambang Elang, memanfaatkan infrastruktur pemprosesan yang ada di Batu Hijau sepanjang masa operasi tambang tersebut," sebut AMMN.

Pada tahun 2020, tim eksplorasi perusahaan menemukan sebuah porifiri kedua yang lebih dalam yang dikenal sebagai "Elang Selatan", terletak di sebelah barat daya dari tubih bijih Elang utama.

Pengeboran inti yang dilakukan dari tahun 2020-2024, ditambah dengan harga logam yang lebih tinggi dan studi rekayasa, menunjukkan bahwa tambang terbuka Elang akan jauh lebih besar dari desain awal pada tahun 2019.

Berdasarkan studi kelayakan yang sedang berjalan, potensi peningkatan cadangan tembaga dan emas diperkirakan masing-masing sebesar 43 persen dan 48 persen.

baca juga

"Studi kelayakan definitif untuk Elang dimulai pada tahun 2023 dan diperkirakan akan selesai pada paruh pertama tahun 2025," pungkas keterangan AMMN.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Pilkada, Harga Emas Antam Meroket Jadi Rp1.513.000/Gram

Setelah Pilkada, Harga Emas Antam Meroket Jadi Rp1.513.000/Gram

Bisnis | Kamis, 28 November 2024 | 09:05 WIB

Pertemuan Bersama Menko Airlangga, Sekjen OECD Percaya Keanggotaan Indonesia Mampu Dukung Visi Indonesia Emas 2045

Pertemuan Bersama Menko Airlangga, Sekjen OECD Percaya Keanggotaan Indonesia Mampu Dukung Visi Indonesia Emas 2045

Bisnis | Rabu, 27 November 2024 | 19:41 WIB

Huawei Watch Ultimate Berlapis Emas Resmi Rilis, Khusus Buat Sultan

Huawei Watch Ultimate Berlapis Emas Resmi Rilis, Khusus Buat Sultan

Tekno | Rabu, 27 November 2024 | 14:25 WIB

Terkini

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Terima Denny Indrayana Cs, PKS Bakal Seriusi Polemik Keabsahan Ijazah Gibran Pasca Putusan MK

Terima Denny Indrayana Cs, PKS Bakal Seriusi Polemik Keabsahan Ijazah Gibran Pasca Putusan MK

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!

Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Babak Baru Kasus Gibran Tipu Malaysia: KPK Negeri Jiran Bergerak Telusuri Uang Rp600 M

Babak Baru Kasus Gibran Tipu Malaysia: KPK Negeri Jiran Bergerak Telusuri Uang Rp600 M

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Mobil Mercedes-Benz Tabrak Warung Mi Balap di Deli Serdang, Satu Orang Tewas

Mobil Mercedes-Benz Tabrak Warung Mi Balap di Deli Serdang, Satu Orang Tewas

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral

Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras

Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:15 WIB

IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun

IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan

Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:05 WIB

×