Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pentingnya Teknologi Skor Kredit Bagi Pelaku Industri Agar Tak Asal Beri Pinjaman ke Nasabah

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 16 Desember 2024 | 17:01 WIB
Pentingnya Teknologi Skor Kredit Bagi Pelaku Industri Agar Tak Asal Beri Pinjaman ke Nasabah
Ilustrasi Paylater (Unsplash/Blake Wisz)

Suara.com - Pasar kredit konsumen di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, terutama pada segmen pinjaman berjangka pendek dengan nilai kecil. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit konsumen perbankan tumbuh 10,88 persen secara tahunan per September 2024, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Hal ini mengindikasikan naiknya kebutuhan masyarakat terhadap produk keuangan untuk berbagai keperluan, mulai dari kebutuhan mendesak hingga konsumtif.

PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK) mengungkapkan bahwa total penyaluran pinjaman berjangka pendek di kuartal ketiga 2024 mencapai Rp29,9 triliun, dengan peningkatan 24,95 persen dibandingkan kuartal kedua.

Namun, tingginya permintaan pinjaman ini memunculkan tantangan baru bagi industri keuangan, yaitu memastikan proses pemberian kredit yang bertanggung jawab dan menghindari risiko gagal bayar.

Presiden Direktur CLIK, Leonardo Lapalorcia, menekankan pentingnya adopsi teknologi analitik canggih dan akses data real-time dalam proses penilaian risiko kredit.

Ia menyatakan bahwa skor kredit kini menjadi elemen krusial untuk membantu pelaku industri, seperti bank, perusahaan pembiayaan, dan penyedia jasa pinjaman digital, menilai reputasi calon debitur tanpa harus mengandalkan agunan.

"Dengan inovasi dalam penilaian digital yang cepat dan akurat, kita dapat menciptakan proses pemberian kredit yang lebih ramping dan inklusif, serta mendukung inklusi keuangan di Indonesia," ujarnya seperti dikutip, Senin (16/12/2024).

Untuk menjawab tantangan tersebut, CLIK meluncurkan model skor kredit terbaru bernama CLIK Skor Kredit Akselerasi Inklusi (CLIK SKAI).

Model ini dirancang khusus untuk pinjaman dengan tenor hingga enam bulan dan nilai maksimal Rp8 juta. Teknologi seperti artificial intelligence (AI), machine learning, dan data alternatif digunakan untuk memprediksi risiko gagal bayar dengan lebih akurat.

Jan Tjintjelaar, Direktur Komersial CLIK, menjelaskan bahwa CLIK SKAI membantu pelaku industri meningkatkan persetujuan pinjaman tanpa menambah risiko.

"Dengan CLIK SKAI, lembaga keuangan dapat lebih percaya diri dalam memberikan pinjaman, memperkuat inklusi keuangan, dan menciptakan ekosistem kredit yang lebih sehat," beber dia.

Sementara, Anggie Setia Ariningsih, Ketua Komite Buy Now Pay Later (BNPL) Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), mendukung inovasi ini, sebab menciptakan perjalanan debitur yang lebih aman.

"Ini menjadi peluang besar bagi kolaborasi antara penyedia jasa keuangan dan biro kredit," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Pelaku Industri Coating Asia Pasifik Berkumpul Unjuk Gigi di Indonesia

Ratusan Pelaku Industri Coating Asia Pasifik Berkumpul Unjuk Gigi di Indonesia

Bisnis | Kamis, 12 September 2024 | 09:38 WIB

Kualitas Angkatan Kerja RI Bergantung Kolaborasi Mutual Antara Pendidikan dan Pelaku Industri

Kualitas Angkatan Kerja RI Bergantung Kolaborasi Mutual Antara Pendidikan dan Pelaku Industri

Bisnis | Jum'at, 16 Agustus 2024 | 07:07 WIB

SKK Migas Bareng Pelaku Industri Cari Solusi Rantai Suplai untuk Capai Target Produksi

SKK Migas Bareng Pelaku Industri Cari Solusi Rantai Suplai untuk Capai Target Produksi

Bisnis | Rabu, 07 Agustus 2024 | 12:49 WIB

Terkini

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:48 WIB

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:22 WIB

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:10 WIB

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB