Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Persiapan Masa Pensiun Harus Dilakukan Sejak Usia 40 Tahun

Iwan Supriyatna

Selasa, 07 Januari 2025 | 17:57 WIB
Persiapan Masa Pensiun Harus Dilakukan Sejak Usia 40 Tahun
Perencana keuangan Antonius Karya.

Suara.com - Persiapan masa pensiun tidak bisa dilakukan dalam waktu 2-5 tahun sebelum karyawan memasuki masa purnabakti. Perencana keuangan Antonius Karya mengungkapkan, idealnya persiapan memasuki masa pensiun dilakukan sejak karyawan memasuki usia 40 tahun.

Menurut Anton, seorang karyawan harus menyiapkan dana pensiun yang tidak bisa dikumpulkan hanya dalam waktu 2-5 tahun.

“Kalau kita bicara persiapan pensiun sebenarnya jauh-jauh hari sebelumnya gitu. Jadi idealnya bisa menyosialisasikan kepada perusahaan-perusahaan dengan karyawannya itu kalau boleh diberikan kesempatan untuk mulai belajar mempersiapkan pensiun dari hal-hal yang kecil-kecil aja itu dari umur 40 tahun tetapi kan kekhawatirannya akan ada conflict of interest,” kata Anton ditulis Selasa (7/1/2025).

Anton menambahkan, karyawan tidak bisa mengandalkan uang pensiun dari kantor sebagai pegangan. Karena, kata dia, uang pensiun biasanya tidak akan mencukupi untuk kebutuhan hidup setelah pensiun.

Selain dana pensiun, kata Anton, hal lain yang perlu disiapkan oleh karyawan adalah memiliki skill atau keahlian yang bisa digunakan setelah pensiun untuk mendapatkan pemasukan tambahan.

“Tentu saja skill-skill yang sesuai dengan zaman ya sesuai dengan zaman yang masih akan dibutuhkan di 5-10 tahun kedepan atau mungkin bisa lebih panjang lagi atau ya memang melihat eranya. Era apa sih pada saat sekarang ini skill yang diperlukan agar kita masih tetap bisa menghasilkan income di masa pensiun,” jelas Anton.

Anton menjelaskan, karyawan yang sudah pensiun juga tidak melulu harus membuka usaha untuk bisa mendapatkan pemasukan. Karena, kata dia, membuka usaha bukan hal yang mudah dan tidak semua mampu untuk melakukan hal itu.

“Bergantung pada kesiapan dia, karena bangun usaha butuh waktu tapi kalau kita bicara mengenai part timer atau freelance dan sebagainya lebih mudah untuk dijalankan dua-duanya punya challengenya masing-masing. Tapi bangun usaha itu lebih menantang dibandingkan dengan part timer. Saya akan melihat kembali dari sudut pandang keuangan, kalau memang dia mumpuni membangun usaha modalnya cukup ya bangun kalau nggak ya jangan,” jelas Anton.

Untuk membantu para karyawan yang akan memasuki masa pensiun, Anton membuka jasa pelatihan kepada karyawan yang akan purnabakti. Dia sudah melakukan pelatihan ini sejak 2010. Ketertarikannya untuk memberikan pelatihan kepada karyawan yang akan pensiun, menurut Anton, berdasarkan pengalaman pribadinya yang melihat sang ayah tidak punya persiapan saat pensiun.

baca juga

“Saya melihat Papa saya sendiri enggak siap untuk pensiun enggak ada uang pensiunnya ya karena perusahaannya bangkrut dan jamsosteknya enggak keluar. Intinya pada saat itu hidup challenging banget,” ungkap Anton.

Kata Anton, tujuan pelatihan yang diberikannya adalah untuk memberi bekal pengetahuan, pengalaman dan pemikiran kepada para calon pensiunan dalam mempersiapkan diri menghadapi masa pensiun.

“Dengan mengikuti pelatihan ini, para calon pensiunan diharapkan akan merasa lebih tenang, lebih damai, lebih mengetahui arah tujuan yang akan dicapai dalam kehidupan setelah masa pensiun, memiliki keterampilan yang diperlukan untuk mengelola keuangan keluarga, dan memiliki gambaran yang lebih komprehensif mengenai bagaimana mentransformasikan diri setelah selesai berkarya pada perusahaan saat ini,” ujar Anton.

Anton mengungkapkan, pelatihan bisa dilakukan selama 2-5 hari. Setelah pelatihan berakhir, para peserta diharapkan sudah bisa menyadari dan memahami arti dari masa pensiun sebagai hal yang alamiah dan lumrah yang akan dihadapi oleh siapapun juga.

“Peserta pelatihan juga diharapkan bisa memahami cara-cara menghadapi post power syndrome dan menghadapi stress karena pensiun. Kepercayaan diri yang semakin meningkat dalam menghadapi masa pensiun sehingga tidak panik dan tidak melakukan langkah langkah atau keputusan yang merugikan,” pungkas Anton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Batas Usia Pensiun Jadi 59 Tahun, Berapa Nilai Manfaat BPJS Ketenagakerjaan?

Batas Usia Pensiun Jadi 59 Tahun, Berapa Nilai Manfaat BPJS Ketenagakerjaan?

Bisnis | Selasa, 07 Januari 2025 | 17:13 WIB

Taspen Telah Bayarkan Manfaat Pensiun ke 1,1 Juta Janda dan 48 Ribu Yatim Piatu Hingga November

Taspen Telah Bayarkan Manfaat Pensiun ke 1,1 Juta Janda dan 48 Ribu Yatim Piatu Hingga November

Bisnis | Selasa, 24 Desember 2024 | 08:44 WIB

Berapa Usia Pensiun PPPK 2024? Ini Penjelasannya

Berapa Usia Pensiun PPPK 2024? Ini Penjelasannya

News | Rabu, 11 Desember 2024 | 17:55 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×