Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Kolaborasi Wirausaha Mandiri & Batik Kontemporer: Tembus Pasar Dunia dengan Karya Unik Ramah Lingkungan

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 24 Januari 2025 | 19:12 WIB
Kolaborasi Wirausaha Mandiri & Batik Kontemporer: Tembus Pasar Dunia dengan Karya Unik Ramah Lingkungan
Pendiri Creative Batik Kontemporer, Khaleili Nungki menunjukkan produk dari usaha miliknya bersama Eks Menteri Pariwisata Sandiaga Uno [Suara.com/Dokumen Pribadi]

Suara.com - Berawal dari ketertarikannya yang besar terhadap dunia wirausaha, Nungki sudah mulai merintis usahanya sendiri sejak usia belia. Tepatnya saat ia masih duduk di bangku kelas 4 SD. Di saat teman-teman seusianya bercita-cita menjadi dokter atau pilot, Nungki justru memiliki impian yang berbeda—menjadi seorang pengusaha.

“Saya ingin jadi bos yang punya usaha sendiri dan bisa membantu banyak orang,” kenangnya penuh semangat.

Demi mewujudkan impiannya, Nungki menjajal berbagai usaha. Tak hanya berjualan makanan, ia juga mengikuti tren dengan menjual barang-barang populer di masanya. Semangat wirausaha itu terus ia bawa hingga memasuki bangku kuliah. Sayangnya, karena keterbatasan modal, Nungki harus menghentikan sementara usahanya. Ia pun memutuskan untuk kuliah sambil bekerja. 

"Di semester dua, saya sempat kerja di dua tempat, salah satunya di event organizer. Ya, mau nggak mau harus mengurangi bisnis dulu karena berbagai alasan," tutur sosok bernama lengkap Khaleili Nungki Hashifah ini, ketika Redaksi Suara.com berkesempatan berbincang dengannya di sela-sela kesibukannya pada Selasa (14/1/2024) lalu.

Meski sempat vakum, Nungki tidak bisa benar-benar meninggalkan dunia usaha. Kecintaannya terhadap wirausaha membawa dirinya ke dunia reseller. "Karena saya belum tahu banyak soal produksi, saya mulai jadi reseller batik. Saya ambil stok dari produsen batik di Solo dan kota lainnya," jelasnya. 

Namun, di lubuk hatinya, ada kegelisahan yang terus mengganjal. Menjual produk orang lain membuatnya merasa kurang puas, terutama karena ia tidak bisa menjamin kualitas produk secara langsung.

"Karena bukan bikinan sendiri, saya jadi kurang paham saat menjelaskan ke customer," akunya. 

Tahun 2008 menjadi awal perjalanannya di dunia bisnis online. Ia mulai menjual batik melalui Facebook dengan mengambil stok dari Pasar Klewer, Pekalongan, dan Pusat Grosir Solo (PGS). Tapi puncak perubahan besar terjadi pada tahun 2010.

Di tahun itulah, Nungki mengambil keputusan besar untuk memproduksi batiknya sendiri. Ia ingin memastikan bahwa setiap tahapan produksi berjalan dengan cermat, mulai dari pemilihan kain hingga penggunaan pewarna alami yang ramah lingkungan. Namun, jalan menuju kesuksesan tidaklah mudah. Di awal perjalanannya, dalam sebulan, ia bahkan hanya mampu menjual satu lembar kain. 

"Awalnya sulit banget. Kadang dalam sebulan cuma laku satu kain," ungkapnya dengan nada reflektif.

Namun, ia tetap bertahan. Dari riset yang ia lakukan, Nungki menyadari bahwa belum banyak toko yang menawarkan batik kontemporer di Yogyakarta dan sekitarnya. Hal inilah yang menjadi pendorongnya untuk terus berinovasi dan mengembangkan bisnisnya.

Sosok yang Lahir pada 27 Juli 1989 itu terus berinovasi agar produknya semakin diminati pasar. Bermodalkan uang Rp500 ribu, ia memulai usahanya dari nol dengan membuka workshop sederhana di rumahnya yang berlokasi di Selokraman, Kotagede, Kota Yogyakarta. 

Ia memulai dengan eksperimen menggunakan perlengkapan batik sederhana yang ia beli, mencoba untuk bereksperimen menciptakan desain yang unik. Memadukan motif Jawa kuno dengan sentuhan abstrak modern yang lebih segar.

Tak hanya itu, ia juga mengadopsi teknik celup dan colet dalam proses pewarnaan batik. Teknik celup dikenal dengan daya serap yang kuat, sehingga menghasilkan warna yang lebih pekat dan tahan lama. Sementara itu, teknik colet diterapkan untuk menciptakan gradasi warna yang indah, terutama dalam motif abstrak dan kontemporer yang menjadi ciri khas batiknya. 

Proses pembuatan batik di Creative Batik Kontemporer [Suara.com/Nurhadi]
Proses pembuatan batik di Creative Batik Kontemporer [Suara.com/Nurhadi]

Eksperimen ini ternyata membuahkan hasil. Karya batik Nungki mendapatkan apresiasi positif dari pasar dan berhasil menarik perhatian konsumen. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komitmen Dukung UKM, Bank Mandiri Gelar WMM 2024: Perjalanan Inspiratif Wirausaha Muda Menuju Top 4 dan Best of The Best

Komitmen Dukung UKM, Bank Mandiri Gelar WMM 2024: Perjalanan Inspiratif Wirausaha Muda Menuju Top 4 dan Best of The Best

News | Sabtu, 18 Januari 2025 | 18:21 WIB

Kolaborasi Megah Lintas Generasi! Bank Mandiri Hadirkan Konser SUPER DIVA di Indonesia Arena

Kolaborasi Megah Lintas Generasi! Bank Mandiri Hadirkan Konser SUPER DIVA di Indonesia Arena

News | Sabtu, 11 Januari 2025 | 16:38 WIB

IBL 2025 Tip-off 11 Januari, Gandeng Bank Mandiri

IBL 2025 Tip-off 11 Januari, Gandeng Bank Mandiri

Sport | Selasa, 07 Januari 2025 | 17:43 WIB

Dorong Peningkatan Literasi Keuangan, Bank Mandiri Kenalkan Produk Perbankan ke 93.000 Pelajar di Indonesia

Dorong Peningkatan Literasi Keuangan, Bank Mandiri Kenalkan Produk Perbankan ke 93.000 Pelajar di Indonesia

News | Selasa, 24 Desember 2024 | 11:23 WIB

Rayakan Natal, Bank Mandiri Bagikan Lebih dari 2.000 Paket keSeluruh Indonesia

Rayakan Natal, Bank Mandiri Bagikan Lebih dari 2.000 Paket keSeluruh Indonesia

News | Sabtu, 21 Desember 2024 | 16:43 WIB

Resmi Gandeng Bank Mandiri! Jakarta LavAni Livin Transmedia Siap Gebrak Proliga 2025

Resmi Gandeng Bank Mandiri! Jakarta LavAni Livin Transmedia Siap Gebrak Proliga 2025

Sport | Jum'at, 20 Desember 2024 | 19:38 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB